
" Dit, kau ingat dimana om Fragas di tangkap orang suruhan mu?" Tanya Johan.
Mereka mulai membicarakan hal serius setelah bercanda sedari tadi.
" Sebentar, Kau ingin makan siang bukan? kita makan di sini saja. Sekalian kita membahasnya. " Ucap Adit.
Johan mengangguk mengiyakan. " Baiklah. "
Mendapat persetujuan dari Johan, Adit lekas mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang. " Pesankan makanan apapun dua porsi untukku dan bawa ke ruangan ku!. Aku ingin cepat! " Suruh Adit arogan. Setelahnya ia menutup sambungan sepihak tanpa menunggu jawaban lawan bicaranya.
" Kau menyuruh asisten mu? " Tanya Johan.
Adit hanya mengendikkan bahu acuh tanpa menjawab. " Sudahlah kita tunggu saja. Sebaiknya kita bicarakan hal tadi. "
Johan mengangguk heran. Ia mengiyakan tanpa bertanya lagi.
" Mereka menemukan om Fragas di apartemennya. Karena pada saat itu om Fragas berada di apartemennya. " Jelas Adit
" Ah ya aku ingat sekarang. Sehari sebelum skandal ku viral, sekilas aku seperti melihat pria yang begitu mirip dengan om Fragas. Aku melihatnya di restoran tapi aku lupa nama restoran itu. Sebentar..." Adit berusaha mengingat restoran tempat suruhannya menangkap Fragas.
" Leiva resto. Ya, kalau tidak salah namanya Leiva resto. Aku tidak begitu mengingatnya, tapi pria itu begitu mirip dengan om Fragas. " Ucap Adit karena melupakan nama tempat itu.
Adit berusaha mengingat kejadian dimana sekilas ia seperti melihat asisten papanya dengan seseorang di sebuah restoran. Namun Adit masih tidak yakin jika pria itu adalah asisten papanya, karena ia sendiri tidak begitu jelas melihatnya.
" Sepertinya aku pernah mendengarnya. " Ucap Johan berusaha mengingat di mana ia pernah mendengar nama restoran yang tidak asimg lagi telinganya. " Astaga, sekarang aku ingat!. Leiva resto, ya aku pernah ke sana bersama kekasihku beberapa bulan yang lalu. " Ucap Johan.
" Jika benar pria yang kau lihat adalah om Fragas, aku yakin jika dia tidak hanya sekedar makan di sana " Tebak Johan. Johan berusaha menebak apa yang dilakukan asisten papa temannya itu. Karena ia mulai merasa janggal dengan apa yang dilakukan asisten papa Adit di tempat itu.
__ADS_1
" Entahlah, aku masih belum yakin jika pria itu om Fragas. Tapi yang pasti pria itu tidak sendirian, karena aku melihat dia bersama seorang pria, dan aku yakin itu bukan papa. Aku berniat ingin menghampiri mereka waktu itu, tapi saat itu aku tengah ada meeting penting. " Ucap Adit sedikit menyesal.
" Kau sudah mencari tahu siapa mereka? " Tanya Johan.
" Ini terlihat janggal, untuk apa dia berada di sana. Jika bertemu klien bukankah seharusnya om Feri ikut? " Ucap Johan, berusaha menilik apa yang dilakukan pria yang masih belum pasti adalah Fragas di sebuah restoran dengan orang asing.
Adit menggeleng, ia baru mengingat hal itu sekarang karena pertanyaan Johan. Ia benar-benar melupakan hal penting itu karena terlalu sibuk dengan masalah perusahannya. Sekarang Adit sedikit menyesal karena menghilangkan jejak yang bisa membuatnya menemukan siapa dalang dari masalahnya.
" Aku terlalu sibuk dengan perusahaan sampai aku melupakan hal penting itu. Lagi pula aku melihatnya sebelum skandal ku viral, jadi aku tidak terlalu peduli dengan hal itu. " Ucap Adit menghela napas dalam. Ia memegang kepalanya yang sedikit berdenyut karena masalahnya yang rumit. Masalah yang berimbas pada perusahannya membuat Adit harus ekstra dalam bekerja.
" Kau tenang saja, aku akan membantumu mencari tahu siapa mereka. " Ucap Johan menepuk pelan pundak Adit.
Adit mengangguk dan tersenyum kecil pada Johan. Ia begitu beruntung memiliki teman sebaik Johan, meskipun Johan sering kali membuatnya kesal.
Ceklek...
Kedua pria tampan itu menoleh ke arah pintu yang dibuka. Terlihat Key tengah kesusahan membawa dua kantong plastik berisi makanan yang disuruh Adit padanya.
Adit tersenyum penuh kemenangan. Bukannya membantu, Adit hanya diam saja melihat Key yang berjalan kesusahan. Terlihat jelas di mata Adit, bibir Key yang terus bergerak dengan mata menusuk tajam padanya. Ia tahu gadis itu tengah mengumpat dirinya, namun Adit tidak memperdulikan hal itu. Ia justru merasa begitu senang melihat Key yang tersiksa karena ulahnya.
" Biar ku bantu. " Ucap Johan menawarkan bantuan pada Key. ia lalu mengambil alih makanan dari tangan Key, dan kembali berjalan ke arah sofa.
Key tidak menolak tawaran Johan, ia justru dengan senang hati memberikannya pada pria itu. Karena dia bukan gadis yang suka bersikap manis di depan pria, apalagi pria asing seperti Johan.
Begitu makanan di tangannya berpindah, Key dengan santai berjalan menghampiri Adit yang terlihat meremehkan dirinya dengan seringainya. Key justru membalas senyum Adit, dengan senyuman penuh arti miliknya.
" Uang. " Ucap Key, menengadahkan tangannya di depan Adit.
__ADS_1
Adit mengernyit bingung, tidak mengerti dengan maksud gadis di depannya ini yang tiba-tiba menengadahkan tangannya mengatakan uang.
Key menghela napas pelan karena Adit yang tidak mengerti maksudnya. " Kau tidak memberiku uang untuk makananmu jika kau lupa. Jadi sekarang bayar makananmu itu dua kali lipat! " Pinta Key sengaja ingin membuat Adit malu di depan Johan.
Key menarik sudut bibirnya begitu melihat Adit yang gelagapan karena ucapannya. Ia tahu pria itu merasa malu sekarang. Terlihat Adit sesekali melirik Johan yang sedang menata makanan di meja berusaha menahan tawanya.
Mata Adit menajam melihat Key yang tersenyum senang di depannya. Ia tidak menyangka jika rencana balas dendamnya justru berbalik mempermalukan dirinya di depan temannya. Segera Adit merogoh sakunya dan mengambil uang dari dompetnya dan memberikannya pada Key.
" Terima kasih sayang. " Ucap Key tersenyum manis pada Adit yang menatapnya semakin nyalang seolah ingin memakannya hidup-hidup. Perlahan Key mendekatkan wajahnya pada telinga Adit seraya tersenyum. " Kau salah mencari lawan bos. " Bisik Key penuh kemenangan.
Setelahnya Key menjauhkan wajahnya dari Adit yang terlihat menahan kesal. Ia tersenyum puas melihat Adit yang tak berkutik karenanya. Key kemudian mengalihkan pandangannya pada Johan yang sudah selesai menata makanan dan kini tengah mengamatinya dan Adit. Ia tersenyum manis pada Johan yang balas tersenyum menggoda padanya.
" Ah pak Johan terima kasih bantuan anda tadi. Selamat menikmati makanannya, kalau begitu saya permisi dulu. " Key melangkah riang meninggalkan dua pria tampan yang menatap kepergiannya tanpa rasa bersalah. Ia merasa sangat puas karena berhasil membalas perbuatan Adit padanya.
Begitu Key menghilang dari pandangan mereka. Tawa menggelegak keluar dari bibir Johan yang sedari tadi ditahannya. Ia melihat wajah pasrah bercampur kesal Adit, yang terlihat begitu lucu di matanya. Baru kali ini ia melihat sepasang kekasih dengan perang dingin yang tersembunyi yang kini diperlihatkan secara langsung padanya, ditambah dengan Adit yang sama sekali tidak berkutik dihadapan Key membuat Johan semakin tertawa lepas.
Gadis licik itu,,, awas saja dia!
*
*
*
*
*
__ADS_1
TBC
Happy Reading😘