Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Bab. 9


__ADS_3

" Key, apa Kau tidak mendengar Ku bicara dari tadi?!


Kesal Sisil karena Key yang mengacuhkannya sedari tadi.


" Astaga key! " Ucap Sisil sedikit menaikkan suaranya dengan mengguncang tubuh Key yang masih asik dengan lamunannya.


Besoknya Key kembali bekerja Dia tidak berani lagi melanjutkan rencana kaburnya setelah ancaman Adit kemarin Rencana konyol yang disusunnya hancur seketika. Entah bagaimana Adit mengetahui niatnya yang ingin melarikan diri. Harapan Key yang ingin hidup tenang, harus hancur sebelum dimulai.


" Aahh!! " Teriakan Key, sontak membuat Sisil kaget dan mengundang tatapan aneh semua orang yang kini tertuju pada mereka berdua. Sisil bahkan mengusap dadanya karena terkejut.


" Tidak, dia tidak bisa seenaknya padaku, Aku harus melawannya,. Aku tidak peduli dia bos atau apapun! aku juga korban di sini !! "


Lanjutnya dengan racauan tidak jelas, dan gebrakan pada meja membuat Sisil bergidik ngeri. Semua orang menatap aneh pada Key, terutama Sisil yang masih kaget dengan kelakuan Key tadi yang tiba-tiba berteriak tidak jelas.


" Key, apa kau sudah tidak waras! Kau membuatku kaget dengan teriakan mu tadi! " Gerutu Sisil kesal mengusap dadanya yang masih kaget.


" Kau mau kemana?! " Tanya Sisil begitu Key beranjak dari tempat duduknya, tanpa menyentuh makan siangnya sedikitpun.


Mereka berdua tengah makan siang di kantin seperti biasa setelah lelah bekerja. Bedanya suasana mereka berdua tidak seperti biasanya. Sisil yang begitu senang karena telah berhasil berkencan dengan pria yang menyukainya, sedari tadi Sisil terus menceritakan acara kencannya itu pada Key yang tidak menanggapinya dan sibuk dengan lamunannya. Dan sebaliknya, Key yang ceria, tiba-tiba menjadi begitu pendiam dengan wajah suram, bahkan sering melamun, seperti orang tidak memiliki semangat hidup.


" Aku ada urusan penting, Sil bayar dulu makananku. Aku akan menggantinya nanti. Aku harus pergi sekarang! " Ucap Key tanpa rasa bersalah setelah membuat Sisil kaget dengan kelakuannya.


" Tapi ... " Terlambat, Key sudah lebih dulu pergi. Sisil hanya menatap kepergian Key dengan terus menggerutu kesal.


" Menyebalkan sekali, setelah membuatku kaget, dia pergi begitu saja tanpa rasa bersalah. Sekarang dia juga menyuruhku untuk membayar makanannya. Untung saja suasana hatiku sedang baik sekarang, jika tidak sudah ku jadikan makanan gadis aneh itu! "


*


*


*


Agaknya suasana hati Adit sedikit membaik hari ini hal itu terlihat dari wajahnya yang tidak sesuram kemarin. Adit begitu fokus dengan berkas-berkas di mejanya, kali ini ketenangan Adit seakan kembali dari hidupnya. Setelah pembicaraannya dengan Key, membuat suasana hati Adit sedikit membaik, tentu saja bukan karena terpesona dengan karyawannya itu, ini semua karena rencananya berhasil membuat gadis itu mau menuruti perintahnya.


Flashback


Adit melipat tangannya di dada dan menatap Key tajam.


" karena kau sudah setuju, maka akan kuberi tahu syaratnya. " Ucap Adit tenang.


" Syaratnya mudah, kau hanya perlu menuruti perintahku. Karena sebentar lagi Aku yakin berita ini pasti akan muncul di televisi. Sebelum itu terjadi, Aku ingin cepat menyelesaikan ini semua, Aku akan mengadakan konferensi pers, dan kau hanya perlu mengiyakan apa yang ku katakan nanti. Jangan berbicara sebelum mereka menyuruhmu untuk bicara, dan jika nanti Aku menyuruhmu untuk menjelaskan, kau harus menjelaskan sesuai perintahku. Apa kau mengerti? jika kau tidak ingin di pecat atau di penjara maka lakukanlah dengan baik! Hidupmu tergantung apa yang kau lakukan nanti! " Jelas Adit penuh intimidasi membuat bulu kuduk Key meremang. Ucapan Adit seperti pisau yang bisa saja melukainya kapan saja.


Key mendongak dan menatap Adit ragu. " A-apa jika saya melakukannya dengan benar, tuan tidak akan memecat saya?A-apa tuan tidak sedang bercanda? " Tanya Key takut, bahkan suaranya terdengar gemetar.

__ADS_1


Adit menatap tajam Key yang kembali menundukkan kepalanya takut. " Aku tidak ada waktu untuk bercanda! " tegas Adit.


" Ma maaf tuan saya tidak bermaksud untuk ... " Balas Key berusaha menjelaskan maksudnya namun ucapannya langsung dipotong Adit.


Adit berdecak kesal. " Sudahlah, aku tidak ada waktu untuk mendengar ucapan konyol mu itu. Kau hanya perlu menuruti perintahku, selebihnya aku yang akan mengurusnya. Kau mengerti?! " Cecar Adit tanpa memikirkan perasaan gadis di depannya karena ucapannya yang sangat kejam.


" Ba-baik tuan, saya akan melakukannya dengan benar. " Balas Key berusaha menahan rasa kesalnya pada Adit karena ucapannya


" Bagus. Sekarang pergilah, aku harus segera kembali ke kantor. Dan ingat jangan berani mencoba untuk melarikan diri dengan cara konyol mu ini, karena aku tidak akan melepaskan mu jika kau mengulanginya lagi!! " Ancaman Adit sukses membuat Key tidak berkutik dan mengangguk pelan.


" Pergilah! "


Key bangun dari duduknya. " Ba-baik tuan kalau begitu saya permisi. " Pamitnya pada Adit.


" Heum! "


Begitu keluar, Key meluapkan emosinya yang sedari tadi dia tahan. Umpatan dan makian dia layangkan pada Adit begitu saja.


" Menyebalkan! seenaknya membawaku dan mengusir ku begitu saja! memangnya dia siapa! aish kenapa Aku harus memiliki bos seperti dia. Ingin sekali rasanya ke cekik, dan merobek mulutnya yang kejam itun " Geram Key dengan segala umpatan bahkan napasnya terlihat memburu karena emosi yang ditahannya sedari tadi sambil terus berjalan keluar dari gedung apartemen itu.


Flashback off


" Mudah sekali menakuti gadis itu " gumam Adit tersenyum miring, begitu mengingat kejadian kemarin.


Suara ketukan pintu mengalihkan tatapan Adit.


" Masuk!! " Suruh Adit


" Maaf tuan, ada karyawan bernama Keysha ingin bertemu dengan anda. " Ujar sekretaris Adit.


" Gadis itu... ada apa dia ingin menemui ku. " Batin Adit bingung.


" Suruh dia masuk! " Suruhnya kemudian.


Sementara Key yang berada di luar, kini tengah mengumpulkan keberaniannya untuk bicara pada Adit. Entah tekat dari mana, hingga dia berani menemui bosnya itu.


" Nona, silahkan masuk, anda sudah ditunggu pak Adit di dalam. " Ujar sekretaris Adit memecah lamunan Key, yang mengijinkannya masuk.


Key mengangguk " Terima kasih nona " Jawab Key.


Kembali pintu kerja Adit diketuk.


" Masuk !! " Suruh Adit

__ADS_1


Key pun masuk begitu mendengar perintah Adit. Belum juga menutup pintu Adit sudah mencecar Key dengan pertanyaan.


" Ada apa kau ingin menemui ku? apa masih kurang jelas apa yang ku perintahkan kemarin? atau berubah pikiran? " Cecar Adit


Deg


" Bagaimana dia bisa tau, aku kesini karena ingin menolak hal kemarin " Batin Key merinding dengan Adit yang selalu tau maksud dari semua rencananya.


" Ah, itu sa-saya ke sini ingin .... " Ucapan Key terhenti karena ponsel Adit yang berbunyi.


Adit mengangkat tangannya memberi tahu Key untuk menunggu. Dia lebih dulu mengangkat panggilannya yang ternyata dari Dika asistennya.


" Ada apa dik? apa ada kabar baik? " tanya Adit, seolah tau apa yang akan disampaikan asistennya.


" Benar tuan, saya sudah mendapat kabar, dari anak buah saya, jika mereka sudah mulai menemukan siapa yang mengambil foto itu. " Jelas Dika.


" Tapi untuk dalang dari berita itu kami masih berusaha terus mencarinya tuan. " lanjut Dika menjelaskan.


" Ah begitu, kau dimana sekarang? kita bicarakan langsung saja, jangan ditelepon, kau atur saja kita bicara dimana! " Suruh Adit.


" Baik tuan, nanti saya akan kabari anda lagi " Jawab Dika.


Tanpa menjawab Dika, Adit menutup panggilannya, kemudian kembali menatap pada Key yang berdiri seperti patung di depannya, memperhatikannya.


Berdiri dari kursi kerjanya, dan memakai kembali jasnya yang disampirkan di kursi kemudian menatap Key


" Kita teruskan nanti, Aku harus keluar sekarang. " Ucap Adit meninggalkan Key begitu saja tanpa perasaan.


" Dasar Bos menyebalkan!! "


*


*


*


TBC


Happy Reading๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜


Semoga Suka๐Ÿ˜Š


Jangan lupa like, komen, dan vote nya ya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2