Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Bab. 25


__ADS_3

Masih di pesta ya reader sengaja othor buat tiga bab✌️🤣


Next Bab udah usai kok pestanya🤣 capek juga pesta mulu 3 hari 3 malam🤣🤣


***


" Dit! "


Adit menoleh ke asal suara yang ternyata sang papa.


" Ada yang ingin papa tanyakan padamu. Johan paman pinjam Adit sebentar. "


" Ah, silahkan paman. " Ucap Johan.


Feri mengajak Adit sedikit menjauhi Johan yang berada duduk di sofa. Raut wajahnya begitu serius, menunjukkan bahwa apa yang akan ditanyakan nya pada Adit sangat penting. Hal itu justru semakin membuat Adit penasaran hingga mau tidak mau Adit mengikuti sang papa.


" Ada yang ingin papa tanyakan padamu. Ini mengenai asisten papa Fragas. Sudah seminggu ini dia tidak masuk kerja tanpa memberitahu papa. Papa sudah bertanya pada keluarganya, dan mereka bilang jika Fragas juga sudah tidak pulang selama seminggu ini. Papa khawatir terjadi sesuatu padanya, papa juga sudah mengerahkan anak buah papa untuk mencarinya namun sampai sekarang nihil, keberadaannya masih tidak ditemukan. Dit apa kau tau dimana Fragas? " Tanpa membuang waktu Feri langsung membuka suaranya, bertanya tentang sang asisten yang selama seminggu ini menghilang tanpa kabar.


Sampai sekarang Fragas masih ditahan Adit tanpa Feri papanya tau. Adit tidak menyerahkan Fragas pada polisi karena ia belum mengetahui siapa yang menyuruhnya, dan sampai sekarang pun Fragas masih enggan menjawab dan tetap tutup mulut.


" Apa jika kuberi tahu papa akan percaya? tapi sebelum kuberi tahu aku ingin bertanya... " Adit menatap Feri serius dan Dia sengaja menggantung kalimatnya membuat papanya semakin penasaran.


" Jadi kau tau di mana Fragas? kenapa kau tidak memberi tahu papa?! " Feri tidak menyangka jika Adit mengetahui keberadaan asistennya itu.


" Ya aku tau, dan papa tidak pernah bertanya padaku. Dan ya, bukankan akhir-akhir ini om Fragas memang sering tidak masuk ke kantor? Apa papa tidak merasa curiga dengan itu?" Adit berusaha memancing sekaligus mencari informasi dari papanya. Adit baru menyadari jika ia jarang melihat keberadaan asisten papanya itu di kantor. Tidak seperti biasanya Dia selalu bertemu, dan semua itu dia sadari setelah tahu jika Fragas adalah pelakunya, pelaku yang mengambil foto dirinya.


" Kau benar, awalnya papa juga merasa bingung dengan itu. Tapi setelah Fragas memberitahu papa jika ia sering ijin atau telat masuk kantor karena ada masalah pada bisnisnya, yang mengharuskannya turun tangan. Sebenarnya sudah lama papa menyuruhnya untuk resign dan fokus pada bisnisnya, tapi Fragas terus menolak, katanya dia masih belum membalas budi atas kebaikan papa selama ini padanya. Setelah itu papa tidak lagi memaksanya untuk resign. Jujur saja papa sedikit keteteran jika tidak ada Fragas, dan sekarang dia menghilang sudah seminggu. Sekarang katakan pada papa di mana Fragas berada! " Kesabaran dan rasa penasaran Feri kian memuncak, dengan terus memaksa Adit memberitahu dirinya tentang keberadaan asistennya itu. Namun lagi-lagi Adit tidak menjawabnya.


" Membalas budi? hah, sekarang aku mengerti kenapa dia melakukannya. " Adit tertawa setelah mendengar perkataan Feri tentang Fragas, dan ia baru menyadari semua ini adalah kesengajaan. Adit bingung dengan sikap papanya yang sama sekali tidak menaruh curiga dengan perilaku asistennya itu.

__ADS_1


" Apa papa begitu percaya dengannya? Apa papa tidak merasa curiga dengan perilakunya yang terkesan aneh akhir-akhir ini?" Adit bertanya sekali lagi pada papanya tentang kelakukan aneh asistennya itu. Dan jawabannya tetap sama yaitu tidak!


" Jangan membuat papa bingung, katakan saja di mana Fragas berada. Oh, atau sebenarnya kau yang menyembunyikan keberadaannya selama ini! Dit jawab! kau tidak menyembunyikannya kan?! "


Otot leher Feri mulai mengetat, wajahnya terlihat sedikit memerah, tatapan matanya menajam menatap Adit yang justru tersenyum tidak terprovokasi dengan ekspresi papanya yang tengah menahan amarah padanya.


" Bahkan papa sampai menuduhku seperti ini. "


Feri terperangah mendengar ucapan Adit, membuatnya tersadar. Ekspresi wajahnya seketika berubah dan kini berganti perasaan bersalah pada Adit.


Adit mengambil ponselnya menghubungi Dika yang juga hadir di pestanya namun berada di tempat lain. " Dika cepat ke sini dan bawa apa yang ku suruh! Kau sudah menyiapkannya bukan? Bagus, cepat ke sini, aku berada di luar." Adit memutus panggilannya dan kembali menatap papanya. " Sepertinya papa begitu penasaran dengan keberadaan asisten papa, bahkan sampai menuduhku. " Ucap Adit.


" Pa-papa tidak bermaksud menuduh mu, papa hanya.... maaf, maafkan papa. " Feri tidak mempu meneruskan ucapannya, dia merasa bersalah sekarang, tidak seharusnya ia menuduh putranya seperti itu.


" Aku memang menyekapnya selama ini. " Ucap Adit.


Feri menatap Adit, ia mengernyit bingung dengan ucapan putranya itu. Dia tidak menyangka Adit akan mengucapkan hal itu dengan sangat tenang, bukankah tadi dia seperti tidak terima dituduh olehnya, tapi sekarang dengan gamblang Adit mengatakan jika dirinya menyekap Fragas asistennya.


Keduanya memilih diam sibuk dengan pikiran masing-masing, meskipun Feri begitu penasaran dengan ucapan Adit ia tetap memilih diam menunggu Adit yang menjelaskan langsung. Namun Adit tak kunjung membuka suara, sementara dirinya sudah begitu penasaran hingga ia memtuskan untuk bertanya, namun belum sempat karena ucapannya harus terpotong karena kedatangan Dika.


" Tuan! "


" Kenapa kau sangat lama! kau tau aku menunggumu sedari tadi!" Adit justru memarahi Dika yang membuatnya harus menunggu lama.


" Maaf tuan, Saya harus mengambil ini di apartemen anda lebih dulu, karena saya tidak membawanya ke sini. "


" Ck, cepat berikan padaku! "


Dika memberikan sebuah berkas yang dibawanya. Ia tidak menyangka jika persepsi bosnya itu akan tepat sasaran, maka dari itu bosnya menyuruhnya untuk menyiapkan segala hal seperti sekarang ini.

__ADS_1


Adit memberikan berkas itu pada sang papa dan menyuruhnya untuk membacanya. " Papa bisa membaca ini. Semua kejahatan tentang asisten papa itu sudah ku telusuri dan semuanya berada di sini. Aku sengaja menyiapkan ini semua, untuk berjaga-jaga. " Ucap Adit


Feri mulai membaca berkas itu. Pria itu tercengang, mulutnya menganga tak percaya dengan apa yang dibacanya. Di berkas itu tertulis jelas jika Fragas adalah seorang buronan karena bisnis ilegalnya, korupsi besar-besaran yang pernah dilakukannya sebelum bekerja di Bagaskara corp dan masih kejahatan lainnya yang dilakukan asistennya itu.


Feri tidak kuat lagi membacanya ia menutup berkas itu dan kembali melihat Adit. " Bagaimana kau bisa mendapatkan ini semua? " Tanya Feri.


" Setelah aku tau jika om Fragas yang mengambil fotoku hingga viral, aku menyuruh Dika untuk mencari informasi lebih dalam tentangnya, karena aku yakin orang sepertinya tidak hanya akan melakukan kejahatan semudah ini dan see, seperti yang papa lihat sekarang, semua itu adalah kejahatan om Fragas selama ini."


" Jika papa masih ragu, papa bisa menemui orangnya langsung. "


" Dimana, dimana Fragas berada? " Feri sungguh tidak sabar untuk segera menemui asistennya.


" Dika kau bawa papa menemui om Fragas. " Adit menyuruh Dika mengantarkan papanya menemui Fragas.


" Anda yakin tuan! " Dika tidak menyangka bosnya akan membiarkan papanya mengetahui rahasianya.


" Hem, tidak ada gunanya lagi aku menutupi semuanya. " Jawab Adit sangat yakin dengan keputusannya.


" Baiklah mari ikut saya tuan Feri. "


Tanpa membuang waktu, Feri mengikuti Dika membawanya menemui Fragas asistennya yang ternyata selama ini tidak hilang. Tetapi putranya yang menyembunyikannya. Sekarang dirinya sudah mengetahui semua kebenarannya, alasan kenapa Adit sampai menyekap asistennya itu dan segala kejahatan sang asisten yang turut di ungkap Adit langsung padanya, dan bodohnya ia sama sekali tidak mengetahui atau bahkan merasa curiga pada asistennya itu.


TBC


*


*


*

__ADS_1


Happy Reading😘


__ADS_2