
" Tuan Bagaskara!! "
Semua orang menoleh ke asal suara yang begitu lantang terdengar memanggil pemilik perusahaan itu. Diana, mama Key lah pemilik suara lantang itu, yang kini tengah berdiri di ruang tunggu tamu. Diana sengaja menunggu di sana untuk menghindar dari konferensi. Dia takut tidak bisa menahan diri untuk masuk dan membuat perhitungan dengan mereka yang akan menghujat putrinya. Tapi tidak Diana lakukan, karena tidak ingin membuat putrinya semakin terkena masalah.
Diana hanya melihat konferensi itu dari televisi yang memang berada di ruang tunggu tamu. Dia menyaksikan acara itu sampai selesai. Ada rasa lega dalam diri Diana ketika putrinya tidak berbohong padanya. Hanya satu hal yang menjadi pertanyaannya kini. Apakah setelah ini kehidupan putrinya akan kembali seperti dulu lagi? dan dia rasa itu mungkin saja, namun akan banyak hal yang harus dihadapi putrinya nanti, terlebih cibiran dari orang yang tidak menyukai keluarganya. Dia tidak ingin putrinya sampai mengalami semua itu, maka dari itu sekarang ia ingin meminta pertanggung jawaban dari bos putrinya itu.
Tuan Feri, dan Adit, serta Dika, dan Key, telah keluar dari ruangan konferensi. Konferensi berjalan lancar, meskipun sempat ada kendala yang sengaja dilakukan rekan kerja Adit, namun dengan tenangnya Adit mampu membalikkan keadaan, dan menyelesaikan kendala itu dengan mudah.
" Mama? Aku pikir mama pulang, ternyata mama masih di sini. " Batin Key.
Begitu keluar dari ruang konferensi, Key dengan rasa bahagianya ingin sekali memeluk sang mama, dan menumpahkan rasa senangnya. Jika saja mamanya menyaksikannya langsung, mungkin sang mama akan segera memaafkannya. Tapi sayangnya mamanya tidak berada di sana, Key pikir mamanya masih kecewa padanya dan memilih pulang. Namun ternyata tidak, mamanya masih berada di sini dan hanya berpindah tempat saja.
" Mama!! " Panggil Key balik, dan menghampiri mamanya.
Key langsung memeluk Diana, begitu berada di hadapannya, meluapkan rasa yang ingin di utarakan sejak tadi, namun harus tertunda karena tidak mendapati sang mama di sana. " Mama masih di sini? Key pikir mama sudah pulang karena mama sudah tidak ada di sana. Ma, Key... " Belum sepat mengutarakan maksudnya, Diana lebih dulu memotong ucapannya.
" Kita bicara nanti saja Key! sekarang ada yang harus mama bicarakan dulu dengan bosmu. " Ucap Diana, melepas pelukannya dan berjalan menuju tiga pria tampan yang masih setia di tempatnya.
Key yang merasa bingung, memilih mengikuti sang mama. Perasaan Key mendadak tidak nyaman, entah apa yang akan dibicarakan mamanya dengan bosnya itu. Key berharap mamanya tidak akan mengatakan hal aneh pada bosnya, Key tidak ingin kembali berurusan dengan bos menyebalkan nya itu, cukup sampai di sini saja, Key ingin hidup tenang seperti dulu sebelum berita itu muncul di kehidupannya.
" Tuan Bagaskara, ada yang ingin saya bicarakan dengan anda! " Ucap Mama Key dengan tatapan serius menatap Adit yang berada di depannya.
__ADS_1
Adit mengernyit bingung. Pasalnya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, semuanya sudah selesai dengan konferensi pers tadi yang sudah membuktikan semuanya. Namun Adit begitu penasaran dengan apa yang akan dibicarakan ibu karyawannya itu padanya, dan Adit memilih menyetujuinya.
" Baiklah mari kita bicara di sana nyonya. " Tunjuk Adit pada sofa yang memang berada di ruang tunggu tersebut.
" Tidak perlu, kita bicara di sini saja tuan Bagaskara! " Tolak mama Key.
Meksipun bingung, Adit memilih mengiyakan saja. " Baiklah, apa yang ingin anda bicarakan nyonya? "
" Nikahi anakku! " Jawab mama Key dengan lantang dan tegas.
Semua yang ada di sana terkejut mendengar perkataan Dian, tak terkecuali Key yang tidak menyangka mamanya akan mengatakan hal tidak terduga seperti itu. Bagaimana bisa sang mama mengatakan hal yang begitu sensitif seperti itu. Entah dari mana pikiran itu bisa muncul di kepala mamanya, hingga nekat mengatakannya, dan sukses membuatnya hampir jantungan saking kagetnya
" Ma, apa yang mama katakan?! " Tanya Key setelah sadar dari rasa terkejutnya. Key merasa takut dan juga tidak enak dengan bosnya karena perkataan mamanya itu.
" A-apa?! apa maksud anda nyonya?! kenapa Aku harus menikahi putrimu?! Urusanku dengan putri anda sudah selesai, dan anda pasti sudah melihat sendiri jika Aku tidak melakukan apapun pada putri anda. Semua hanyalah kesalahpahaman yang kini sudah terselesaikan! " Tegas Adit.
" Lalu bagaimana dengan putriku?! apa anda akan membiarkan putriku dicibir orang di luar sana?! Apa anda berpikir putriku akan hidup tenang setelah ini?! Semua orang di luar sana pasti berpikir jika putriku bukanlah gadis baik-baik. Mereka akan berpikir putriku adalah gadis murahan yang mau saja dibawa ke hotel oleh seorang pria. Apa anda tidak memikirkan itu tuan?! bagaimana jika tidak ada satu pria pun yang mau menikahi putriku nantinya karena hal itu. Katakan bagaimana jika itu terjadi! Apa kau pikir aku akan diam saya melihat putriku sendiri menderita! Tidak, Aku tidak akan diam!! " Teriak mama Key marah dengan nafas memburu, seolah mengeluarkan seluruh beban di hatinya.
Mereka langsung terdiam seolah bisu begitu mendengar ucapan Diana. Entah mereka terdiam karena bentakan Diana, atau terdiam karena mengerti maksud dari semua perkataannya.
Sementara Key, kini sudah terisak. Ia tidak menyangka jika sang mama begitu menyayanginya. Melihat mamanya yang begitu tidak rela jika dirinya sampai tersakiti oleh orang, membuat Key begitu terharu dengan pengorbanan mamanya itu. Key merasa menjadi putri paling tidak tahu diri sekarang. Dirinya hanya bisa mengecewakan mamanya, tanpa memikirkan perasaan wanita yang melahirkannya itu. Kini Key hanya bisa berusaha menenangkan amarah mamanya dengan mengelus lembut bahu mamanya yang bergetar, karena isak tangis.
__ADS_1
Di satu sisi, kini Adit masih diam mematung, pikirannya benar-benar buntu untuk menjawab perkataan mama Key. Bukan hanya Adit, Feri pun turut terdiam, tidak ada reaksi apapun dari Feri. Dia seolah tengah mencerna semua ucapan mama Key dengan baik. Lain halnya dengan Dika, yang terkejut dengan keberanian mama Key, berbicara pada bosnya itu.
Adit yang tersadar, langsung menatap mama Key, yang masih menatapnya tajam penuh amarah. " Nyonya, itu tidak akan terjadi, semua sudah dibuktikan tadi, dan putri anda tidak bersalah. Semua itu hanya kesalahpahaman yang dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Semua sudah jelas terbukti di konferensi tadi, dan saya yakin anda pasti melihatnya kan nyonya? " Jelas Adit. Ia begitu yakin jika apa yang ditakuti mama karyawannya itu, tidak akan terjadi, karena semuanya telah terbukti bahwa semua itu hanyalah kesalahpahaman yang sengaja di manfaatkan oleh orang.
" Ma, apa yang dikatakan pak Adit benar, Key akan baik-baik saja. Apa yang mama takutkan tidak akan terjadi. Key mohon, mama tidak perlu khawatir lagi. Semuanya akan kembali seperti semula, semua akan baik-baik saja. " Ucap Key membenarkan ucapan Adit, untuk menenangkan mamanya yang masih terlihat marah dan takut. Walaupun sebenarnya Key tidak begitu yakin dengan ucapannya, bahwa semua akan bauk-baik saja.
" Apa kau yakin semua akan kembali seperti semula? Mama hanya tidak ingin melihatmu sedih, mamah tidak rela jika putri mama harus tersakiti. Mama benar-benar tidak bisa jika itu terjadi padamu. " Tangis mama Key pecah, rasanya ia sebagai ibu merasa gagal jika sampai apa yang ditakutkannya terjadi.
Key pun memeluk erat mamanya, dan turut menangis di depan ketiga pria yang hanya menyaksikan mereka tanpa ingin menenangkan keduanya.
" Anda tidak perlu khawatir nyonya. Akan ku pastikan putraku bertanggung jawab! "
TBC
*
*
*
HAPPY READING😘 ... SEMOGA SUKA😊
__ADS_1
Jangan Lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya😊
Lope you all❤️