Story Of Kevin Argajaya

Story Of Kevin Argajaya
Rencana Tes DNA


__ADS_3

Damar bergeming saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Kevin. Ia tidak pernah berpikir sampai kesana.


Sejujurnya, Damar berharap jika ayah kandung Haziq tidak pernah muncul. Egois, satu kata yang mungkin akan Damar terapkan seandainya ada yang merusak kebahagiaan keluarga kecilnya. Apalagi mana bisa Damar membiarkan Aluna yang terlanjur menyayangi Haziq selayaknya anak kandungnya sendiri.


" Mar... Damar ! " Kevin menepuk bahu Damar.


" Eh iya, ada apa ? " tanya Damar bingung.


" Sebenarnya ada apa denganmu ? Kenapa malah melamun. Apa pertanyaanku tadi mengganggu pikiranmu ? " selidik Kevin.


" Maaf... Hanya saja aku tidak pernah berpikir jika ayah kandung Haziq akan datang dan membawa Haziq pergi. Bukankah seharusnya ia muncul sejak lama " sahut Damar.


" Ya, kau memang benar tentang itu. Akan tetapi, mungkin saja dia tidak tahu keadaan sebenarnya. Kau tadi mengatakan jika Karina berniat menjebakmu, jadi ada kemungkinan ia bersama ayahnya Haziq karena ketidaksengajaan. Dan bisa saja, ayah kandung Haziq itu tidak tahu keberadaan Haziq " tukas Kevin seolah ingin memberi tahu Damar jika memang dia tidak pernah tahu keberadaan Haziq.


" Lalu untuk apa dia muncul sekarang ? " tanya Damar.


" Mungkin untuk menebus kesalahannya. Kita tidak pernah tahu apa yang menyebabkannya mengabaikan Karina dan Haziq " jawab Kevin.


" Hem, mungkin saja " sahut Damar lalu memgalihkan pandangannya ke arah Haziq dan Anik.


Disaat yang sama Haziq dan Anik melambaikan tangannya kepada Damar. Damar pun balas melambaikan tangan sambil tersenyum.


Saat ini, ia tidak tahu apa yang akan dilakukannya seandainya ayah kandung Haziq benar-benar muncul. Apakah dirinya, Aluna dan juga Anik siap untuk berpisah dengan Haziq ?


Papa akan berusaha mempertahankanmu meskipun kamu bukanlah darah daging kami.


Batin Damar sembari menatap Haziq yang terlihat sangat gembira bermain dengan Anik.


Pandangan Kevin kini ikut teralih melihat Haziq. Ia meyakini jika Haziq memanglah anak kandungnya. Anak yang tidak pernah ia ketahui keberadaannya bahkan ia tak pernah tahu jika apa yang ia lakukan secara tak sengaja bisa menjadi seorang anak yang sangat tampan.


Ayah akan memperjuangkanmu, Haziq... Kita akan segera bersama dan tak akan terpisahkan lagi !


Tekad Kevin dalam hati.

__ADS_1


Mereka akhirnya berpisah. Kedua keluarga itu pun kembali ke kediamannya masing-masing. Hingga akhirnya aktivitas mereka dimulai kembali di awal minggu setelah rehat sesaat dari aktivitas mereka yang padat.


" Mas, tadi Mas bicara apa dengan Damar ? " tanya Jingga saat mereka berbaring di atas tempat tidur.


Hal yang biasa mereka lakukan, pillow talk sebelum mereka tidur. Hanya untuk menambah keintiman, saling terbuka juga saling menghargai satu sama lain.


" Hanya membicarakan masalah anak-anak juga tentang Karina " jawab Kevin.


" Karina ? Maksudnya Mba Karina ? " tanya Jingga sambil mengerutkan kedua alisnya.


" Ya, sepertinya Karina mereka dan Karinamu memang orang yang sama " jawab Kevin lagi.


" Ya Tuhan... Berarti Haziq itu anak Mba Karina ? " tanya Jingga lagi sambil menutup mulutnya.


" Ya... Tadi Damar sempat menjelaskannya. Karina meninggal karena kecelakaan saat menyelamatkan Aluna. Karena kejadian itu, baik Aluna maupun Karina harus melahirkan segera. Mereka berdua mealahirkan di hari yang sama, hanya saja Karina tidak tertolong. Oleh karena itu, Aluna dan Damar membawa Haziq dan menyatakan jika Haziq adalah anaknya dan sekaligus kembaran Anik " beber Kevin.


" Akhirnya, Jingga bisa bertemu dengan anaknya Mba Karina... " ucap Jingga penuh rasa syukur.


" Kamu bahagia menemukannya ? " tanya Kevin.


Apa kamu juga akan menerimanya jika tahu bahwa Haziq itu anakku ?


" Mas... Mas Kevin kenapa ? " tanya Jingga heran saat melihat Kevin seperti menyembunyikan sesuatu.


" Tidak apa-apa . Tidurlah ! Ini sudah larut malam ! " seru Kevin sambil mengecup puncak kepala Jingga dengan lembut.


" Mas yakin tidak ada yang Mas sembunyikan dari Jingga ? " tanya Jingga seolah meminta penjelasan dari Kevin.


Kevin bergeming, ia masih menyiapkan diri untuk mengatakan yang sebenarnya. Kendati Jingga selalu memintanya untuk mencari keberadaan wanita itu yang tak lain adalah Karina, namun Kevin merasa ragu untuk menceritakan yang sebenarnya kepada Jingga. Ia takut Jingga kecewa kepadanya lalu membenci dirinya.


" Mas... Sebenarnya ada apa ? Mas tidak ingin membicarakannya dengan Jingga ? " tanya Jingga lagi.


Kevin menarik nafasnya dalam-dalam.

__ADS_1


" Jingga... Jika aku menceritakan hal ini, aku harap kamu bisa menerimanya dengan baik dan hati yang lapang " ucap Kevin yang justru membuat Jingga semakin penasaran.


" Sebenarnya ada apa Mas ? " tanya Jingga khawatir.


" Jingga... Sebenarnya... Mungkin wanita yang dulu bersamaku itu adalah Karina " jawab Kevin sambil membuang nafasnya.


" Maksud Mas bagaimana ? " tanya Jingga bingung dengan jawaban yang dilontarkan oleh Kevin.


" Maksud Mas Kevin, wanita yang bersama Mas Kevin itu Mba Karina ? Mba Karina yang sama yang sudah melahirkan Haziq ? " selidik Jingga.


" Hem... Sepertinya begitu, tapi itu baru pemikiranku. Bisa saja itu salah " jawab Kevin.


" Berarti kalau Mba Karina itu wanita yang bersama kamu malam itu, maka Haziq itu bisa dipastikan adalah anak kamu Mas " sahut Jingga menarik kesimpulannya.


" Akhirnya kita menemukan anak kamu, Mas. Dari awal, Jingga sudah merasa jika Haziq dan kamu itu ada hubungan darah. Dan sekarang dugaanku itu ternyata benar, Mas " tambah Jingga kali ini ia meneteskan air mata. Air mata kebahagiaan.


" Kalau begitu kita ceritakan kepada Aluna dan Damar saja, Mas. Supaya mereka bisa menyerahkan Haziq kepada kita " sebut Jingga semangat.


" Tidak semudah itu, sayang... Mas yakin Damar dan Aluna tidak akan menyerahkan Haziq begitu saja. Apalagi tadi Damar mengatakan jika ia dan Aluna sangat menyayangi Haziq bahkan sudah menganggap Haziq anak mereka sendiri " jelas Kevin.


" Lalu kita harus bagaimana Mas ? Jingga ingin sekali merawat anak Mas Kevin " ucap Jingga lirih.


" Kita harus membuktikannya lebih dulu. Kita harus memastikan jika Haziq itu adalah anak kandungku " seru Kevin sambil memeluk tubuh Jingga.


" Bagaimana caranya, Mas ? Apa kita lakukan tes DNA saja ? " tanya Jingga.


" Ya, itu sudah Mas pikirkan. Kita akan melakukan tes DNA tanpa diketahui oleh Damar dan Aluna " jawab Kevin.


Kevin kemudian meminta Jingga untuk diam-diam mengambil rambut Haziq dan setelahnya ia akan memeriksakannya ke laboratorium.


" Baiklah, Mas. Secepatnya Jingga akan melaksanakan rencana Mas Kevin " ucap Jingga.


" Kamu tidak keberatan mengasuh Haziq meskipun dia bukan anak kandungmu ? " tanya Kevin membuat Jingga menatap Kevin dengan lekat.

__ADS_1


" Mas, sejak awal Jingga tahu konsekuensinya. Meskipun Mas Kevin dulu melakukannya karena tidak sadar bukan tidak mungkin kalian memiliki seorang anak. Jingga menerimanya, bahkan sudah sejak lama Jingga meminta Mas Kevin untuk mencari wanita itu. Sekarang Jingga bahagia karena akhirnya Mas Kevin memiliki kesempatan untuk bersama dengan anak kandung Mas Kevin. Apalagi Jingga juga pernah berjanji kepada Mba Karina untuk merawat anaknya nanti. Mungkin inilah saatnya Mas " jawab Jingga panjang lebar.


" Terima kasih, Jingga... Aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu "


__ADS_2