Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Membawa Jingga


__ADS_3

Satria harus kembali dengan tangan hampa karena Jingga menolak untuk ikut dengannya. Akan tetapi, Satria yakin Jingga akan memikirkan semua ucapannya dan kemungkinan besar Jingga akan meninggalkan Kevin dan hidup bersamanya. Selama Jingga bersamanya, apapun akan ia lakukan. Termasuk merawat anak yang berada dalam kandungan Jingga kendati itu bukan anak kandungnya. Tak mengapa, ia akan menganggap bayi itu adalah anaknya sendiri.


Sementara itu, di tempat lain. Kevin mendapatkan kiriman foto dari orang suruhannya yang mengawasi Satria. Kevin tersenyum puas.


" Aku tahu, kau akan membawaku ke tempat Jingga berada. Tungga aku, Jingga... Aku akan segera membawamu pulang " ucap Kevin.


Kevin pun akan segera bertolak menuju kota tempat Jingga berada. Ia tak sabar untuk bertemu dengan istri dan calon anak mereka. Sudah cukup ia bersabar dengan membiarkan Satria mendekati Jingga. Tapi saat ini, Kevin tidak akan membiarkannya lagi leluasa mendekati Jingga. Jingga sudah menjadi istrinya dan Kevin tidak akan membiarkan orang lain mengambil apa yang sudah menjadi miliknya.


Kevin segera pulang ke rumah untuk memberitahu kedua orang tuanya. Mami Sita sangat bahagia bahkan ia turut serta bersama sang anak untuk menjemput menantunya.


" Jingga, apa tadi suamimu datang lagi ? " tanya Karina saat mereka makan malam bersama.


Jingga menjawab dengan anggukan kepala.


" Lalu, kamu masih belum mau pulang bersamanya ? " tanya Karina lagi.


Jingga tak menjawab pertanyaan Karina, ia sendiri masih bingung harus versikap seperti apa kendati Satria berkali-kali meyakinkannya jika dialah ayah dari bayi dalam kandungannya dan menyatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya namun Jingga masih bimbang menentukan pilihan.


" Jingga... " satu tepukan di bahu membuat Jingga membuyarkan pikirannya sendiri.


" Iya, Mba... " sahut Jingga sambil menatap Karina yang juga tengah menatapnya.


" Jingga... Bukannya aku mengintervensi. Dari yang aku lihat, Satria itu sangat mencintaimu. Dan laki-laki seperti itu, jarang ada lho. Aku hanya tidak ingin kamu menyesal seperti diriku dan akhirnya hidup tanpa ada yang mencintai kamu " ucap Karina sambil menghela nafasnya


" Maksud Mba Karina ? " Jingga menautkan kedua alisnya.


" Jingga... Aku kan pernah mengatakan kalau aku ini perempuan hina yang tidak pernah puas dan sudah menyia-nyiakan ketulusan cinta seorang pria " Karina menghentikan ucapannya sambil melirik Jingga yang menatap dengan penuh rasa ingin tahu.

__ADS_1


" Dulu, aku memiliki seorang kekasih yang sangat mencintaiku. Namun karena aku menginginkan kekayaan, setiap kali dia mengajakku menikah aku menolaknya dan lebih mementingkan karir modelku. Karena pergaulanku, aku justru mengkhianatinya " cerita Karina penuh sesal.


" Maksudnya, Mba meninggalkannya karena pria lain ? " tanya Jingga.


" Ya, pria yang menurutku bisa memberikanku harta meskipun usianya lebih tepat dikatakan sebagai ayahku. Dan apa kamu tahu ? Ternyata takdir mempertemukan kami lagi. Mantan kekasihku itu dijodohkan dan menikah dengan anak dari suamiku. Dan ternyata mantan kekasihku itu memiliki kekayaan yang tak perlu diragukan lagi, karena ia adalah anak dari pengusaha kaya namun ia menyembunyikannya "


" Lalu bagaimana Mba ? " tanya Jingga penasaran.


Karina menatap dengan pandangan kosong. Meratap pun tak ada gunanya dan tak akan mengembalikan keadaaan.


" Aku memang wanita tak tahu diri. Aku pikir dia masih mencintaiku... Oleh karena itu, aku memintanya kembali kepadaku tetapi dia menolak. Aku menggodanya, namun ia tetap tak meninggalkan istrinya itu. Sampai akhirnya, aku membuat rencana untuk menjebaknya agar kembali kepadaku. Tapi, Tuhan memberikan cara untuk menegurku. Jebakanku salah sasaran, aku justru tidur dengan orang asing. Hingga akhirnya, aku hamil. Aku pikir suamiku akan mengakui itu adalah anaknya, tapi ternyata salah. Suamiku sudah dioperasi hingga tidak dapat memiliki anak lagi. Dan aku diceraikan... " pungkas Karina mengakhiri cerita rumit dan memalukan tentang hidupnya.


" Astaga... " ucap Jingga tak percaya mendengar cerita hidup Karina.


" Sekarang kamu sudah tahu cerita hidupku. Aku memang pantas untuk dibenci. Aku menyesali semuanya. Aku sadar, Tuhan sedang menghukum dan menegurku atas kelakuanku dulu. Oleh karena itu, aku hanya ingin hidup berdua saja dengan anakku. Menyongsong kehidupan baru yang lebih baik " ucap Karina lagi.


Karina menggeleng,


" Tidak, mungkin dia sudah memiliki keluarga sendiri dan aku tidak ingin merusak kehidupan keluarga mereka. Biar aku saja yang menanggungnya. Lagi pula ini semua kesalahanku sendiri " ucap Karina mengingat kembali jika ia pernah melihat pria itu sedang menggandeng tangan seorang wanita.


" Mba yang kuat ya ! " sahut Jingga sambil mengusap punggung Karina.


Karina tersenyum,


" Mba harap, kamu tidak mengambil langkah yang salah karena kamu pasti akan menyesal jika melakukannya " timpal Karina.


Semalaman Jingga berpikir keras. Akhirnya, ia memutuskan untuk menerima ajakan Satria. Jingga akan mengurus perpisahannya dengan Kevin. Ia akan bersama dengan Satria, pria yang pernah ia cintai dan juga kemungkinan adalah ayah dari anak dalam kandungannya. Jingga mengambil ponsel lalu mengetik pesan kepada Satria.

__ADS_1


" Jingga akan mengikuti kemauan Kak Satria demi anak ini. Besok, Kakak bisa jemput Jingga " tulis Jingga dalam pesannya.


Mendapatkan pesan itu membuat Satria sebang bukan kepalang. Akhirnya, ia bisa membuat Jingga kembali kepadanya dengan sukarela. Ternyata usahanya tidak sia-sia.


Keesokan harinya, Satria sudah berada di kediaman Karina sejak pagi. Ia begitu semangat menjemput Jingga.


" Terima kasih atas kebaikan Mba Karina selama ini. Jingga tidak tahu apa yang terjadi kalau tidak bertemu dengan Mba Karina " ucap Jingga sambil memeluk Karina sebelum pamit


" Aku juga senang melihat kamu sudah bisa memutuskan. Ingat masalah itu untuk dihadapi, bukan ditinggalkan ! " pesan Karina.


" Nanti kalau anakku lahir, kamu mau ya jadi ibu angkatnya ! " pinta Karina.


" Iya, Mba... Jingga mau. Jingga akan jadi ibu yang baik untuk anak Mba Karin. Jingga pergi ya, Mba... " pamit Jingga sambil memeluk Karina.


" Iya hati-hati ! Satria, kamu jaga Jingga baik-baik ya ! " seru Karina kepada Satria.


" Saya akan selalu menjaganya " jawab Satria dengan yakin.


" Aku percaya, kamu tidak akan mengecewakan Jingga. Jangan membuatnya terluka ! " tambah Karina lagi yang diikuti dengan anggukan kepala oleh Satria.


Mereka pun akhirnya berpisah. Jingga masuk ke dalam mobil milik Satria. Dan tak lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh Satria pun meluncur meninggalkan rumah milik Karina.


Satria tersenyum bahagia, sementara Jingga hanya diam memikirkan jika apa yang dilakukannya ini adalah hal yang benar untuknya juga untuk anaknya.


Laju kendaraan milik Satria terhenti saat sebuah mobil menikung jalan dan berhenti tepat di depan mobil yang dikendarai oleh Satria.


" Siapa yang berani menghalangi jalanku ? " gerutu Satria sambil keluar dari mobilnya.

__ADS_1


Jingga hanya diam saja di dalam mobil karena merasa begitu kaget dengan kejadian yang tiba-tiba tersebut. Ia hanya menahan perutnya agar tidak mendapatkan guncangan yang akan membahayakan janinnya.


__ADS_2