Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Eps. 37


__ADS_3

Ucapan Sisil terdengar ambigu di telinga Key, membuat dahi gadis itu mengernyit bingung. Ditambah melihat wajah Sisil dengan alis yang naik turun dan bibir tersenyum... tidak, lebih tepat menyeringai penuh godaan padanya.


Otak Key yang lemot atau otak Sisil yang terlalu licin? yang jelas dua gadis itu memasang ekspresi berbeda dan saling diam saat ini.


" Kenapa Kau diam? apa dia begitu ganas, sampai Kau terdiam seperti ini Key, heum? " Alisnya masih naik turun mencoba memancing Key yang mulai berpikir, dan setelahnya mengangguk membuat mata Sisil kembali membola dengan tangan yang menutup mulutnya yang menganga.


Key mengangguk kecil. " Dia sangat ganas, bahkan Dia lebih mirip seperti monster dari pada manusia. Aku sampai kewalahan menghadapinya. " Tanpa sadar Key mengiyakan pertanyaan Sisil yang ambigu, membuat sang empu semakin syok, dan setelahnya kembali tersenyum nakal.


" Astaga, Aku tidak percaya bos seganas itu. Pantas saja Kau kewalahan dan berantakan seperti ini. Apa dia juga seksi Key? pasti kau yang menggodanya lebih dulu iya kan? dasar! " Godanya sembari memukul lengan Key yang kini terlihat syok mendengar ucapan temannya itu.


Otaknya yang semula polos, kini tercemar dengan pikiran kotor Sisil. Ternyata maksud ganas dari ucapan Sisil mengandung traveloka yang membuat otaknya seketika menjadi liar. Key pikir ganas adalah sikap Adit yang seperti monster, dan bodohnya dia malah mengiyakan bahkan mengatakan kewalahan menghadapinya. Astaga, dia mulai tertular pikiran kotor Sisil.


" Jadi maksud mu Aku dan dia... " Memperagakan dengan kedua tangannya yang sama-sama mengerucut, dan kemudian disatukan, layaknya orang berciuman.


Sisil mengangguk dan tersenyum nakal. " Sudahlah, Kau tidak perlu malu seperti itu. "


plak!


Key memukul lengan Sisil cukup keras hingga Sisil mengadu kesakitan, dan mencebik kesal pada Key yang tidak merasa bersalah.


" Dasar mesum! Kau pikir Aku melakukan itu dengannya. Sini Kau biar ku cuci otakmu itu, agar bersih dan tidak mesum lagi!" Sungut Key, mencoba meraih kepala Sisil yang terus tertawa dan menghindarinya.

__ADS_1


Tingkah konyol mereka seketika terhenti setelah ditegur sang atasan, yang sudah berada di depan mereka tanpa mereka sadari. Hal itu membuat rekan divisi mereka yang sedari tadi memperhatikan dan sengaja membiarkannya begitu saja tertawa bahkan mencibir mereka berdua.


***


Mobil mewah Adit berhenti tepat di depan sebuah gedung besar. Kakinya mulai melangkah masuk setelah turun dari mobil mewahnya. Beberapa karyawan yang mengenalinya menunduk hormat padanya, dan seperti biasa, tidak ada balasan ataupun senyuman dari pria itu. Bahkan sikapnya tidak berubah meskipun berada di tempat orang lain saat ini.


Adit menaiki lift khusus petinggi perusahaan, dan menekan angka 7, tempat yang menjadi tujuannya datang saat ini. Begitu keluar dari lift, Adit mendatangi meja yang berada di luar ruangan dengan sesosok wanita cantik yang terlihat sibuk.


Wanita itu diketahui adalah sekretaris dari pemilik perusahaan tempat Adit berkunjung saat ini.


Berdiri dan membungkuk hormat, begitu mengetahui kedatangan Adit. " Selamat siang tuan Adit. Ada yang bisa saya bantu tuan? " Tanyanya tersenyum manis, dan hanya ditanggapi anggukan kecil dari wajah dingin Adit.


" Dimana bos mu? " Tanya Adit, tanpa membalas ucapan salam sekretaris itu.


" Tapi kenapa ponselnya tidak aktif? " Gumam Adit, masih terdengar sekertaris Johan namun tidak jelas.


" Apa tuan mengatakan sesuatu? "


" Ah tidak. Ah ya, apa dia pergi ke sana sendiri? " Tanya Adit.


" Dia pergi bersama tuan pras, asistennya tuan. " Jawabnya Adit mengangguk mengerti.

__ADS_1


" Apa dia sudah memberi kabar padamu? " Tanya Adit.


Wanita itu menggeleng. " Tuan Johan maupun asistennya masih belum memberi kabar sampai sekarang tuan. "


" Baiklah. Jika Kau menerima kabar dari bosmu segera hubungi Aku! " Ucap Adit dan sekertaris itu hanya mengangguk.


Adit pergi dari sana dengan tanda tanya besar. Bagaimana tidak, Johan sama sekali tidak memberi kabar pada sekretarisnya, dan ponsel pria itu juga tidak aktif. Adit tetap berpikir positif, mungkin saja Johan tengah fokus menyelesaikan masalahnya dulu dan menonaktifkan ponselnya sementara.


Adit mengangguk-angguk. " Mungkin dia sibuk menyelesaikan masalahnya saat ini. Lebih baik Aku kirim kirim orang saja ke sana untuk mengetahui apa yang terjadi pada anak perusahannya itu. Karena Aku tidak mungkin jika harus terbang ke sana langsung. " Pikir Adit mencoba mencari solusi. Ia tidak bisa menunggu kabar dari sekertaris Johan. Jadi dia berinisiatif menyuruh orangnya saja untuk terbang ke sana mencari tau apa yang terjadi pada temannya itu.


" Kau terbang ke Bali saat ini, dan bawa beberapa anak buahmu ke sana! cari tau apa yang terjadi pada anak perusahaan Johan di sana, dan kabari Aku jika Kau sudah mengetahuinya. Heum... gunakan jet pribadi saja. Satu lagi, suruh Johan untuk segera menghubungiku jika Kau sudah bertemu dengannya! " Perintahnya pada orang suruhannya, setelah itu keluar dari gedung perusahaan Johan.


" Semua ini terasa aneh. Aku merasa ini begitu mengganjal. Ah tidak, mungkin hanya perasaanku saja. Pasti kejadiannya begitu mendadak, hingga dia tidak sempat menghubungiku. Semoga saja mereka bertemu Johan dan Dia segera menghubungiku.


*


*


*


Happy reading😘

__ADS_1


maap ya kalau tidak memuaskan🙏🤧


Like, vote, dan komennya jangan sampai lupa oke😘😘


__ADS_2