
" Kau baik-baik saja Key? " Tanya Sisil, begitu ia sampai di ruangan kerjanya dan melihat Key yang duduk dengan kepala bertumpu di meja.
Key menolehkan kepalanya pada Sisil tanpa mengangkatnya.
" Hm... " Sahut Key menahan kantuk.
" Astaga kenapa dengan matamu itu?! kenapa matamu begitu hitam?! " Pekik Sisil kaget melihat lingkaran mata Key yang terlihat jelas. Dan pekikan nya itu berhasil mengundang tatapan karyawan lain padanya. Ia tersenyum kikuk merutuki kelakuannya tadi.
" Ck... diam Sil aku sangat mengantuk, biarkan aku tidur sebentar! "
Sisil mengernyit bingung, kenapa kantong mata Key begitu terlihat, padahal bosnya tidak menyuruh mereka lembur. Ia yakin jika Key pasti begadang hingga matanya begitu hitam layaknya panda.
" Apa kau begadang semalam? " Tanya Sisil penasaran. Namun tidak ada jawaban dari Key yang terlihat sudah lelap.
" Astaga dia benar tidur. Dia tidak bisa tidur saat seperti ini. " Gumam Key matanya menatap sekitar dimana karyawan lain kini menatap Key dengan pandangan tidak suka. Dengan cepat ia membangunkan Key agar temannya itu tidak mendapat masalah.
" Key bangun, jangan tidur Key, ini masih jam kerja!. " Sisil mencoba membangunkan Key dengan mengguncang tubuh Key pelan.
Merasa tidurnya terusik Key berdecak kesal berusaha membuka matanya yang terasa berat. " Sisil sudah kubilang jangan ganggu aku! " Kesalnya karena Sisil yang terus menganggu tidurnya.
" Apa dia pikir menjadi tunangan bos membuatnya bisa berbuat seenaknya seperti ini?! "
" Kau benar, aku tidak habis pikir kenapa bos Adit memilih bertunangan dengannya. "
" Aku yakin penglihatan bos Adit bermasalah saat itu. Jelas saja dia yang berulah sampai membuat perusahaan ini hampir gulung tikar. Bos Adit terlalu baik padanya. "
Cibiran pedas terdengar dari beberapa karyawan yang tidak menyukai Key. Karena menurut mereka Key adalah biang masalah pada bos mereka. Sengaja berpura-pura mabuk untuk menggoda bos mereka.
Sisil menatap Key dengan menggigit bibirnya khawatir. Ia tahu pasti apa yang akan terjadi jika Key sudah emosi. Maka dari itu ia selalu berusaha menenangkan temannya itu saat orang lain mencibirnya.
Key mengusap telinganya yang terasa panas mendengar cibiran rekannya padanya. Meskipun matanya sangat berat, tapi telinganya berfungsi dengan baik, apalagi dengan hal seperti ini, pendengarannya meningkat seratus kali lipat, membuat telinganya terasa sangat panas.
__ADS_1
Key menghela napas pelan kemudian menatap orang yang mencibirnya tadi dengan tatapan mematikan. Tatapan mematikan yang mampu membungkam penjahat bermulut pedas seperti mereka. Jangan ditanya, saat ini Key ingin sekali merobek mulut lemes mereka. Namun ia tahan karena tidak ingin mendapatkan masalah.
Dengan kasar Key bangun dari duduknya hingga kursinya sedikit terdorong ke belakang. Itu membuatnya semakin menjadi tontonan karyawan lain. Ia tidak peduli, ia tetap menatap tajam orang tadi yang mengibarkan bendera perang padanya. Baru saja ingin menghampiri si mulut lemes, Sisil lebih dulu menahannya.
" Key sudah, jangan dengarkan mereka. Kau akan terkena masalah jika meladeni mereka. " Peringat Sisil.
Key membenarkan perkataan Sisil. Sekalipun ia tunangan dari pemilik perusahaan, bukan berarti ia akan bebas dari pemecatan. Mengingat tunangannya itu sangat tidak menyukainya, membuat Key lebih berhati-hati dalam bertindak. Sekali lagi Key menyesali kebodohannya yang mabuk hingga membuatnya terperangkap dengan bosnya sendiri. Pria licik yang membuat ketenangan hidupnya hancur tak tersisa.
Key menghirup oksigen dalam, lalu mengembuskannya pelan, berusaha menghilangkan emosi yang tadi menguasainya. Begitu tenang ia mengalihkan pandangannya pada Sisil.
" Aku pergi sebentar. " Ucap Key langsung beranjak dari tempatnya dan keluar dari ruangan.
" Kau mau kemana? " Tanya Sisil namun tidak diindahkan Key yang terus berjalan keluar.
" *Lihatlah sikapnya begitu arogan, seenaknya keluar dari sini saat jam kerja. Aku semakin tidak menyukainya. "
" Bagaimana kalau dia mengadu pada bos Adit?! Aish... aku tidak mau dipecat*! "
Cibiran lain masih berlanjut dari orang yang sama begitu Key keluar.
Ruangan bagian tim pengelola keuangan perusahaan, dengan tujuh orang di dalamnya terdiri dari empat wanita dan tiga pria. Empat wanita dua diantaranya adalah Key dan Sisil, dan dua lainnya adalah si mulut lemes yang sedari tadi mencibir Key. Mereka berdua sangat tidak menyukai atau lebih tepatnya iri karena Key yang bertunangan dengan pemilik perusahaan.
*
*
*
" Awas saja akan ku balas kalian nanti. " Geram Key sembari mencuci mukanya untuk menghilangkan kantuk.
Key saat ini berada di toilet, ia sengaja tidak menggunakan toilet di ruangannya karena emosinya yang tidak ingin meledak jika masih berada di ruangan itu.
__ADS_1
" Astaga, mataku sungguh hitam! " Key tidak mengira jika begadangnya semalam akan membuat matanya begitu hitam.
" Ini semua karena pria licik itu!. Tidak bisakah sehari dia membuat hidupku tenang! Tuhan... kembalikan ketenangan hidupku!. " Racau Key menyalahkan Adit.
Key begadang semalaman karena memikirkan bagaimana cara membalas semua perlakuan Adit padanya. Ia sama sekali tidak tidur karena terus memikirkannya.
Semenjak kejadian dimana Adit dengan sengaja menyuruh Key membelikan makan siang untuknya dan Johan dengan maksud membalas sikap Key, justru mendapat balasan Key yang mempermalukannya di depan Johan. Hingga saat itu Adit semakin gencar menganggu Key.
Adit melanggar perjanjian yang disepakatinya, dimana ia harus bersikap baik pada Key meskipun tidak di depan orang tua mereka. Tapi karena sikap Key padanya, Adit tidak lagi peduli dengan perjanjian itu, membuatnya terus mengganggu Key demi bisa membalas Key.
Alhasil saat ini perjanjian itu batal, dan Key tidak lagi memiliki senjata untuk melawan Adit.
Key menghela napas dalam memikirkan masalah hidupnya yang terasa begitu berat. Ia sangat ingin terlepas dari jeratan Adit. Semua hal yang dilakukannya percuma, karena Adit lebih berkuasa darinya. Pria itu selalu menang melawannya, membuatnya kewalahan dan terus memikirkan cara agar dirinya bisa melawan Adit hingga merelakan tidur nyenyak nya.
Merasa lebih baik dan segar, matanya juga tidak lagi berat, Key keluar dari toilet dan kembali ke ruangannya. Ia akan menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat agar ia bisa cepat istirahat.
Bruk!!
Tubuh Key oleng ke belakang namun tidak sampai jatuh karena ditabrak kasar oleh seseorang. Ia melihat orang yang menabraknya tadi yang ternyata seorang wanita. Ia ditabrak begitu saja begitu ia keluar dari toilet.
" Apa kau tidak memakai matamu dengan benar! " Bentak wanita itu menyalahkan Key, padahal jelas dirinya yang salah.
Key diam menatap wanita di depannya. Ia diam bukan karena takut dengan bentakan wanita itu, tapi karena wanita didepannya begitu asing di matanya. Melihat dari penampilannya Key yakin ia bukan karyawan di sini. Lalu siapa sebenarnya wanita ini?
*
*
*
TBC
__ADS_1
Happy Reading😘
Jangan lupa like dan vote nya ya....😊