Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Kejutan makan malam


__ADS_3

Melihat Kevin yang bersungguh-sungguh meyakinkannya, membuat Jingga memilih percaya kepada ucapan suaminya itu.


Ya, sudah seharusnya aku percaya kepada Mas Kevin. Semua hasil laporan medis juga menyatakan tidak terjadi apapun malam itu. Aku harus yakin jika anak ini adalah anak Mas Kevin


Jingga berusaha meyakinkan dirinya sendiri, ia menepiskan segala kekhawatiran yang selama ini mengganggu pikirannya.


Sementara itu, seorang pria baru saja melemparkan barang-barang di atas mejanya setelah mendengar laporan dari orang suruhannya.


Satria merasa kesal mendengar kabar bahwa Jingga kini tengah hamil. Karena itu berarti, usahanya untuk memisahkan Jingga dan Kevin akan sulit dilakukan dengan kehadiran anak dalam kandungan Jingga.


Sial !


rutuk Satria penuh amarah.


Setelah semua rencana yang ia susun, ternyata Kevin tak melepaskan Jingga. Padahal di dalam angan-angannya, Satria berharap Kevin meninggalkan Jingga dan Jingga akan kembali lagi kepadanya.


Satria menatap layar ponselnya, dimana ia menjadikan potret Jingga sebagai wall paper. Ia menyentuh wajah Jingga yang terlihat cantik dengan senyuman di wajahnya.


Kamu harus kembali padaku, Jingga ! Aku akan melakukan apapun agar kamu kembali padaku !


Disaat seperti itu, Satria melihat galeri ponselnya. Ia tersenyum licik saat melihat beberapa foto dirinya bersama Jingga.


Dengan ini, kamu pasti kembali padaku !


Satria terus tersenyum saat sebuah ide merasuki otaknya. Ia kini memiliki jalan keluar atas masalahnya. Dan kini ia hanya harus berusaha untuk menemui Jingga karena semenjak kejadian itu, Kevin menjaga Jingga dengan ketat sehingga ia tak bisa menemui bahkan tak bisa menghubungi Jingga.


Derrt... Derrt...


Ponsel milik Satria berdering, menampilkan sebuah nomer asing disana. Satria segera mengangkat panggilan tersebut


" Halo... " Satria menjawab panggilan.


" Halo, ini Satria ya ? " tanya seorang wanita.


" Ini... Tante Sita ? " tebak Satria.


" Iya, ini Tante Sita. Syukurlah, kamu masih ingat suara Tante " ucap Mami Sita.


" Ada apa, Tan... ? Jingga baik-baik saja kan ? " tanya Satria khawatir.


" Tenang, Satria... Jingga baik-baik saja. Tante telpon kamu cuma mau mengingatkan kamu untuk hadir di acara makan malam keluarga " jawab Mami Sita.


" Ada acara apa, Tan ? " tanya Satria ingin tahu.

__ADS_1


" Lho, Jingga belum kasih tahu kamu ? " tanya Mami Sita heran.


" Mungkin Jingga lupa Tante " jawab Satria asal.


" Ya sudah, kalau begitu kamu nanti datang ya malam minggu. Kami mau mengadakan makan malam menyambut kehamilan Jingga " jelas Mami Sita.


" Oh begitu, Tan... Jadi Jingga sedang hamil sekarang ? " tanya Satria seolah-olah baru mengetahui kabar tersebut.


" Iya, Satria... Kamu sebentar lagi akan mempunyai keponakan. Jangan lupa, nanti datang ya ! " seru Mami Sita lagi.


" Iya, Tante... Satria pasti datang " sahut Satria.


Kemudian sambungan telpon pun berakhir.


Satria tersenyum miring. Setelah ia kesulitan mendekati Jingga selama ini, akhirnya semesta memberinya jalan keluar dengan sendirinya.


Hari yang Satria tunggu akhirnya tiba. Satria kini berdiri di depan pintu rumah kediaman Argajaya. Ia kemudian masuk menuju ruang makan setelah pelayan membukakan pintu.


" Selamat malam, semua. Maaf saya datang terlambat " ucap Satria menyapa seluruh anggota keluarga yang berada di ruang makan.


Jingga terperanjat saat melihat Satria berdiri disana, begitu pula dengan Kevin. Bahkan Kevin sampai mengeraskan rahangnya saat ia melihat Satria. Hampir saja Kevin berdiri dan mengusir Satria jika saja Jingga tidak menggenggam tangannya.


" Mas... " Jingga meremat tangan Kevin.


" Mami yang undang Satria datang. Mami pikir Jingga sudah kasih tahu Satria. Ternyata, Satria malah belum tahu. Kita kan keluarga, jadi harus merayakan kabar gembira ini bersama-sama " ucap Mami Sita.


" Maaf, Mi... Jingga lupa ! " ucap Jingga tanpa ingin melihat ke arah Satria.


Satria kini duduk diantara mereka. Selama makan, matanya tak lepas menatap Jingga. Sementara Jingga memilih untuk tak menatap Satria. Kini rasa cinta yang dia miliki untuk pria itu sudah menguap karena kejadian tempo hari, yang tersisa saat ini hanyalah benci.


" Satria, Jingga sekarang sudah hamil. Apa kamu tidak ingin menyusul Jingga untuk menikah dan mempunyai anak ? " tanya Mami Sita setelah mereka selesai makan.


" Satria akan segera menikah dan mempunyai anak. Doakan saja agar Satria bisa segera menikahi wanita yang Satria cintai " ucap Satria sambil menatap Jingga.


" Begitu ya. Kalau begitu Mami doakan semoga niat baik kamu segera tercapai ! " sahut Mami Sita dengan tulus.


" Terima kasih, Mi " jawab Satria dengan senyuman di wajahnya.


Melihat hal itu, ingin rasanya Kevin menyumpal mulut pria itu dengan bogemnya. Pria yang sudah membuat istrinya trauma bahkan tanpa rasa bersalah kini datang ke rumahnya bersikap seolah tak terjadi apapun.


" Mas... Jingga mau ke kamar " bisik Jingga pada Kevin.


" Ya sudah, biar Mas antar ! " sahut Kevin lalu bangkit dari duduknya sambil menggandeng Jingga.

__ADS_1


" Semuanya, Kevin sama Jingga ijin ke kamar duluan ! " pamit Kevin sambil merengkuh pinggang Jingga.


" Jingga kamu kenapa sayang ? " tanya Mami Sita khawatir. Ia berjalan menghampiri anak dan menantunya.


" Pusing sedikit, Mi. Jingga mau istirahat dulu " jawab Jingga sambil memijit pelipisnya.


" Ya sudah, kamu istirahat saja duluan. Kevin jaga Jingga baik-baik ! " titah Mami Sita.


" Siap Mi... Kevin akan menjaga Jingga dan anak kami dengan baik " sahut Kevin dengan penekanan seolah sedang menyindir Satria.


Kevin dan Jingga pun kemudian berlalu meninggalkan ruang makan menuju ke kamar mereka. Satria hanya menatap nanar kepergian Jingga. Setidaknya kerinduannya untuk melihat Jingga sudah terbayarkan meskipun tanpa adanya interaksi diantara mereka.


" Kamu baik-baik saja kan sayang ? " tanya Kevin saat Jingga merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


" Iya, Mas. Jingga baik-baik saja. Mas tidak perlu khawatir " jawab Jingga.


" Mas mau kemana ? " tanya Jingga saat Kevin bangkit dari tepi ranjang.


" Mau ke kamar mandi dulu, sayang ! " jawab Kevin sambil mengusap kepala Jingga.


" Mas, jangan pergi... Jingga takut Kak Satria... "


" Dia tidak akan berani berbuat macam-macam disini. Kamu jangan khawatir ! Aku akan selalu menjagamu dan anak kita " Kevin berusaha menenangkan Jingga lalu memeluk istrinya itu dengan erat.


Sementara itu, Satria nampak berbincang bersama dengan Mami Sita dan Papi Tommy. Ryan dan Michel malah sudah pamit pulang lebih dulu.


" Tante, Om... Sepertinya saya harus pamit pulang karena sudah malam " ucap Satria dengan sopan.


" Baiklah, terima kasih sudah mau datang ya Satria. Kamu tidak pamit dulu pada Jingga dan Kevin ? " sahut Mami Sita.


" Tidak perlu, Tante. Kasihan Jingga, dia sepertinya butuh banyak istirahat " timpal Satria.


Satria berjalan menuju mobilnya, kemudian membawa sebuah hadiah yang sudah dia siapkan untuk Jingga.


" Tante, saya minta tolong pada Tante untuk memberikan hadiah ini kepada Jingga karena saya tidak bisa memberikannya langsung " mohon Satria.


" Kalau begitu, biar Om panggilkan Kevin saja supaya kamu bisa memberikan langsung "


" Tidak perlu, Om. Kasihan Kevin pasti sedang menemani Jingga. Biar saja nanti Tante yang menyampaikan kepada Jingga " potong Satria sambil memberikan paper bag yang berisi sebuah kotak yang telah dibungkus rapi.


" Baiklah, nanti Tante berikan kepada Jingga. Terima kasih ya Satria " ucap Mami Sita.


" Kalau begitu, saya permisi Om, Tante... Titip salam untuk Jingga dan Kevin " pamit Satria kemudian meninggalkan kediaman Argajaya.

__ADS_1


Kita lihat saja, setelah membuka hadiah ini, kamu pasti meninggalkan Kevin


__ADS_2