Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Menemui Damar


__ADS_3

Kevin membuka hasil tes DNA yang ada di dalam amplop. Dengan penuh harap ia membaca hasil tes tersebut. Hingga kemudian ia meneteskan air mata bahagia saat membaca hasil tes yang menyatakan bahwa Haziq memanglah darah dagingnya.


Kevin segera memberitahukan hal itu kepada Jingga. Mendapat kabar yang menggembirakan itu tentu saja membuat Jingga sangat bahagia. Ia juga bersyukur karena akhirnya Kevin memiliki keturunan meskipun itu bukan berasal darinya.


" Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang, Mas ? Apa kita langsung memberitahukan hal ini kepada Damar dan Aluna ? " tanya Jingga.


" Sepertinya kita memang harus memberitahukan kepada mereka. Tapi, nampaknya akan jauh lebih baik jika kita berbicara lebih dulu dengan Damar. Aku yakin Damar akan lebih terbuka dan pengertian dalam menyikapi masalah ini " jawab Jingga.


" Mas yakin ? " tanya Jingga kemudian.


Kevin menganggukan kepalanya.


" Semoga saja begitu, Mas. Semoga Damar bisa mengerti dan bijak dalam menyikapi masalah ini " harap Jingga.


" Besok aku akan menemui Damar untuk mengatakan yang sebenarnya " ucap Kevin.


" Semoga niat baik kita dipermudah jalannya oleh Yang Maha Kuasa " ucap Jingga.


" Aamiin " sahit Kevin.


Keesokan harinya, Kevin mengunjungi Damar di kantornya. Damar menyambut Kevin dengan baik.


" Ada perlu apa Pak Kevin datang kemari ? " tanya Damar sopan saat mendapati Kevin berada di hadapannya.


Damar kemudian mengajak Kevin untuk duduk di sofa agar mereka lebih santai berbicara.


" Mohon maaf kalau saya mendadak datang tanpa memberi tahu lebih dulu. Sebenarnya ada urusan yang sangat penting yang harus saya bicarakan denganmu " jawab Kevin.


Damar menaikkan sebelah alisnya. Sementara Kevin mencoba menenangkan diri untuk memberi tahu Damar dan bersiap dengan reaksi yang diberikan Damar setelah ia memberitahu maksud kedatangannya kali ini.

__ADS_1


Kevin menyerahkan hasil tes kepada Damar membuat dahi Damar berkerut. Namun ia segera mengambil dan membaca hasil tes tersebut.


Damar melemparkan hasil tes tersebut ke atas meja setelah selesai membacanya.


" Apa-apaan ini ? " kesal Damar sambil menatap tajam ke arah Kevin.


" Saya akan menjelaskannya " jawab Kevin berusaha untuk tenang.


" Apa maksudnya ini semua ? Tiba-tiba anda datang dan membawa hasil tes ini untuk mengakui jika Haziq adalah anak kandung anda ! Apa yang anda inginkan sebenarnya ? " tanya Damar dengan emosi.


" Maaf Damar, saya sudah lancang melakukan tes tersebut tanpa meminta ijin lebih dulu kepadamu dan juga Aluna. Saya hanya ingin memastikan kebenaran. Semenjak bertemu dengan Haziq, ada perasaan berbeda yang saya rasakan. Selaon itu, rasanya terlalu banyak kemiripan diantara kami. Kau tentu menyadarinya juga " jawab Kevin.


" Tapi itu bukan alasan untuk melakukan tes ini tanpa memberitahu kami lebih dulu. Lagipula bagaimana bisa anda menjadi ayahnya Haziq ? " ucap Damar mempertanyakan.


" Asal anda tahu, saya tidak akan menyerahkan Haziq begitu saja ! " tegas Damar.


Damar sudah paham dengan maksud kedatangan Kevin yang membawa hasil tes DNA tersebut. Sudah barang tentu, jika Kevin berniat untuk mengambil Haziq dari tangannya dan Aluna. Dan tentu saja, Damar tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


" Baiklah, saya akan mendengarkan cerita anda. Tetapi bukan berarti saya akan dengan mudah percaya pada apa yang anda ceritakan " sahut Damar.


Kevin akhirnya menceritakan semuanya kepada Damar. Dimulai saat pertemuan mereka di Lombok pada waktu Damar dan Aluna berbulan madu. Saat itu, setelah makan malam bersama Damar. Entah mengapa ia terbangun di sebuah kamar bersama seorang wanita yang tak dikenalnya. Ia mengajukan untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi diantara mereka malam itu, namun wanita itu menolak dan justru meminta Kevin untuk melupakan apa yang terjadi diantara mereka.


Damar pun terkejut. Ia teringat pada Karina yang memang merencanakan untuk menjebaknya namun tidak berhasil. Justru wanita itu malah hamil dan diceraikan oleh mertuanya.


Astaga... Jangan-jangan Karina salah sasaran dan justru menjebak Kevin. Berarti saat itu, bayi dalam kandungan Karina itu milik Kevin ?


Damar kembali mendengarkan cerita Kevin, dimana ia berusaha mencari dan menemukan keberadaan wanita tersebut. Namun seolah jalannya tertutup rapat. Tidak ada informasi apapun mengenai wanita itu, bahkan cctv di hotel sudah terhapus dan data yang dipakai untuk check in di hotel itu pun dipalsukan.


Kevin menghela nafasnya lebih dulu sebelum kembali melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


" Saya sempat bertemu kembali dengannya di bandara. Saat itu, saya harus bertolak ke Singapura karena kondisi kesehatan ibu saya yang dirawat disana menurun. Saya mencoba untuk bicara dengannya, mengatakan siapa saya serta menawarkan kembali tanggung jawab saya atas apa yang telah terjadi namun wanita itu tetap menolak dan mengatakan jika ia tidak perlu tanggung jawab dari saya. Itulah saat terakhir saya bertemu dengannya " jelas Kevin.


" Jadi anda tidak tahu jika wanita itu adalah Karina dan ia mengandung anak anda akibat kejadian itu ? " tanya Damar.


" Saya tidak pernah tahu. Saya mencari informasi tentangnya dan menunggu dia datang mencari saya untuk meminta pertanggungjawaban saya namun dia tidak pernah datang mencari saya. Hingga akhirnya saya menikah dengan Jingga. Dan barulah setelah bertemu dengan Haziq, saya merasa ada suatu ikatan dengannya, apalagi begitu banyak kemiripan diantara kami. Membuat saya curiga dan setelah mendengar cerita anda tentang Haziq membuat saya yakin jika Haziq adalah anak kandung saya sehingga saya memutuskan untuk melakukan tes DNA" jawab Kevin panjang lebar.


Damar menghela nafasnya. Kini ia memijat-mijat pelipisnya. Merasa bingung harus bersikap seperti apa. Ia tidak bisa menyalahkan Kevin, karena pria itu tidak pernah tahu jika apa yang terjadi membuatnya menjadi seorang ayah. Terlebih lagi Karina memilih untuk merawat anaknya seorang diri tanpa ingin mencari tahu siapakah ayah kandung dari anaknya.


" Anda sudah mendengar cerita saya. Jadi sekarang saya kembalikan kepada anda untuk menyikapinya. Saya yakin anda adalah orang yang bijak dan bisa menilai dengan objektif " ucap Kevin.


Damar menghembus nafasnya dengan kasar.


" Pak Kevin... Saya paham bagaimana perasaan anda. Anda pasti menginginkan tinggal bersama dengan anak kandung anda. Hanya saja, saya tidak tahu bagaimana reaksi istri saya nanti saat ia harus berpisah dengan Haziq. Aluna sangat menyayangi Haziq meskipun Haziq bukanlah anak kandungnya " ucap Damar yang kini bicaranya audah tidak dengan emosi.


" Saya mengerti hal itu. Saya sangat berterima kasih kepada anda dan istri anda karena sudah mau merawat dan menyayangi Haziq selayaknya anak kandung kalian sendiri. Hanya saja... " Kevin tidak meneruskan ucapannya.


" Hanya apa Pak Kevin ? " tanya Damar penasaran.


" Anda tentunya sudah mendengar jika istri saya akan kesulitan memiliki anak akibat kecelakaan. Selama ini, istri sayalah yang meminta saya untuk mencari tahu keberadaan wanita itu dan berharap jika saya memiliki anak kandung. Ia sangat senang saat mengetahui jika Haziq adalah anak kandung saya dan ia sangat berharap bisa merawat Haziq karena istri saya pernah berjanji kepada Karina untuk merawat bayi dalam kandungannya setelah dilahirkan " jawab Kevin panjang lebar.


" Pak Kevin, saya mengerti perasaan anda. Anda tentunya ingin bersama dengan anak kandung anda. Saya akan mencoba bicara dengan Aluna mengenai masalah ini " sahut Damar.


" Terima kasih Mar... Terima kasih sudah mau mengerti keadaan ini " ucap Kevin merasa sangat gembira karena ternyata Damar bisa memahaminya.


Kevin kini hanya bisa berdoa agar Aluna bersedia memberikan Haziq kepadanya.


Sepeninggal Kevin, Damar merenung. Ia memikirkan cara untuk memberitahu Aluna jika ayah kandung Haziq adalah Kevin. Mungkin jika tahu Kevin adalah ayah kandung Haziq, Aluna tidak akan mempermasalahkannya. Akan tetapi, Aluna pasti tidak akan membiarkan Haziq berpisah darinya dan ikut bersama dengan Kevin.


Ya Tuhan... Bagaimana caranya aku memberitahu hal ini kepada Aluna ?

__ADS_1


Damar mengusap wajahnya. Di satu sisi ia ingin membantu Kevin untuk bisa bersama dengan anak kandungnya. Namun di sisi lain, ia tidak ingin melihat Aluna bersedih karena berpisah dengan Haziq.


__ADS_2