
Jingga tak tahu harus menanggapi apa saat Satria mengatakan keinginannya.
" Kamu bisa kan mengabulkan keinginanku itu ? Hanya itu Jingga dan setelahnya aku akan merelakan apa yang kau putuskan " Satria berusaha membujuk Jingga agar bersedia memenuhi permintaannya.
" Jingga harus mengatakannya dulu pada Mas Kevin " sahut Jingga pada akhirnya memilih melibatkan Kevin.
" Baiklah, aku akan meminta ijin kepadanya " ucap Satria.
" Minta ijin apa ? " tanya Kevin yang tiba-tiba berada di belakang mereka berdua.
" Lho, Mas sudah kembali ? " Jingga menghampiri Kevin yang langsung merengkuh pinggang Jingga dengan posesif.
Kevin berusaha menunjukkan kepada Satria bahwa dirinyalah saat ini pemilik jiwa dan raga Jingga.
" Mana bisa aku lama-lama jauh dari kamu " ucap Kevin sambil mencubit hidung Jingga.
Satria mendengus melihat pemandangan di depannya. Tapi ia mencoba untuk tersenyum, walaupun terasa sangat hambar namun ia harus bersabar dan bertahan karena permainannya akan dimulai tak lama lagi. Dan setelah itu, Satria sangat yakin jika Jingga akan kembali lagi kepadanya.
" Oh iya, tadi aku dengar kalau kau akan meminta ijin kepadaku. Ijin untuk apa ? " selidik Kevin.
Satria mempersilakan Kevin dan Jingga duduk lebih dulu.
" Sebenarnya, dulu aku dan Jingga pernah punya impian kalau setelah menikah, kami akan pergi berbulan madu ke daerah pantai. Berjalan-jalan di pinggir pantai. Menikmati sunset bersama kemudian makan malam romantis di tepi pantai "
" Kak... " Jingga menggelengkan kepala meminta agar Satria tidak mengingat hal itu lagi.
Kevin meraih tangan dan mengelus punggung tangan Jingga lalu tersenyum menenangkan sang istri. Tatapan matanya seolah mengatakan jika dirinya baik-baik saja. Toh, bagi Kevin saat ini dirinyalah yang sudah menang. Ia sudah memiliki Jingga seutuhnya, meskipun ia tahu Jingga masih belum bisa menghilangkan Satria sepenuhnya dari dalam hatinya tapi ia yakin bisa memenuhi hati Jingga.
" Baiklah, aku akan mengijinkan Jingga. Tapi hanya sebatas itu dan setelahnya kamu harus melupakan apa yang pernah terjadi diantara kalian " seru Kevin menegaskan ucapannya.
" Mas... Apa-apaan ini ? " tanya Jingga tak mengerti dengan jalan pikiran Kevin.
Seharusnya Kevin mati-matian melarangnya agar tidak pergi bersama dengan Satria, bukan membiarkannya pergi. Begitu isi pikiran Jingga.
" Baiklah, aku setuju ! " ucap Satria dengan antusias.
__ADS_1
" Kalian berdua sudah gila ! " sungut Jingga lalu meninggalkan Kevin dan Satria.
Jingga berjalan menjauh dari dua orang pria yang tengah memperebutkannya.
" Apa-apaan mereka, memangnya aku tidak punya perasaan... " gerutu Jingga dengan kesalnya.
Satu tarikan membuat Jingga tertahan dan membalikkan badannya. Ia melihat Kevin tengah menahan lajunya dengan menarik tangannya lalu memeluk Jingga.
" Lepas, Mas ! " seru Jingga berusaha melepaskan diri.
" Maafkan aku ! Aku melakukan ini hanya agar Satria berhenti berharap pada kamu. Agar ia sadar bahwa kamu sudah ada yang memiliki " ucap Kevin sambil terus mendekap Jingga.
" Apa Mas sadar, kalau hal ini bisa jadi bumerang untuk Mas sendiri ? Bagaimana kalau Kak Satria justru berhasil meyakinkan Jingga untuk kembali bersamanya ? " tanya Jingga dengan cemas.
" Itu tidak akan terjadi karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi ! " jawab Kevin dengan tegas.
" Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi, Mas ! " sahut Jingga.
Kevin melepaskan pelukannya kemudian menatap Jingga lekat-lekat.
" Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Jingga ! Aku mencintai kamu ! " tegas Kevin kemudian menyambar bibir Jingga.
Tunggu saja ! Setelah ini, aku akan membuatnya meninggalkanmu dan kupastikan Jingga akan kembali bersamaku !
Malam itu, Jingga sudah siap saat Satria menghubunginya. Dengan gaun malam berwarna hitam, Jingga terlihat sangat cantik. Kalau saja, bukan untuk memutus harapan Satria mendapatkan Jingga, Kevin tidak akan pernah rela mengijinkan istrinya itu untuk pergi.
Satria begitu terpesona melihat Jingga. Wanita yang sangat ia cintai itu kini berada di hadapannya.
" Ehem... " suara deheman dari Kevin membuat Satria sadar jika Jingga tidak sendiri.
" Kau ingatlah ! Kembali sebelum jam 10 malam atau aku sendiri yang akan membawa Jingga kembali " seru Kevin.
Satria hanya tersenyum simpul mendengar seruan Kevin.
" Ayo, Jingga " ajak Satria sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Jingga sesaat menatap Kevin, lalu meraih tangan Satria saat Kevin menganggukan kepala.
Jingga dan Satria pun segera berlalu dari hadapan Kevin. Sebenarnya ada rasa cemas yang dirasakan oleh Kevin. Namun dengan segera ditepisnya. Kevin percaya kepada Jingga dan ia yakin Tuhan akan menjaga dan melindungi isrinya.
Satria sudah menyiapkan meja makan di tepi pantai lengkap dengan tenda dan dekorasi indah seolah memang menyambut pasangan tengah berbulan madu. Dihiasi lampu warna warni serta lilin yang ada diatas meja membuat suasana semakin romantis.
Jika saja status Jingga itu benar istri Satria saat ini, tentunya Jingga akan merasa tersanjung dan sangat bahagia. Tapi saat ini, Jingga justru merasa seperti pengkhianat. Mengkhianati Kevin dan juga Satria sekaligus.
Satria melayani Jingga dengan sepenuh hati. Ia memperlakukan Jingga selayaknya seorang ratu. Ya, ratu di hatinya. Bahkan rasanya itu tak pernah purdar sedikitpun kendati Jingga sudah menikah dan menjadi milik orang lain.
" Makanlah yang banyak. Semua yang ada disini adalah makanan kesukaanmu, aku sengaja memesannya untukmu " seru Satria sambil menunjuk makanan yang sudah ada di atas meja.
" Kak... Seharusnya kakak tidak perlu seperti ini..." ucap Jingga.
" Tidak, Jingga... Aku hanya berusaha mewujudkan semua impian kita dulu " sahut Satria dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya.
" Tapi, Kak... Ini salah... "
" Sstt... Tolong Jingga, untuk kali ini saja. Jangan membahas hal lain selain kita. Aku mohon ! " pinta Satria dengan sangat.
Jingga akhirnya mengiyakan permintaan dari Satria. Sungguh Satria sangat bahagia, berharap ini bukanlah kali terakhir ia melakukannya dengan Jingga. Dan Satria akan berusaha menjadikan Jingga kembali menjadi miliknya.
" Terima kasih sudah mau mengabulkan permintaanku, Jingga. Aku masih berharap, kau akan kembali padaku lagi " ucap Satria setelah mereka selesai makan.
" Tolong Kak... Jangan tempatkan Jingga dalam posisi sulit. Kakak akan selalu ada di hati Jingga, sebagai seorang kakak. Terima kasih sudah menjaga dan mencintai Jingga selama ini " sahut Jingga.
" Apakah tak ada kesempatan lagi untuk kita ? " tanya Satria penuh harap.
" Maaf Kak... " jawab Jingga dengan lirih tanpa berani menatap Satria.
" Aku mengerti... " ucap Satria sambil tersenyum getir.
" Kalau begitu, tolong antarkan Jingga kembali Kak ! " pinta Jingga sambil menatap Satria.
" Baiklah, aku akan mengantarmu. Miinumlah dulu, sejak tadi kau belum meminumnya ! Seru Kevin sambil memberikan orange juice kepada Jingga.
__ADS_1
Jingga segera meminumnya dan tak perlu waktu lama, Jingga merasakan mengantuk, sangat mengantuk hingga ia akhirnya memejamkan matanya.
Maafkan aku, Jingga... Ini satu-satunya jalan supaya kau kembali kepadaku