
Pesta belum usai, hanya para wartawan saja yang meninggalkan pesta setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
" Berani sekali kau bersikap seperti tadi padaku! " Ucap Adit pelan dengan mencekal tangan Key kuat hingga terlihat memerah.
" Sakit! " Ringis Key berusaha melepaskan tangannya dari Adit. " Kau yang menyuruhku melakukannya, aku hanya mengikuti mu! " Key mengusap tangannya yang berhasil lepas dan terlihat memerah.
" Ikut Aku! " Adit menarik Key mengikutinya dan meninggalkan pesta yang belum usai.
Mereka pergi meninggalkan pesta dan para tamu yang tidak menyadari kepergian mereka.
" Hei, kenapa kau membawaku ke sini?! " Key kaget, sebab Adit membawanya ke kamar pria itu. " Kau ingin melakukan hal buruk padaku hah?! " Tuduh Key menatap Adit nyalang kemudian memberontak berusaha melepaskan diri.
Adit cukup kewalahan menghadapi Key yang terus memberontak, hingga akhirnya ia berhasil membuat Key diam tak berkutik.
" Duduk! " Suruh Adit, begitu mereka berada di dalam kamar dengan pintu yang sengaja dikunci Adit, membuat Key semakin ketakutan.
Key yang merasa takut karena ancaman Adit padanya, langsung duduk di sofa yang cukup jauh dari posisi Adit duduk.
Adit hanya menatap tingkah Key jengah, Dia memilih mengabaikannya dan fokus pada rencananya membawa Key ke kamarnya.
" Baca ini! " Adit menyodorkan sebuah kertas pada Key dan menyuruhnya membacanya.
Dengan sedikit takut Key mengambil kertas itu lalu membacanya. " Perjanjian keterikatan? apa maksudnya ini? " Tanya Key yang tidak mengerti maksud dari kertas yang bertuliskan perjanjian keterikatan yang diberikan padanya.
" Kau ingat jika pertunangan ini terjadi karena mamamu yang meminta dan disetujui oleh papa. Kau juga tau semua ini terjadi karena ulah ceroboh mu waktu itu, yang membuat ku harus berada dalam masalah ini. Dan satu lagi, kau juga sudah tau jika Aku tidak pernah menginginkan pertunangan ini begitupun dengan dirimu. Apa kau mengerti maksudku sekarang? " Adit menjelaskan maksud dari kertas itu dengan tangan bersedekap dada dan menatap Key yang masih terlihat bingung.
" Maksudmu ini perjanjian pertunangan? " Tanya Key mengangkat kertas yang dipegangnya.
" Gadis pintar. Karena kau sudah mengerti, tanda tangani itu sekarang, Aku tidak punya banyak waktu. " Memberikan bulpoin pada Key untuk tanda tangan.
" Tidak! Aku tidak akan menandatanginya. " Key menolak dan menjauhkan bulpoin serta kertas perjanjian itu.
" Berhenti bersikap konyol! dan cepat tandatangani itu dan kita turun, sebelum mereka menyadari kepergian kita! " Adit mulai merasa kesal dengan sikap angkuh Key yang terus saja melawannya. Sejak mereka bertunangan, dengan terang-terangan Key menunjukkan aura permusuhan padanya seperti sekarang.
__ADS_1
" Tidak, sebelum aku juga membuat surat perjanjian. " Kata Key terus menolak dan malah mengajukan syarat.
" Baiklah cepat katakan apa isi perjanjian mu! " Adit mengalah dan menuruti permintaan Key.
" Aku butuh kertas, dan kau juga harus menandatangi nya nanti." Kata Key dengan banyak permintaan.
Dengan malas dan kesal Adit mengambil kertas yang ada di laci nakas nya. " Cepat tulis! "
Key mengambil kertas yang dilempar Adit ke atas meja dengan menggerutu pelan. " Dasar pria licik. " Gumam Key pelan namun sayangnya terdengar oleh telinga Adit yang tajam.
" Kau ingin ku lempar dari sini! kau pikir aku tidak dengar kau mengumpat ku tadi! " Ancam Adit
Key berpura-pura tidak mendengar dan terus menulis, ia ingin cepat keluar dari kamar Adit, berdua dengan pria yang sialnya adalah tunangannya membuat tubuh dan kepala Key terasa panas ingin menghajar mulut tajam Adit.
Key menyodorkan kertas miliknya pada Adit begitu ia selesai menulisnya.
Terlihat Adit mulai membacanya dengan teliti, dan mengernyit bingung setelahnya.
Adit mengangkat kertas perjanjian Key dan menunjuk salah satu nomor di sana " Apa maksudmu dengan kau bebas melakukan apapun di kantor dan di rumahku tanpa ada pemecatan atau surat peringatan. Dan apa ini! kau melarang ku berkata kasar dan harus bersikap manis padamu meskipun tidak di depan orang banyak! kau sudah gila hah! kau mau mengaturku! " Adit tidak terima dengan poin yang yang ditulis Key, ia merasa jika Key ingin mengaturnya.
" Aish, dasar gadis licik! ternyata kau tidak se polos yang ku duga. " Adit merasa dipermainkan oleh Key dan lagi-lagi ia kembali mengalah dengan menandatangani perjanjian yang Key tulis.
Key juga menandatangi perjanjian dari Adit. Setelah itu ia bangun dan beranjak keluar membawa kertas itu. Sebelum keluar ia kembali menoleh pada Adit yang masih duduk dan kini juga melihat padanya dengan mata nyalang penuh emosi.
" Poin tadi sesuai dengan poin yang kau tulis di sini. Kau menekan ku dengan mengancam ku harus membayar denda sebesar 500 juta jika aku melanggar perjanjian ini. Adil bukan! " Key langsung keluar meninggalkan Adit yang terpaku tidak percaya dengan perkataan Key yang semakin berani padanya yang merupakan bosnya sendiri.
Brak!
Pintu ditutup kencang oleh Key membuat Adit terjengkit kaget.
" Gadis sombong! sialan, Aahh!! " Adit berteriak kencang melempar kertas perjanjian Key dengan emosi yang meluap.
Setelah merasa sedikit tenang walaupun amarah masih membara di dadanya, Adit memutuskan keluar dari kamarnya sebelum semua orang mencari dirinya.
__ADS_1
Begitu kembali ke acara pesta yang masih belum usai, terlihat Key yang sudah berbaur dengan tan divisinya mengabaikan Adit yang justru berdiri terpaku menatapnya.
" Dasar gadis licik, dia masih bisa tertawa setelah berani melakukan ini padaku, tunggu saja aku akan segera membalas mu!!"
Adit terus menatap Key yang masih tertawa riang bersama temannya.
Puk
Tepukan pelan di bahu Adit membuat Adit sedikit kaget dan langsung menoleh ke arah si penepuk.
" Matamu bisa lepas jika kau terus menatapnya seperti itu. " Sindirnya mengejek Adit yang terus menatap Key.
" Johan! astaga kupikir siapa, kapan kau datang? " Adit tidak menyangka jika yang menepuknya adalah sahabat yang sudah lama tak bertemu. Mereka berpelukan ala pria dan teman yang lama tak bertemu.
Melepaskan pelukannya " Sedari tadi aku berdiri di belakangmu. Tapi kau tidak menyadarinya karena pandanganmu terus tertuju pada tunangan mu itu, dasar. " Johan meninju pelan lengan Adit dan terus mengejeknya.
" Ck, hentikan itu, sekarang lebih baik kita bicara, bukankah kita sudah lama tidak bertemu? apa kau tidak merindukanku hm?" Kini Adit balik menggoda Johan yang menatapnya bergidik geli.
" Menjijikkan, Ayo! " Ucap Johan membuat Adit tertawa keras kemudian berjalan mengikuti Johan yang berjalan lebih dulu.
Mereka berbincang membahas apapun selama mereka tidak bertemu selama ini, entah itu pekerjaan atau hal lain dan berakhir dengan obrolan asmara yang membuat Johan tidak berkutik karena memang sampai saat Johan belum memiliki kekasih, dan itu membuat Adit menjadikannya sebagai kesempatan untuk menggoda Sahabatnya itu.
" Adit! "
*
*
*
Happy Reading😊😘
Semoga suka ya🤗
__ADS_1
Jangan lupa ritualnya buat othor, biar othor semangat up oke😘
Lope you all ❤️