Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Kotak hadiah


__ADS_3

Ponsel milik Kevin sejak tadi berdering, namun sang pemilik masih betah memeluk Jingga. Ia sama sekali tidak terusik dengan suara dering ponselnya. Hingga kemudian Jingga bangun dan meraih ponsel milik Kevin.


" Hah, Ryan ? " ucap Jingga sambil melihat layar ponsel milik sang suami.


Jingga lantas membangunkan Kevin, namun Kevin tak meresponnya. Maka Jingga mengangkat panggilan dari Ryan.


" Iya, Kak... Mas Kevinnya tidur " jawab Jingga.


" Aduh, bisa tolong dibangunkan soalnya ada masalah penting " sahut Ryan.


" Ok, sebentar ya Kak " ucap Jingga.


Jingga kembali membangunkan Kevin, kali ini ia sedikit memaksa Kevin agar bangun.


" Mas... Ini ada telpon dari Kak Ryan, sepertinya ada masalah. Mas, bangun ! " sery Jingga sambil menggoyang tangan Kevin.


Kevin lantas membuka matanya yang terasa berat. Jingga memberikan ponsel kepada Kevin.


" Apa ? Kamu kalau telpon sadar waktu " gerutu Kevin.


" Maaf Kak, tapi ada masalah dengan supplier dan kita harus segera berangkat ke Bali " sahut Ryan.


" Sepenting itukah ? " tanya Kevin sambil menyandarkan tubuhnya pada headboard ranjang.


" Iya, kak. Bersiaplah karena aku sudah memesan tiket pesawat dan akan menjemputmu sekarang juga " jawab Ryan.


" Baiklah " sahut Kevin lalu mematikan sambungan ponselnya.


Kevin menghembus kasar nafasnya lalu melihat ke arah Jingga yang tengah menatapnya penuh tanya.


Kevin mengusap kepala Jingga lalu mencium pucuk kepalanya.


" Aku harus pergi, ada masalah penting dan Ryan akan menjemputku " jelas Kevin.


" Sekarang, Mas ? " tanya Jingga tanpa melepaskan pandangan matanya pada Kevin.


" Ya, aku harus bersiap " jawab Kevin.


" Biar Jingga bantu, Mas " Jingga menawarkan diri, kemudian bergerak turun dari ranjang.


Dengan cekatan Jingga menyiapkan pakaian untuk Kevin bawa ke dalam koper.


" Sayang, kamu duduk saja. Aku bisa menyiapkannya sendiri " Kevin berusaha mencegah Jingga agar tidak terlalu lelah.


" Biar Jingga yang siapkan, Mas. Jingga ini kan istrinya Mas Kevin, jadi harus siap menyediakan keperluan Mas Kevin " tukas Jingga.

__ADS_1


Kevin dengan segera menghampiri Jingga, kemudian membawa Jingga agar duduk di tepi ranjang.


" Kamu memang istriku, tapi kamu harus ingat jika kamu saat ini sedang hamil. Ada anak kita disini, jadi kamu harus jaga diri baik-baik " sahut Kevin sambil mengusap perut Jingga.


Jingga pun akhirnya menuruti perintah Kevin. Ia hanya memperhatikan sang suami merapikan pakaian ke dalam koper.


" Mas, pergi berapa hari ? " tanya Jingga berubah melow.


Kevin menghentikan kegiatannya. Ia menatap Jingga lalu mengangkat sudut bibirnya. Dengan santainya Kevin mendekati Jingga lalu duduk di samping istrinya itu. Kevin menangkup wajah Jingga lalu tersenyum.


" Kenapa ? Kamu tidak mau jauh dari aku ya ? " goda Kevin.


" Ish... Siapa bilang ? " Jingga memalingkan wajahnya.


" Kalau kamu mau, kamu bisa ikut sekalian " tawar Kevin.


Jingga menggeleng perlahan.


" Mas itu kan mau kerja disana, bukan mau bulan madu " dengus Jingga sembari memutar bola matanya.


Kevin terkekeh melihat sikap Jingga yang nampak lucu di matanya.


" Ya sudah, kalau begitu kamu baik-baik ya disini ! Nah, anak Papa... Jaga Mama selama Papa tidak ada ya ! Papa akan segera pulang. Doakan supaya masalahnya cepat terselesaikan ! " seru Kevin berbicara di depan perut Jingga seolah sedang bicara dengan anak mereka.


" Iya, Papa... Hati-hati ya ! " ucap Jingga menirukan suara anak kecil.


" Hati-hati ya, Mas ! Cepat pulang ! " seru Jingga lirih.


" Mas pasti segera pulang. Kamu tunggu Mas kembali ya ! " sahut Kevin lalu mengecup.lening Jingga.


" Mi... Pi... Kevin titip Jingga dan anak kami " pinta Kevin kepada Mami Sita dan Papi Tommy.


" Kami akan selalu menjaga mereka. Kamu tidak perlu khawatir. Fokus saja untuk menyelesaikan masalah yang ada " jawab Papi Tommy.


" Iya, kamu tenang saja. Mami akan selalu menjaga Jingga dan calon cucu mami " tambah Mami Sita sambil menggandeng Jingga.


Kevin mengangguk, namun entah mengapa ada rasa tak tenang meninggalkan Jingga.


Aku yakin Jingga akan baik-baik saja. Satria tidak akan mungkin mengganggunya lagi.


Ya Tuhan, lindungilah istri dan anakku selalu


Setelah berpamitan, Kevin dan Ryan diantar oleh sopir menuju bandara.


" Jingga... Tadi Satria memberikan sesuatu sebagai hadiah untuk kehamilanmu ini. Sebentar ya, Mami ambilkan dulu " ucap Mami Sita lalu segera masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Tak lama, Mami Sita kembali denga menenteng sebuah paper bag. Mami Sita memberikannya kepada Jingga.


" Kakak kamu itu pasti sangat menyayangi kamu. Dia bahkan begitu perhatian dengan memberikan hadiah ini untukmu " ucap Mami Sita.


Jingga menerima paper bag itu dengan berat hati. Tetapi ia tidak ingin melihat mertuanya curiga jika ia menolak.


" Terima kasih, Mi " jawab Jingga.


" Sudah, kamu istirahat saja. Ingat kamu sedang hamil muda, jadi jangan terlalu lelah " ingat Papi Tommy.


" Baik, Pi. Kalau begitu, Jingga masuk kamar ya Mi, Pi " sahut Jingga kemudian menuju ke kamarnya dengan menenteng paper bag yang diberikan Satria.


Jingga masuk ke dalam kamar, namun ia tak langsung membuka kotak hadiah pemberian Satria. Jingga langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur, dan tak lama kemudian dirinya tertidur.


Keesokan paginya, Jingga baru saja keluar dari kamar mandi kemudian terdengar dering ponselnya. Jingga dsngan segera mengangkat panggilan telpon saat melihat Kevin menghubunginya.


" Iya, Mas " ucap Jingga.


" Kamu darimana ? Sejak tadi Mas telpon kenapa tidak diangkat ? " selidik Kevin.


" Jingga baru selesai mandi, Mas " jawab Jingga.


Kevin langsung mebgubah panggilan menjadi video call. Ia bisa melihat segarnya wajah cantik Jingga. Ah, rasanya Kevin ingin pulang saja ke rumah.


" Kenapa, Mas kok lihatnya begitu ? " tanya Jingga merasa risih dengan tatapan suaminya sendiri.


" Kangen " jawab Kevin singkat sambil terus menatap wajah sang istri.


" Kalau kangen, makanya cepat pulang. Jingga juga kangen Mas Kevin " jujur Jingga dengan wajah memelas.


" Iya, iya... Mas usahakan secepatnya menyelesaikan masalah disini, supaya kita bersama lagi " ucap Kevin.


" Ya sudah, Mas pergi dulu ya. I love you mama dan bayi " tambah Kevin sambil memberikan ciuman jarak jauh.


" Hati-hati Papa... We love you to " jawab Jingga sambil memberikan kiss bye kepada Kevin.


Sambungan pun terputus dan Jingga segera berpakaian. Tanpa sengaja ia melihat paper bag yang diberikan oleh Mami Sita dari Satria tadi malam.


Awalnya Jingga tak ingin membukanya, namun kemudian karena rasa penasaran yang ia miliki ia pun membuka bungkusan kado tersebut.


Sebuah kotak berbentuk persegi kini sudah berada di tangan Jingga. Jingga membuka kotak tersebut lalu membaca kalimat yang ada pada kartu ucapan itu.


" Aku harap kamu menyukainya dan aku harap kita kembali lagi bersama setelah ini " gumam Jingga membaca kalimat yang tertulis disana.


Jingga lantas membuka kotak tersebut dan betapa terkejutnya Jingga saat melihat apa yang ada di dalamnya. Seketika Jingga membulatkan matanya saat melihat apa yang ada di dalam kotak tersebut.

__ADS_1


Astaga ! Apa-apaan ini ?


__ADS_2