
Adit dan Felly kini berada di restoran tidak jauh dari kantor, karena Adit yang meminta. Ia masih harus kembali ke kantor setelah ini karena ada rapat penting setelah makan siang.
Sebenarnya Felly ingin mengajak Adit menemaninya jalan-jalan, karena ia sudah lama berada di luar negeri. Ditambah dirinya yang masih kecil saat meninggalkan negara kelahirannya ini. Jadilah sekarang mereka hanya akan makan lalu kembali setelahnya.
" Siapa? " Tanya Adit
" Mama Sarah. Dia bertanya apa aku sudah bertemu dengan kakak. " Jawab Fey yang menerima pesan dari mama Adit.
Adit mengangguk dan melanjutkan makannya. Ia sudah mengirim pesan pada Johan jika dirinya tidak bisa menemuinya saat ini, dan akan menemuinya besok.
" Ah ya kak, lusa Daddy dan Mommy meminta ku untuk mengajak mama, papa, dan kak Adit makan malam di rumah, karena mereka tidak sempat menemui kalian, maka dari itu Mommy dan Daddy mengajak kalian untuk makan malam, bagaimana kak Adit mau kan? Aku juga sudah memberitahu mama tadi " Tanya Felly lebih tepat memohon agar Adit tidak menolak.
" Lusa? " Tanya Adit dijawab anggukan Felly
" Baiklah sepertinya aku tidak lembur lusa. "
" Aaa! ... terimakasih kak! " Girang Felly begitu Adit mengiyakan ajakan makan malam bersama di rumahnya.
Adit tersenyum melihat tingkah menggemaskan Felly. Sikapnya tidak jauh berbeda sejak dulu, selalu riang dan begitu ekspresif. Adit yang memang anak tunggal sedikit terobati dengan kedatangan Felly, jujur saja sejak dulu ia sudah mendambakan seorang adik di hidupnya namun harus pupus karena sang mama yang berkali-kali keguguran akibat kandungannya lemah karena terlalu lelah bekerja. Ia juga tidak berani meminta pada orang tuanya karena hubungan mereka yang memang tidak baik waktu itu.
Tapi sekarang tidak lagi, kehadiran Felly sudah cukup meskipun ia sempat melupakan gadis cantik itu karena mereka sudah berpisah bertahun-tahun.
" Kau tau kak, aku sempat kesal karena bertemu wanita menyebalkan di kantor kakak tadi. Wanita itu sangat menyebalkan karena menabrak ku, hampir saja aku jatuh. Dan wanita itu bukannya meminta maaf malah memandangiku seperti melihat hantu saja, menyebalkan! " Felly mengunyah makanannya kasar karena kesal mengingat kejadian tadi.
Felly terlihat begitu kesal karena insiden tabrakannya dengan Key beberapa waktu lalu. Felly semakin kesal dengan tingkah Key yang menatapnya tak biasa seolah melihat hantu. Maka dari itu Felly pergi begitu saja meninggalkan Key yang terus menatapnya.
Flashback on
" Apa kau tidak bisa menggunakan matamu dengan benar! " Marahnya menyalahkan Key yang menjadi korban. Tapi sayang kemarahannya diabaikan oleh Key yang justru menatap dirinya dari atas sampai bawah.
" Hei nona! apa kau mendengar ku! minta maaf sekarang! " Pinta Felly dengan angkuhnya, namun tetap tidak membuat Key bergeming dari lamunannya.
Kejadian heboh itu mengundang perhatian karyawan lain yang melintas. Mereka saling berbisik dan bertanya-tanya siapa Felly, dan keberanian Felly yang memarahi Key notabenya adalah tunangan dari pemilik perusahaan.
__ADS_1
" Berani sekali dia memarahi tunangan bos, apa dia tidak tau jika Key adalah tunangan bos. "
" Kau benar, tapi aku senang melihatnya, biarkan saja dia mewakili kita memarahi gadis tidak tahu malu itu. "
Cibiran pedas kembali keluar dengan mulus dari bibir salah satu karyawan yang melintas di sana dan menyaksikan perdebatan itu. Untung saja Key masih sibuk dengan lamunannya jika tidak mereka tidak akan kembali dengan selamat karena amukan Key yang mematikan.
Felly yang tidak nyaman dengan tatapan Key dan orang yang mulai memperhatikan mereka semakin banyak, ia memilih pergi dengan kesal. Membuat karyawan yang menonton mereka mendesah kecewa karena tontonan seru harus berakhir begitu saja.
Flashback off
" Kau itu masih kecil sudah berani mencari masalah dengan yang lebih tua. " Adit tertawa lebar dan mengacak rambut Felly pelan saat mendengar cerita Felly yang menurutnya lucu. Felly yang begitu berani memarahi karyawannya yang lebih tua. Satu lagi sifat Felly yang baru Adit ketahui yaitu arogan sama sepertinya. Mengingat itu Adit semakin tertawa.
" Karena dia sangat menyebalkan. " Jawab Felly dengan bibir cemberut.
" Ah ya Kak... tadi aku sempat mendengar jika gadis itu adalah tunangan bos. Apa dia tunangan kak Adit? tidak mungkin bukan jika dia tunangan papa Feri. " Tanya Felly saat mengingat ucapan salah satu karyawan tadi.
Adit terkesiap mendengar ucapan Felly. Ia tidak menyangka wanita yang dimaksud Felly adalah Key. Hampir saja ia tersedak tadi, sekarang ia bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin ia berbohong karena pasti Felly mencari tau kebenarannya.
" Hm.. kau benar dia tunangan ku. " Jawab Adit berusaha sesantai mungkin.
" Ya seperti yang kau dengar tadi, aku sudah bertunangan dengan wanita yang kau temui tadi. "
" Kenapa? " Tanya Adit.
" Tidak apa-apa, aku turut senang mendengarnya, sayangnya aku tidak bisa melihat kalian bertunangan. " Jawab Felly menutupi kesedihannya.
" Tidak masalah lagi pula acaranya mendadak waktu itu. "
" Lebih baik kita selesaikan makan kita, karena aku harus segera kembali ke kantor. " Ucap Adit tidak menyadari kesedihan Felly.
Mereka makan dengan tenang. Felly menjadi lebih diam setelah mengetahui Adit bertunangan. Nafsu makannya mendadak hilang karena itu. Tapi ia berusaha bersikap seolah baik-baik saja di depan Adit.
*
__ADS_1
*
" Dari mana saja kau! " Todong Sisil begitu Key masuk ke ruangannya. Sisil bersidekap dada melihat Key yang tidak menghiraukan dirinya yang marah.
Tentu saja kedatangan Key itu tidak luput dari pandangan sinis rekannya. Tapi Key abaikan karena ada sesuatu yang harus ia bicarakan dengan Sisil.
" Dari toilet " Jawab Key tenang tanpa rasa bersalah dan langsung duduk di kursinya.
Key mendongak ke arah Sisil yang masih berdiri di sampingnya dengan kesal. Key menghela napas sadar jika temannya itu masih marah padanya. " Sil duduk dulu, kau bisa memarahiku nanti, ada yang ingin ku bicarakan padamu. " Key meminta Sisil untuk duduk dan dituruti Sisil.
" Kau tau Sil, pria licik itu sebenarnya punya adik. Aku melihatnya sendiri tadi. " Ucap Key pelan agar tidak ada yang mendengarnya.
" Apa, bukankah bos Adit anak tunggal? " Kaget Sisil.
" Aku juga tidak mengerti, tapi tadi kata tuan Dika jika mereka sudah lama tidak bertemu. Gadis itu juga memanggilnya kakak. "
" Kau menguping Key? " Tanya Sisil sebab Key tau segalanya.
" Tentu saja, mana mungkin aku bisa tau jika aku tidak menguping. " Jujur Key.
Sisil kaget mendengar jawaban Key yang sangat jujur itu. Pantas saja jika temannya ini tau segalanya.
Sementara Key merutuki mulutnya yang ember. Ia sudah berencana menutupi ini dari Sisil, tapi karena antusiasnya ia jadi mengatakannya. Tapi ia tidak bisa mengelak lagi sekarang, jadi ia memutuskan meneruskannya.
*
*
*
*
*
__ADS_1
TBC
Happy Reading😘