
Setelah membuat gempar seisi kantor karena pakaiannya kemarin, rasanya Key tidak berani lagi datang ke kantor. Bagaimana tidak, berita tentangnya langsung menyebar luas, dan mendapat cibiran pedas dari netijen yang memang tidak menyukainya, semenjak dia menjabat sebagai tunangan Ceo mereka. Sebagian besar karyawan wanita di Bagaskara corp tidak menyukainya. Ada yang terang-terangan menunjukkan ketidak sukaannya, ada yang bermental tempe hanya berani membicarakannya di belakang.
Mereka terlalu memuja bos mereka, hingga mengkambing hitamkan dirinya. Memang benar, semua berawa darinya karena dia yang mabuk. Tapi dia tidak meminta untuk viral, dia juga tidak menyangka akibatnya akan sejauh ini. Lagi pula, apa mereka pikir menjadi tunangan bosnya itu, hidupnya bahagia? hidupnya bahkan seperti di neraka saat ini.
" Hhh... " Key menghela napasnya kasar, sembari terus mengaduk jusnya. Rasanya dia begitu kesal jika mengingat apa yang terjadi kemarin dan semua yang terjadi padanya selama ini.
" Apa Aku resign saja dari sana. Aku ingin mati saja rasanya." Keluhnya lelah setiap hari harus makan cibiran karyawan lain padanya. Apa mereka sudah memiliki tiket syurga, hingga setiap hari terus menabung dosa. Dia tidak habis pikir untuk itu.
Jam masih menunjukkan 9 pagi, dan Key sudah berada di restoran, hanya seorang diri ditemani dengan minuman jusnya. Rencananya dia akan memanfaatkan weekend nya untuk berkencan seharian dengan kasur. Tapi Sisil malah merecokinya sejak pagi. Alhasil, dia harus merelakan kekasihnya itu, dan berakhir di restoran menunggu si biang rusuh yang belum menampakkan batang kakinya.
" Astaga Key, maaf membuatmu menunggu. " Ucap Sisil yang baru datang.
" Ck, Kau membuatku menunggu hampir satu jam Kau tau! "
" Maaf, Aku harus memberi alasan pada Heri tadi. Kau tau bukan dia sangat posesif padaku! " Balas Sisil, Jus Key sudah berada di tangannya, dan di tegaknya hampir habis membuat Key mendengus melihatnya.
" Sudahlah, kenapa Kau mengajakku bertemu?! Kau menganggu kencanku saja. " Gerutu Key, membuat Sisil panik.
__ADS_1
" Benarkah? apa bos Adit marah, Aku menganggu kencan kalian?" Tanga Sisil takut.
Key mengangguk, sengaja mengerjai Sisil. " Dia bahkan berencana memutasi mu ke tempat lain karena Kau sangat mengganggu. " Ucapnya menyeringai melihat wajah panik Sisil.
" Kau jangan menakuti ku Key! bagaimana mungkin dia melakukan itu hanya karena ini! "
Key mengangkat bahunya acuh, membuat Sisil semakin panik.
Sisil semakin panik, dia tidak ingin percaya tapi bagaimana jika itu benar. Astaga, bahkan dirinya masih karyawan baru di sana tapi sudah mau dimutasi.
Key segera menahan Sisil yang akan kembali membuka mulutnya.
" Sebenarnya Aku bingung, Kau tau Key seminggu lagi Hei ulang tahun, dan Aku bingung harus memberi dia apa, maka dari itu Aku mengajakmu ke sini. " Ucap Sisil pelan diakhir kalimatnya dengan ringisan kecil, dan itu sukses membuat Key mendengus kesal.
" Kau pikir Aku ini pakar hadiah sampai hal seperti itu Kau harus menggangguku! Kau kan bisa tanya apa kesukaan Heri, kenapa harus menggangguku! " Gerutu Key, dan Sisil hanya menggaruk kepalanya dengan menyengir kuda.
" Maaf, Aku tidak berpikir ke sana. Aku terlalu excited untuk memberinya kejutan. " Jawabnya polos, berhasil membuat Key harus menahan kesabarannya.
__ADS_1
Key hanya bisa berdecak kesal, melihat wajah tanpa bersalah Sisil. Dia harus merelakan ranjangnya hanya demi Heri? astaga, dia bahkan tidak perduli dengan ulang tahun tunangannya, dan sekarang Sisil mengganggunya untuk membantunya memilihkan hadian untuk Heri kekasihnya. Menyebalkan!
Disisi lain tampak seorang pria yang terus memperhatikan mereka. Tak lama pria itu berdiri, dan menghampiri meja Key dan Sisil yang masih cekcok manja.
" Permisi, Apa Aku bisa bergabung? "
*
*
*
Happy readingš
Maap ya kalo ga sesuai ekspektasi kalianš
Jangan lupa ritualnya okeš
__ADS_1
Lope you allā¤ļø