Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Bab. 14


__ADS_3

" Ma... " Panggil Key pelan


Tidak ada jawaban dari mamanya, yang masih terus menatap ke depan dengan pandangan kosong. Entah apa yang sedang dipikirkan sang mama, yang jelas Key sadar jika mamanya seperti itu karena kecewa padanya.


Karena tidak ada balasan dari sang mama, Key memberanikan diri duduk di samping sang mama.. " Ma, Key tau mama sangat kecewa pada Key. Maaf, Aku tidak bermaksud ingin menyembunyikannya dari mama, Aku hanya takut... Aku takut mama akan membenci Ku. Tapi Aku tidak berbohong jika semua ini hanya kesalahpahaman. Aku tidak tahu, kenapa tiba-tiba berita itu muncul, Aku juga tidak tau siapa yang mengambil foto Ku dengan pak Adit waktu itu. Tapi Aku sadar, Aku tetap bersalah karena sudah mabuk dan tidak menceritakan hal ini pada mama." Terang Key mengharap respon dari mamanya yang tetap tidak bergeming meskipun hanya sekedar untuk menoleh pada Key


" Maaf, Aku harap mama akan percaya pada Ku. " Lanjut Key kini dengan isakan yang begitu pilu.


" Mama akan percaya, jika bukti itu sudah ada! " Jawab mama Key akhirnya meskipun dengan nada dingin dan tanpa melihat putrinya itu.


Mendengar ucapan sang mama, ada sedikit harapan bagi Key untuk membuat sang mama memaafkannya. Sekarang yang harus Dia lakukan adalah melakukan konferensi pers itu dengan baik, agar sang mama memaafkannya. Meskipun dia tidak memiliki bukti apapun atas kejadian itu, Dia yakin bahwa bosnya itu sudah menyiapkan semuanya dengan matang, dia hanya perlu mengikuti apa yang bosnya perintahkan nanti. Dia akan melakukan apapun demi mendapatkan maaf dan kepercayaan mamanya lagi.


" Aku akan buktikan pada mama... Aku akan membuat mama percaya lagi padaku. Aku pastikan mama tidak akan kecewa." Ucap Key meyakinkan sang mama.


" Hhmm ... " Hanya itu jawaban dari mama Key.


Key tidak masalah dengan jawaban mamanya, ia justru merasa senang, karena itu artinya mamanya masih memiliki sedikit kepercayaan padanya untuk membuktikan ucapannya.


Key memeluk mamanya. " Terima Kasih ma, Aku janji akan membuktikannya pada mama. Kalau begitu Aku masuk dulu, doakan Aku agar konferensi pers ini berjalan lancar. " Pinta Key tulus pada mamanya yang mulai sedikit lunak meskipun masih dengan posisi yang sama.


" Hhmm... " Lagi, hanya itu yang keluar sebagai jawaban


Key melepaskan pelukannya dan berdiri beranjak dengan rasa lebih percaya diri, Key kembali masuk ke dalam ruangan itu, bersama asisten bosnya yang sedang menunggu kedatangan bosnya.


Konferensi akan segera di mulai, semua awak media yang akan menyiarkan langsung sudah siap di tempatnya, begitu juga dengan para petinggi perusahaan. Kini semua orang di sana sedang menunggu kedatangan sang aktor utama, yang masih belum tiba, entah urusan apa yang membuat Adit terlambat datang.


" Tuan Dika, dimana pak Adit?, kenapa sampai sekarang dia belum datang? apa dia sengaja mengulur waktu seperti ini? " Tanya salah satu petinggi dengan tudingan tak benar.


" Tuan Adit sedang menuju ke sini tuan Doni, bersabarlah! dan jaga bicara anda tuan, jangan membuat tudingan tanpa bukti yang nantinya akan berdampak pada anda sendiri!! " Peringat Dika tegas, tidak suka dengan apa yang ditudingkan pada bosnya itu.


Tidak ingin kembali dipermalukan, apalagi tatapan semua orang tertuju padanya, Doni ingin menyangkal perkataan Dika, namun tidak sempat karena kedatangan Adit yang membuat tatapan semua orang kini beralih pada Adit yang sudah memasuki ruangan.

__ADS_1


Dengan percaya diri, Adit memasuki ruangan itu dan duduk di tempat yang sudah disediakan untuknya. Kacamata hitam mewah yang bertengger di pangkal hidungnya yang mancung, membuat karisma Adit semakin terpancar, tidak sedikit dari orang yang berada di ruangan itu memuji ketampanan Adit yang selalu membuat mereka kagum. Kecuali gadis yang tengah berdiri dibelakang, yang kini tengah mencibir Adit, yang menurutnya sangat ingin diperhatikan.


" Ck... berlebihan sekali, disaat seperti ini, dia masih sempat mencari kesempatan untuk mendapat pujian?! dengan penampilannya yang membuatku sakit mata!! " Gumam Key pelan dengan cibiran pada Adit.


Rasanya setiap kali bertemu Adit, mood Key langsung memburuk, jangankan melihat, mendengar namanya saja telinga Key rasanya sakit. Tapi Key hanya bisa memendamnya selama ini, dia masih waras untuk tidak mencari masalah dengan bosnya itu.


Key menghentikan cibiran nya begitu Adit mulai berdiri dan berbicara, hingga membuat rasa takut dalam dirinya kembali timbul. Key berusaha mengatur napasnya, dan itu tidak berhasil membuatnya tenang, malah sebaliknya rasa takut, gugup, dan cemas menjadi satu dan semakin menyelimutinya. Tangannya bergetar, dan keringat dingin mulai muncul, badannya begitu dingin saat ini, karena hal ini pertama kali bagi Key menghadapi awak media dan para pengusaha sukses, yang pastinya dirinya akan viral dimana-mana.


Adit berdiri memulai pembicaraan " Baiklah konferensi pers ini akan saya mulai, tapi sebelumnya saya ingin meminta maaf atas keterlambatan saya, tadi begitu saja ada yang harus saya urus terlebih dahulu" Terang Adit meminta maaf sambil membungkuk hormat


" Tuan apa nona Key sudah bisa dibawa ke sini? " Bisik Dika bertanya.


" Nanti saja, begitu mereka menanyakan gadis itu, kau langsung bawa dia ke sini. Dimana dia sekarang? " Tanya Adit.


" Nona Key berada dibelakang tuan, apa perlu saya menemani gadis itu? "


" Ya sebaiknya kau temani dia, aku yakin pasti dia takut saat ini"


Meskipun sedikit aneh dengan sikap bosnya itu, yang tidak seperti biasanya, Dika memilih menuruti perintah bosnya tanpa ingin bertanya. Dia langsung menuju ke tempat Key berada.


Begitu sampai, benar saja apa yang dikatakan bosnya, bahwa gadis itu, kini tengah ketakutan, terbukti dari wajahnya yang begitu berkeringat, wajah Key yang begitu tegang dan tatapan fokus ke depan hingga tidak menyadari kedatangan Dika.


" Nona, anda baik-baik saja? " Tanya Dika


Key terkejut mendengar suara Dika yang sudah berada di sampingnya, membuat Key hampir berteriak karenanya.


" Astaga tuan! anda membuat saya kaget! " Ucap Key memegang dadanya yang berdegup kencang.


" Anda baik-baik saja nona? " Tanya Dika lagi memastikan.


Mengatur napasnya yang masih memburu " Tentu saja saya tidak baik-baik saja! apa tuan pikir jika dalam keadaan seperti ini saya akan baik-baik saja? " Tanya Key balik begitu napasnya kembali normal.

__ADS_1


Dika hanya menggeleng sebagai jawaban.


" Lalu untuk apa anda bertanya kalau sudah tau! " Kesal Key menganggap Dika hanya berbasa-basi menanyakan keadaanya.


" Saya hanya ingin memastikan jika nona baik-baik saja! dan sepertinya nona baik-baik saja, begitu saya mendengar jawaban nona! " Tukas Dika mencibir Key, dan langsung beranjak pergi tanpa rasa bersalah.


" Dasar manusia menyebalkan! kenapa hidupku dipenuhi manusia menyebalkan seperti mereka berdua!!" Gerutu Key kesal begitu menyadari maksud ucapan Dika padanya.


Di satu sisi kini Adit sudah mulai menjelaskan kronologi kejadian itu, hingga dia tidak sengaja bertemu dengan gadis mabuk yang ternyata adalah karyawannya sampai dirinya memasuki hotel dan berakhir dengan viral nya dirinya karena seseorang dengan sengaja mengambil foto dan menyebarkannya hingga menjadi berita palsu.


Tidak ada seorang karyawan pun di Bagaskara corp, karena Adit sengaja meliburkan seluruh karyawannya, karena ia tidak ingin menimbulkan persepsi lain karyawannya padanya nanti. Lagipula konferensi ini akan disiarkan secara langsung, dan pastinya mereka akan melihatnya di televisi.


Hingga dimana kini pertanyaan yang begitu ditunggu-tunggu semua orang tentang siapa gadis yang bersama Adit di foto itu,


yang membuat mereka penasaran dengannya, kini terungkap sudah dan membuat mereka begitu terkejut sekaligus tidak menyangka.


" Saya Keysha Aileen Nathania... "


TBC


*


*


*


Pada nungguin gak🤣 ... oh ya, untuk bab ini author jadiin dua bab ya, soalnya bab ini dan bab selanjutnya, Adit lagi story telling🤣🤣🤣 kalo dijadiin satu bab nanti takutnya kepanjangan😁 yaudah author cuma ngasih tau itu aja😊


Happy Reading😘 Semoga Suka😊


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya temen-temen🙏😘😊

__ADS_1


__ADS_2