
Dika dengan mobil mewahnya kini tengah berhenti di depan rumah sederhana Key. Ia datang kembali ke rumah Key atas perintah Adit untuk kembali menjemput Key, karena bosnya itu saat ini akan melakukan konferensi pers dan Key yang juga terlibat harus ikut serta dalam konferensi itu.
Dika mengamati keadaan rumah Key saat ini begitu sunyi, tidak ada aktivitas seperti saat dirinya pertama kali datang ke sini. Rumah sederhana namun asri karena adanya tanaman hias yang tertata rapi dan terawat di sana, membuat suasana sejuk dipandang mata, tapi berbanding terbalik dengan keadaan di sekitarnya yang begitu sunyi.
Tidak ingin mengulur waktu, Dika langsung mengetuk pintu rumah Key, dan itu membutuhkan waktu lama bagi Dika untuk mendapat jawaban dari sang pemilik rumah.
" Nona Key! apa nona di dalam?! tolong buka pintunya nona! "
Tidak ada jawaban dari dalam.
" Nona Key, tolong buka pintunya! nona harus ikut dengan saya sekarang. Tolong buka pintunya nona! " Coba Dika lagi, masih tidak ada jawaban dari Key.
" Nona, tolong buka pintunya! jika nona tetap tidak ingin membukanya, maka saya akan mendobraknya, dan membawa nona dengan paksa seperti waktu itu! " Coba lagi Dika, dengan sedikit ancaman, dan hal itu berhasil membuat Key membuka pintunya.
Tak lama pintu terbuka, dan keluarlah Key dengan penampilannya yang terlihat kacau.
" Anda tidak perlu melakukan itu tuan. Anda ingin membawa saya bukan? kalau begitu cepat bawa saya! " Ucap Key dengan dingin. rambutnya sedikit berantakan ditambah wajah pucat, dan mata yang sembab seperti habis menangis semalaman, membuat Dika tertegun melihatnya. Namun pria itu tidak berani bertanya karena melihat suana dan penampilan Key yang sedang tidak baik-baik saja. Dika memilih bungkam untuk itu.
Tanpa menunggu jawaban Dika, Key lebih dulu berjalan menuju ke mobil yang terparkir di depan rumahnya.
Sementara Dika masih mematung ditempat, melihat penampilan Key yang sangat kacau, ingin rasanya bertanya, tapi saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk itu. Tidak ingin membuang waktu, Dika pun menyusul Key yang sudah berjalan lebih dulu, dan begitu sampai di mobilnya dan hendak masuk, tiba-tiba sebuah suara menghentikan mereka.
" Tunggu!! "
Dika dan Key menoleh ke asal suara yang ternyata adalah mama Key.
" Mama... " Gumam Key bingung, melihat sang mama terlihat berjalan cepat menghampirinya.
Mama Key sampai di mobil Dika. " Saya akan ikut putri saya! " Ucap mama Key membuat keduanya terkejut dan bingung.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Dika dan Key. Wanita itu lebih dulu masuk ke dalam mobil. Dia tidak peduli dengan jawaban Dika yang pasti akan melarangnya, dan jawaban Key yang pasti akan bertanya maksud ucapannya. Memilih masuk lebih dulu adalah keputusan terbaik mama Key untuk menghalau penolakan dari mereka berdua.
" Nyonya, anda tidak bisa ikut, hanya orang yang bersangkutan yang boleh datang di konferensi pers itu, dan di sini hanya putri nyonya lah yaang bersangkutan akan berita itu! " Tolak Dika melarang mama Key untuk ikut serta ke acara konferensi itu yang turut masuk ke dalam dan duduk di samping kemudi.
Melihat mama dan Dika masuk, Key pun turut masuk ke dalam, dengan perasaan bingung yang masih dirasakannya karena keputusan mamanya yang menurutnya begitu mendadak dan mengejutkan itu.
" Anda benar tuan, di sini putri saya yang bersangkutan, tentu saya sebagai orang tuanya bukankah saya harus menemani putri saya? " Tanya mama Key penuh penekanan dan tatapan tidak bersahabat pada Dika yang ada di depannya
" Nyonya ... "
" Jika anda melarang saya untuk menemani putri saya, maka saya juga berhak melarang putri saya untuk ikut dengan anda! " Tegas mama Key dengan tatapan kian menajam membuat Dika terdiam.
Tidak ada pilihan lain bagi Dika selain mengijinkan mama Key untuk ikut. Tidak ada waktu lagi untuk terus berdebat, karena konferensi itu akan segera dimulai. Dika tidak ingin membuat bosnya menunggu terlalu lama dan akhirnya murka padanya, hingga pada akhirnya mereka berangkat bertiga menuju tempat konferensi itu dilakukan.
Key yang sedari tadi hanya diam, tidak berani bicara, mencoba memberanikan diri untuk bertanya pada mamanya.
Mama Key hanya menoleh pada Key tanpa ingin menjawab pertanyaan putrinya itu, masih dengan tatapan dingin pada Key.
" Baiklah, anda boleh menemani putri anda nyonya. Anda tidak diijinkan untuk masuk ke ruangan konferensi, anda hanya bisa menunggu di luar ruangan nantinya sampai konferensi itu selesai. Jika anda menolak maka saya dengan tegas melarang anda untuk menemani putri anda sekarang. " Ancam Dika
" Kau berani mengancam orang tua?! kau tidak takut dosa hah!! " murka mama Key merasa tidak terima dirinya diancam.
" Saya hanya menjalani tugas saya. " ucap singkat Dika membuat mama Key mendengus kesal dan mengalihkan tatapannya dari Dika.
Tidak ada jawaban lagi dari mama Key, yang masih kesal dengan Dika. Dika pun menyimpulkan bahwa mama Key menyetujui ucapannya itu. Setelahnya Dika pun memerintahkan sopir untuk melajukan mobilnya.
******
Begitu sampai di tujuan, keadaan sudah ramai oleh para wartawan yang sudah memenuhi tempat itu. Para petinggi perusahaan yang sengaja di undang oleh Adit untuk menyaksikan langsung konferensi itu. Adit sengaja mengundang mereka agar mereka percaya dan tidak menganggap Adit memanipulasi konferensi itu. Tidak hanya itu, Adit juga mendatangkan para saksi yang nantinya akan menguatkan opini Adit.
__ADS_1
" Tuan saya sudah sampai " Ujar Dika menghubungi Adit di telepon
Tujuan mereka adalah kantor Bagaskara Corp. Ya, konferensi itu sengaja Adit lakukan di perusahaannya sendiri. Dia meminta Dika untuk menyiapkan semuanya, selain tidak ingin rumit, Adit ingin membuktikan pada semua orang Bagaskara Corp adalah hidupnya, dia ingin membuktikan pada semua orang bahwa dia pantas berada di perusahaanya, dan membungkam semua orang yang telah berani menghujatnya tanpa mencari kebenaran dirinya dulu.
" Kau langsung saja ke lokasi, aku masih ada urusan sebentar! " Suruh Adit
" Baik tuan. " Jawab Dika, dan sambungan pun diputus oleh Adit
Menoleh menatap Key yang berada di belakangnya bersama mamanya " Mari nona, tuan Adit menyuruh anda untuk ke tempat konferensi lebih dulu. " Ajak Dika.
Key yang mendengar itu hanya bisa menghela napas lemah dengan pandangan sedari tadi terus menunduk. Dengan pasrah Key mengikuti langkah Dika dengan mamanya yang berada disampingnya, tanpa mengeluarkan sepatah katapun pada Key sedari tadi. Ingin rasanya Key menangis meraung saat ini, yang ada dibenaknya saat ini ialah hanya penyesalan. Dirinya terlalu menganggap remeh masalah besar ini, hingga sekarang mamanya sendiri telah mengetahui semuanya dan terlihat begitu kecewa terhadapnya.
Begitu sampai di ruang konferensi dilakukan, atau lebih tepatnya ruang rapat Bagaskara corp yang disulap menjadi tempat konferensi yang berada di lantai lima. Mereka langsung masuk kecuali mama Key yang berada diluar.
" Tuan, bolehkah saya berbicara sebentar dengan mama saya? " Mohon Key pada Dika
Dika menatap wajah Key yang sayu. Setalah pria itu mengangguk dengan helaan napas pelan. " Huhh ... baiklah, sepertinya anda memang harus bicara dengan mama anda. Baiklah silahkan, dan begitu selesai segeralah masuk nona! " Ucap Dika mengijinkan Key untuk berbicara pada mamanya, dan itu tidak disia-siakan Key untuk segera menemui sang mama.
" Terima kasih tuan. " Ujar Key tersenyum sayu, lalu beranjak keluar, menemui mamanya yang sedang duduk di kursi tunggu, dengan pandangan kosong menghadap ke depan.
" Ma ... "
TBC
HAPPY READING😘 Semoga Suka😊
Mohon like, komen, vote, dan hadiahnya ya temen temen😊😊
Lope you all❤️
__ADS_1