Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Bab. 26


__ADS_3

Pesta sudah usai tempo hari lalu. Semua orang kembali melakukan aktivitasnya seperti biasanya.


Terutama sang pengantin wanita yang kini fokus dengan laptop yang berada di atas meja kerjanya. Bukan hanya itu, kini telinganya turut bekerja mendengarkan cibiran karyawan lain padanya, membuat telinganya terasa panas.


" Apa? " Tanya Key karena sedari tadi Sisil terus saja menatapnya.


" Apa kau tidak ingin membicarakan sesuatu padaku? "


" Tidak ada. Sudah sana kerja lagi, jangan menggangguku! " Ketus Key.


Seolah tuli, Sisil malah menarik kursi Key menghadpnya. Sontak saja hal itu membuat Key kaget karena ia tengah fokus bekerja.


" Sisil! " Pekik Key kaget.


" Ceritakan padaku dari awal sampai akhir, Aku ingin mendengarnya langsung darimu! " Tegas, dan tidak bisa ditolak.


" Ck, iya aku akan menceritakannya nanti saat makan siang. Sekarang lanjutkan pekerjaanmu, jangan membuat kepalaku semakin pusing dengan tingkah mu ini, kerja yang benar jika tidak ingin ku pecat! " Ancam Key menggunakan kekuasaannya sebagai tunangan dari pemilik perusahaan.


" Dasar sombong! awas saja jika kau tidak menceritakannya nanti, ku pastikan posisimu ku rebut sebagai tunangan bos Adit." Cibir Sisil, dan baik mengancam Key yang justru terlihat acuh.


" Manusia sepertinya kau perebutkan? akan kuberi gratis jika kau mau. " Sayangnya kata itu hanya terucap dalam hati Key. Dia tidak memiliki sembilan nyawa jika mengucapkannya secara lantang.


Mereka berdua kembali fokus bekerja. Sisil tidak lagi menganggu Key bukan karena takut akan ancaman temannya itu, tapi dia ingin pekerjaannya cepat selesai dan cepat berbicara dengan Key.


Berbanding terbalik dengan Adit yang kini justru begitu menikmati kesendiriannya di ruang kerjanya. Hidupnya terlihat begitu damai, fokus kerjanya tak teralih sedikitpun, meskipun sesekali ia menguap karena dirinya yang harus lembur begitu pesta usai.


Fokus kerjanya pecah begitu seseorang memasuki ruangannya tanpa permisi. Adit sempat ingin mengumpat orang itu namun urung setelah tau ternyata adalah sang papa.


" Dit apa kau sibuk? " Tanya Feri melihat Adit yang terlihat sibuk dengan tumpukan berkas di mejanya.


" Sepertinya aku akan kembali lembur malam ini, ada apa? " Tanya Adit.

__ADS_1


" Mamamu ingin kita makan malam bersama malam ini, ajak tunangan mu juga. " Jawab Feri


" Aku tidak bisa, pekerjaanku masih banyak, papa bisa melihatnya sendiri sekarang. "


" Apa gunanya kau memiliki asisten! dan papa tidak ingin mendengar penolakan apapun darimu! Apa kau ingin membuat mamamu kecewa?! mamamu sangat berharap kau bisa makan malam bersama malam ini, dia merindukan putranya. " Ucap Feri tidak mempedulikan penolakan Adit dengan keluar begitu saja tanpa mendengar jawaban Adit.


Hubungan mereka memang sedikit mencair setelah pesta pertunangan kemaren. Adit sedikit melunak begitu ia melihat perubahan sikap Feri setelah mengetahui kebenaran tentang Fragas asistennya. Tapi itu tidak berlaku bagi sikap egois papanya seperti sekarang, tidak ingin dibantah, dan Adit hanya bisa menerima dengan sangat terpaksa.


Tanpa bereaksi apapun Adit kembali melanjutkan pekerjaannya, karena dirinya hari ini benar-benar sangat sibuk, pekerjaannya bertambah dua kali lipat akibat masalah skandalnya. Dia harus lembur untuk memulihkan kembali perusahaannya yang hampit terancam.


Waktu berjalan begitu cepat, dan kini jam sudah menunjukkan pukul enam sore, itu artinya semua karyawan Bagaskara mulai meninggalkan kursi kerja mereka masing-masing untuk segera pulang.


Berbeda dengan sang bos, yang masih berkutat dengan laptop dan berkas di mejanya. Adit sama sekali tidak menyadari jika hari mulai gelap. Pria itu benar- benar tidak ada waktu meski sekedar melihat jam di tangannya. Sampai sebuah pesan masuk di ponselnya membuat fokusnya teralih.


Adit mengambil ponsel yang tergeletak di atas mejanya kemudian melihat pesan yang masuk tadi. " Astaga, jam berapa sekarang?! " Pekik Adit panik setelah melihat pesan yang ternyata dari sang papa. Mengingatkan dirinya tentang acara makan malam di rumahnya.


" Aish, Aku lupa memberitahu gadis itu. " Adit baru ingat jika ia lupa memberitahu Key pasal acara makan malam ini.


***


" Astaga, rasanya tulangku akan patah. Untung saja pria licik itu tidak berulah hari ini. " Key menjatuhkan tubuhnya ke ranjang dengan perasaan lega. Seharian bekerja, ditambah dengan kelakuan Sisil yang membuatnya naik darah membuat tubuh Key seakan ingin mati rasa.


Key memejamkan matanya, rasa kantuk mulai menyelimutinya. Belum sempat dirinya merasakan mimpi indah, ponselnya tiba-tiba berbunyi membuatnya kembali membuka mata dan rasa kantuknya sirna begitu saja.


Key mengambil ponsel yang berada di sampingnya dengan sedikit malas tanpa bangun dari tidur tengkurap nya. " Ya halo. " Ucapnya begitu mengangkat panggilan di ponselnya.


" Apa!! " Pekik Key langsung bangun dari tidurnya. " Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?! Apa kau tau ini sudah jam berapa hah?! " Protesnya pada si penelepon.


" Hei kau tidak bisa seenaknya begini! kau... " Belum sempat Key meneruskan ucapannya, sambungan lebih dulu diputus sepihak oleh si lawan bicara. Key begitu murka, ia melempar asal ponselnya dengan kasar membuat ponselnya hampir terjatuh ke lantai.


Key beranjak dari ranjang dan berjalan menuju lemarinya dengan kesal dengan bibir terus menggerutu merutuki si penelepon tadi. Begitu ia selesai berhias ia langsung keluar dari kamarnya masih dengan wajah ditekuk kesal.

__ADS_1


Key menuju dapur menghampiri mamanya yang tengah memasak makan malam untuk berpamitan.


" Key mau kemana Kau? " Tanya Dian begitu melihat penampilan Key yang sudah rapi dengan dress selutut nya.


" Mama pria licik itu mengajakku makan malam di rumahnya. " Jawab Key asal dan sedikit menahan kesal.


" Pria licik? "


" Ah maksudku Adit. Mama Sarah mengajakku makan malam di rumahnya. Sebentar lagi Adit akan menjemput ku. " Sangkal Key gugup.


Diana memicing melihat tingkah Key yang gugup setelah tidak sengaja menyebut Adit pria licik di depannya.


Sedangkan Key sudah mengalihkan pandangannya ke arah lain agar mamanya tidak semakin curiga padanya. Namun setelahnya dia merasa lega setelah mendengar klakson mobil yang pastinya itu adalah Adit.


" Ah, Adit sudah datang. Kalau begitu Aku pergi sekarang." Cepat-cepat Key berpamitan pada sang mama, setelah itu keluar menghampiri Adit yang sudah menunggunya.


" Cepat jalankan mobilnya, sebelum mama mengejar ku! "


TBC


*


*


*


Happy Reading😘


Semoga suka yašŸ¤—


Jangan lupa ritualnya buat othor oke😘

__ADS_1


Lope you allā¤ļø


__ADS_2