Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Bab. 10


__ADS_3

" Key, kau ingin ku pukul hah?! Sikapmu benar-benar membuatku kesal hari ini! " Gerutu Sisil kaget karena kedatangan Key yang tiba-tiba menarik kursi kerjanya dengan kasar hingga berdecit.


Sia-sia kedatangan Key keruangan Adit tadi, secara tidak langsung Adit mengusirnya, dan itu sangat menyebalkan bagi Key. Ingin rasanya Key memaki pria itu dan menghajarnya jika bisa, tapi akal sehatnya masih bekerja untuk melakukan itu semua. Sepertinya Dia harus menyerah dengan segala rencananya yang ingin terbebas dari Adit, karena itu sangat tidak mungkin terjadi.


Key membuka laptopnya sedikit kasar. " Menyebalkan, jika bukan bos ku, sudah ku cincang dia tadi!! " Gerutu Key yang masih kesal dengan perilaku bosnya itu. Mengabaikan gerutuan Sisil padanya.


Brak!!


Dengan sengaja Sisil menggebrak mejanya, dan itu sukses membuat Key dan orang yang berada di ruangan itu menoleh karena kaget.


" Sisil, kau membuatku kaget! bagaimana jika aku jantungan hah!!" Kesal Key dengan kelakuan temannya itu.


Sisil menoleh dan menatap tajam Key yang bingung. " Kau yang membuatku jantungan sedari tadi karena sikap aneh mu itu. Apa kau tidak sadar?! Kau tiba-tiba berteriak keras dan menggerutu tidak jelas di kantin tadi, setelah itu kau meninggalkanku dan memintaku membayar makananmu, dan pergi begitu saja. Kau sungguh membuatku kesal sedari tadi dengan sikap aneh mu itu, dan sekarang kau kembali bersikap aneh setelah datang dari luar, ada apa denganmu?! "


Cecar Sisil membuat Key terdiam, bukan karena takut dengan kemarahan Sisil tapi karena dia sadar dengan tingkahnya yang memalukan tadi.


" Hehehe... benarkah? apa aku seperti itu tadi " Tanya Key dengan cengiran tanpa dosanya membuat Sisil berdecak kesal..


" Kau pikir aku bercanda! semua orang melihat padamu, kau sudah seperti orang tidak waras saja berteriak seperti itu " Ketusnya.


" Aish... itu memalukan sekali, pasti mereka menertawakan ku sekarang. Bodoh, bodoh! " Key merutuki kebodohannya sendiri.


" Kau memang bodoh " Timpal Sisil mengatakan Key bodoh.


Key merasa hari ini adalah hari tersialnya, masalah bertubi-tubi datang padanya. Sejak pertemuannya yang tak sengaja dengan bosnya waktu itu, perlahan hidup Key berubah, dan yang menyakitkan perubahan hidupnya bukan ke arah positif bahkan sebaliknya, hidupnya serasa penuh dengan masalah setiap harinya.


" Hidupku benar-benar tidak pernah damai setelah bertemu dengan pria menyebalkan itu! " Batin Key mengutuk Adit sebagai pembawa sial

__ADS_1


" Memang kau sedang ada masalah apa? " tanya Sisil.


Lamunan Key pecah mendengar pertanyaan Sisil. Key bingung harus menjawab apa, tidak mungkin jika dia bilang apa yang sebenarnya terjadi, dia tidak ingin kedamaian hidupnya yang sudah hancur akan semakin hancur karena sebenarnya berita itu adalah tentang dirinya dengan sang bos, karena sampai sekarang belum ada yang mengetahui jika itu adalah dirinya, sebab fotonya tidak terlalu jelas, dan itu seperti disengaja oleh orang yang mengambil foto itu, membuat Key seakan misterius.


Key ingin menikmati ketenangannya saat ini, sebelum sosoknya terbongkar karena konferensi pers yang akan dilakukannya nanti.


yang Key pikirkan sekarang adalah mama dan pekerjaannya, di satu sisi dia ingin menyembunyikan berita ini dari mamanya, dan di sisi lain dirinya sudah terikat janji dengan bosnya dengan jaminan kerja dan hidup aman. Kepala Key serasa berputar jika memikirkan itu semua.


" Ah itu .... tidak ada aku hanya kesal pada orang, di jalan tadi " Jawab Key berusaha setenang mungkin, tidak ingin membuat Sisil curiga


" Benarkah? kau seperti sedang menyembunyikan sesuatu dariku" Tukas Sisil dengan mata memicing mengintimidasi


Key berusaha tidak terpancing dengan tatapan Sisil, dia berusaha bersikap tenang meski jantungnya berdegup kencang dengan Sisil yang terus menatap mengintimidasinya.


" Te-tentu saja tidak!! memang, aku menyembunyikan apa? " Gugup Key tidak berani menatap Sisil


" Sudahlah, tidak penting, cepat selesaikan pekerjaanmu! " Suruh Key mencoba mengalihkan pembicaraan


Sisil yang belum puas dengan jawaban Key, masih terus menatap Key yang sudah melanjutkan pekerjaannya dengan tatapan memicing mengintimidasi.


" Apa kau akan terus menatapku Sil, nanti bos marah jika pekerjaanmu belum selesai " Ujar Key tidak mengalihkan pandangannya dari laptop. Mendengar kata bos, Sisil langsung berbalik melanjutkan pekerjaannya, membuat Key bernapas lega karena rencananya berhasil membuat Key berhenti menatapnya.


" Bagaimana? apa kau benar-benar sudah menemukan siapa yang mengambil foto itu? " Tanya Adit tak sabar.


" Benar tuan, sekarang saya masih berusaha mengulik identitas orang itu, karena menurut anak buah saya, dia bukan orang biasa, atau sebelumnya dia pernah menjabat sebagai orang penting. " Jelas Dika


Saat ini mereka sedang berada di apartemen Adit, begitu Adit meminta Dika membicarakan hal penting itu di luar, Adit akhirnya meminta Dika untuk ke apartemennya saja, karena untuk saat ini apartemennya adalah tempat paling aman, dimana Adit masih berusaha bersembunyi dari banyaknya media yang berusaha meliputnya meminta keterangan.

__ADS_1


Gedung apartemen yang di tempati Adit, merupakan bagian dari perusahannya, jadi tidak heran jika apartemennya adalah tempat aman untuknya bersembunyi dari media karena penjagaannya yang ketat. Tidak ada satupun awak media yang berhasil masuk di gedung itu karena penjagaannya yang memang diperketat oleh Adit semenjak berita itu muncul. Adit sengaja melakukan itu, karena ia tau pasti, jika dirinya akan diburu oleh wartawan.


" Orang penting? apa dia seorang pengusaha atau pejabat? " Tanya Adit penasaran


" Untuk itu saya belum tahu pasti tuan, saya hanya mendapat laporan jika orang itu dulunya adalah orang penting. Saya akan terus berusaha mencari data tentang orang itu tuan, anda tidak perlu khawatir, saya akan terus mengabarkan anda, tentang perkembangannya. " Jawab Dika


" Baiklah, kuharap kau bisa menemukannya dengan cepat dan terus kabari aku perkembangannya " Ucap Adit


" Baik tuan, kalau begitu saya permisi " Pamit Dika


Adit hanya mengangguk sebagai jawaban.


" Orang penting? sebenarnya siapa dia? " Gumam Adit begitu Dika keluar.


Adit begitu penasaran dengan orang yang dimaksud Dika tadi. Entah apa tujuannya, tapi jika dilihat orang itu memang sengaja ingin menjatuhkan Adit, entah apa alasannya.


Adit tidak ingin memikirkan itu, karena hal itu sudah ia serahkan pada asisten kepercayaannya, yang Adit pikirkan saat ini ialah konferensi pers yang akan dilakukannya nanti. Sekarang ia masih berusaha mengumpulkan bukti-bukti yang akan dia tampilkan nanti begitu konferensi pers.


Informasi yang diberikan Dika tentu membuat Adit merasa sedikit lega, karena satu-persatu masalah sudah mulai terselesaikan, hanya masalah utama yang masih belum menemukan titik terang, yaitu dalang dibalik semua ini. Adit yakin semua ini sudah terencana sebelumnya, dan pasti ada dalang dari balik semua ini.


Adit memutuskan kembali ke kantor setelah Dika pergi, ia masih harus menyelesaikan pekerjaannya yang masih menumpuk di mejanya, Adit harus segera menyelesaikannya karena setelah itu, ia akan disibukkan dengan konferensi pers yang akan dilakukannya nanti.


" Adit!! " Panggil seseorang begitu Adit tiba di kantornya.


TBC


HAPPY READING, SEMOGA SUKA😊😘

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan vote nya temen-temen 🙏😊


__ADS_2