Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Rencana bulan madu ?


__ADS_3

Kevin dan Jingga benar-benar dibuat kaget oleh perbuatan Mami Sita dan Papi Tommy. Bisa-bisanya mereka membuat rencana bulan madu tanpa membicarakannya dulu.


" Mana bisa pergi lusa, Mi. Kevin kan banyak pekerjaan di kantor " tukas Kevin.


" Kerjaan terus di otak kamu itu. Mami sama Papi buat rencana ini karena kepikiran kamu. Supaya kalian bisa menghabiskan waktu berdua. Kamu itu, bukannya berterima kasih sama Mami. Nanti baru tahu kalau istri kamu itu ada yang bawa lari karena kamu sibuk sama pekerjaan kamu itu " dumel Mami Sita.


Ucapan Mami Sita membuat Kevin sedikit tersentil. Apalagi dengan kemunculan Satria saat ini, ya siapa yang tahu niatan dari Satria kembali adalah untuk membawa pergi Jingga dari sisinya.


" Ya, sudah. Kevin terima rencana Mami sama Papi " ucap Kevin pada akhirnya.


" Nah, begitu kan lebih baik. Jadi Mami sama Papi bisa cepat nimang cucu. Ingat ya ! Pulang dari sana harus sudah isi ! " seru Mami Sita.


" Isi... Isi koper sama oleh-oleh " celetuk Kevin asal.


Mami Sita langsung melotot kepada Kevin.


" Kamu siap-siap Jingga. Oh iya, jangan lupa undang kakak kamu itu supaya besok dia makan malam bersama disini sekalian kasih tahu kalau lusa kalian berangkat ke Paris " seru Mami Sita lagi.


Kevin dan Jingga saling berpandangan saat mendengar titah Mami Sita ini.


" Sebaiknya Kakaknya Jingga tidak tahu rencana kita ini, Mi. Nanti saja kalau kami sudah pulang dari Paris baru diundang kesini " sahut Kevin.


" Lho, memangnya kenapa ? Kakaknya Jingga itu kan baru saja pulang dari luar negri. Nanti dia bilang apa kalau tahu kalian pergi tapi tidak pamitan. Sudah tidak apa, dikasih tahu saja. Sekalian minta dia doain juga supaya kalian cepat punya bayi " tukas Mami Sita yang tidak bisa ditolak lagi oleh Kevin dan Jingga.


" Mas... Sebaiknya Kak Satria tidak perlu diberi tahu. Takutnya nanti... " Jingga tak meneruskan ucapannya saat Kevin mendekatinya.


" Kenapa hem ? Takut kalau kakak kamu itu ganggu rencana kita ? " tanya Kevin.


Detak jantung Jingga terasa tak karuan saat Kevin kini berada di hadapannya.


" Itu... Ng... "Jingga menggigit bibirnya lalu memalingkan wajah saat Kevin menatapnya.


" Jingga, kamu yakin akan melupakan Satria ? " tanya Kevin sambil menangkup wajah Jingga membuat mata keduanya beradu pandang.


Jingga menganggukkan kepalanya.


" Kalau begitu, kamu harus undang Satria. Buat dia paham kalau kamu memang ingin melupakannya " seru Kevin.


" Kamu bisa kan ? " tanya Kevin menatap ke dalam mata Jingga. Ia ingin melihat kesungguhan dari Jingga.

__ADS_1


Jingga mengangguk dan membuat Kevin seketika tersenyum. Entah mengapa rasanya bahagia mengetahui Jingga memang berusaha untuk membuang masa lalunya. Sama seperti yang terjadi pada dirinya, mencoba melupakan masa lalu.


Jingga menghubungi Satria seperti yang sudah diminta oleh Kevin. Terdengar nada sambung, namun tak dijawab oleh Satria. Hingga ketika Jingga kemudian akan memutuskan panggilannya terdengar suara Satria mengangkat panggilan dengan tergesa.


" Ya, Jingga ? Maaf aku baru keluar dari kamar mandi " ucap Satria.


" Ya, tidak apa Kak " sahut Jingga.


" Kak, sebenarnya Jingga diminta Mami Sita untuk mengundang Kakak makan malam besok di rumah " jelas Jingga.


" Makan malam ? Besok ya ? " tanya Satria seolah sedang berpikir.


" Iya. Kalau kakak ada acara lain tidak perlu memaksakan diri untuk datang " sahut Jingga saat mendengar nada suara Satria yang tak langsung mengiyakan.


" Siapa bilang tidak bisa ? Aku akan datang ! " tukas Satria dengan yakin.


Jingga menghela nafasnya.


" Baiklah, kalau begitu sampai jumpa besok " ucap Jingga mengakhiri panggilan.


" Jingga... " panggil Satria sebelum Jingga benar-benar menutup panggilannya.


" I love you ! " ucap Satria dengan sangat jelas dan lantang membuat waktu terasa membeku bagi Jingga.


Sebuah pernyataan cinta yang seharusnya membuat Jingga berbunga-bunga namun justru semakin membuat Jingga berada dalam posisi sulit.


" Sampai ketemu besok, Kak " ucap Jingga lalu dengan segera menutup panggilannya.


Jingga menggenggam ponselnya dengan erat. Perasaannya berkecamuk. Rasanya ingin sekali ia menumpahkan air matanya yang sudah berada di pelupuk matanya.


Jingga mengipas-ngipas wajahnya menggunakan tangannya sambil terus berbisik dalam hati.


Lupakan Satria ! Sudah tidak ada jalan untuk kembali bersamanya. Mulai sekarang hidup dan hatimu hanya untuk suamimu ! Ingat itu Jingga !


Kevin baru saja masuk kembali ke kamar setelah pergi ke ruang kerja untuk mengerjakan beberapa pekerjaannya. Kevin melihat Jingga dudukdi tepi ranjang sambil memegangi ponselnya.


" Sayang, kamu sudah hubungi Satria ? " tanya Kevin yang membuat Jingga terhenyak.


" Iya, sudah Mas... " jawab Jingga singkat.

__ADS_1


" Kamu ada masalah ? " tanya Kevin karena melihat raut wajah Jingga yang sedikit berbeda.


Kevin berjalan mendekat ke arah Jingga.


" Jingga... Kalau ada masalah, kamu bisa menceritakannya padaku ! " seru Kevin lalu duduk di samping Jingga.


" Tidak ada apa-apa, Mas ! Tadi Kak Satria bilang akan datang besok " jelas Jingga lesu.


" Jingga, sayang... Kamu yakin baik-baik saja ? " tanya Kevin lagi.


" Jingga baik-baik saja, Mas... Jingga cuma khawatir besok Kak Satria malah mengacaukan rencana Mami dan Papi " jawab Jingga lirih.


" Tidak akan terjadi apapun, kamu tenang saja " ucap Kevin menenangkan Jingga dengan mengusap punggung Jingga.


" Mas... " Jingga menatap wajah Kevin.


" Hem ? " sahut Kevin sambil membalas tatapan Jingga.


" Terima kasih sudah ada untuk Jingga " ucap Jingga lalu memeluk Kevin dengan erat.


" Terima kasih juga karena kamu sudah hadir dalam hidupku dan membahagiakan Mami dan Papi " sebut Kevin sambil mengecup pucuk kepala Jingga.


Akhirnya acara makan malam yang ditunggu tiba juga. Satria bahkan sudah tiba sebelum jam makan malam. Dan tentu saja itu membut Mami Sita dan Papi Tommy bahagia karena bisa berkumpul dengan keluarga Jingga.


" Nak Satria, jadi kamu mau tinggal di kota ini sekarang ? " tanya Papi Tommy.


" Iya, Om... Rencananya begitu. Satria mau buka anak cabang perusahaan disini. Sudah cukup beberapa tahun belakangan ini, saya terpisah dari Jingga dan saya hanya ingin dekat dengan Jingga sekarang " jawab Satria sambil menatap Jingga penuh arti.


" Jadi begitu rupanya. Ya, itu lebih baik karena Jingga akan dekat dengan kakaknya. Semoga saja dengan adanya kamu di kota ini, membuat Jingga merasa tidak kesepian lagi " sahut Mami Sita.


" Jadi akhir-akhir ini, kamu pasti sibuk mengurus berkas-berkas perusahaan ? " tanya Papi Bima lagi.


" Iya, sepertinya begitu Om " jawab Satria sopan.


" Tidak apa Nak Satria. Kamu bisa fokus mengurus perpindahan perusahaan. Tidak perlu mengkhawatirkan Jingga. Karena besok, Jingga dan Kevin akan berangkat bulan madu selama dua minggu ke Paris. Tolong doakan mereka ya, supaya saat kembali nanti mereka bisa memberikan kabar baik mengenai kehadiran anak diantara mereka " ucap Mami Sita dengan polosnya.


" Apa ? Jingga dan Kevin akan berangkat bulan madu besok ? " tanya Satria begitu kaget.


" Iya, mereka akan pergi besok ! Ada masalah ? " tanya Mami Sita sedikit heran dengan sikap yang ditunjukkan oleh Satria.

__ADS_1


" Ah, tidak ada masalah Tante. Hanya saja saya kaget karena saya baru datang tapi justru Jingga dan Kevin malah pergi " jawab Satria tak ingin membuat kedua mertua Jingga itu curiga.


__ADS_2