
" Mau kemana Kau! Jangan pikir Kau bisa lari setelah semua yang Kau lakukan tadi."
Adit menghalau Key yang mencoba kabur darinya dengan mencekal tangan gadis itu. Tangan kekar Adit dengan kuat membelenggu tangan Key, hingga gadis itu tidak bisa lepas darinya.
Key yang merasa rencananya untuk kabur gagal, kini terlihat bingung. Sebab dia yakin Adit tidak akan membiarkan dirinya lolos kali ini.
" Katakan apa maumu? " Tekan Adit, semakin mengeratkan cekalannya saat Key terus memberontak. Terdengar ringisan kecil dari bibir Key kala merasa tangannya sakit karena cekalan Adit yang semakin menguat.
" Ck, apa dia tidak lelah terus marah sedari tadi?! Telingaku rasanya panas sekali. Aku harus melakukan sesuatu untuk membungkam mulutnya ini. " Batin Key berdecak kesal. Bukannya takut, Key justru memikirkan rencana lain untuk menutup mulut Adit. Entah apa yang dimakan pria itu hingga tekanan darahnya tidak naik, padahal yang dia lihat, pria itu terus saja marah, dan meluapkannya pada siapapun Dan sialnya, selalu dia yang menjadi sasaran kemarahan pria itu. Nasibnya sungguh sial harus terikat dengan pria di depannya. Jika bukan karena karena rencananya, dia tidak sudih harus melakukan semua ini.
Tangan Key yang bebas dari cekalan Adit, bergerak naik, menuju dada bidang Adit. Diusapnya pelan Benda kekar itu, sementara matanya menatap Adit polos. Bibirnya sengaja dia gigit, menambah kesan erotis yang coba dia lakukan. Dia persis seperti wanita nakal kali ini
Jika bukan karena ingin tau rencana Key, Adit sudah mendorong gadis itu, yang lancang menyentuh tubuhnya sembarangan. Dia membiarkan Key melakukan apapun pada tubuhnya.
" Apa Kau tidak lelah terus marah padaku? " Tanyanya dengan nada sedikit menggoda. Tangannya tidak berhenti mengusap dada, bahkan turun ke lengan kekar Adit.
" Aku akan memberitahumu apa yang kuinginkan. Tapi sebelum itu, Aku akan memberitahumu sesuatu dulu. " Adit hanya diam. Dia ingin melihat sejauh mana Key akan melakukan ini.
Melihat Adit yang diam, Key menyimpulkan jika Adit setuju. Dia menarik dasi Adit, hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja. Key menatap lamat wajah tampan Adit, mengabsen setiap sisi pahatan sempurna itu, membuatnya sedikit terpesona. Bahkan wajahnya mulai memanas, karena jarak mereka benar-benar dekat bahkan hampir menempel.
Key mulai mendekatkan bibirnya ke telinga Adit dan membisikkan sesuatu di sana. " Aku... "
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, seseorang tiba-tiba membuka pintu, dan menampilkan asisten Dika di sana. Sontak Adit dan Key menoleh kearah pria itu masih dengan posisi yang sama, hanya baju yang menjadi pembatas mereka.
Dika yang tidak tahu, langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. " Maaf, saya akan keluar sekarang. "
__ADS_1
Adit yang terkejut melihat kedatangan Dika, langsung saja mendorong tubuh Key, dan hampir membuat gadis itu terjatuh, namun masih bisa ditahannya.
" Tetap di tempatmu Dik! " Titahnya. " Dan Kau, keluar sekarang! " Usirnya pada Key.
Tidak kehilangan akal, Key kembali melakukan aksinya kini dengan berani mencium pipi Adit, membuat sang empu melotot tajam. Setelah melakukan itu, Key segera kabur, dan keluar dari ruang Adit meninggalkan Dika yang tertegun melihat apa yang dilakukan Key tadi.
" Gadis gila! " Umpatnya pelan, sembari mengusap pipinya kasar bekas dicium Key tadi.
Adit menatap Dika, yang terlihat berusaha menahan tawanya. Langsung saja ultimatum pria itu keluarkan pada sang asisten.
" Keluarkan saja, Kau tidak perlu menahannya! "
" Maaf tuan "
Adit berdecak kesal. " Ada apa? " Tanyanya ketus pada Dika.
***
Napas Key terlihat memburu. Baru saja dia keluar dari lift setelah tadi berlari dari ruang Adit, karena takut pria itu akan mengejarnya. Untung saja dia selamat dari terkaman pria licik itu, dan semua itu karena Dika asisten Adit. Jika saja, Dika tidak datang tetap waktu, bisa jadi dia sudah mengatakan semuanya, atau dirinya tidak akan selamat dari Adit.
Sekarang mungkin dia selamat, tapi dia tidak yakin untuk nanti. Karena dia mengenal bagaimana Adit, yang tidak akan membiarkannya begitu saja, apalagi dia sudah bersikap kurang ajar pada pria itu tadi. Dia harus memikirkan cara lain lagi, dan sekarang yang terpenting dia harus menghindari Adit.
" Untung saja pria licik itu tidak mengejar ku. Terima kasih Tuhan! " Ucap Key, menghela napas lega.
" Astaga, Aku seperti melakukan pekerjaan berat saja. Ini sungguh melelahkan. " Keluh Key, keringat dingin mulai keluar di dahinya karena takut harus berlari tadi. Dia tidak menyangka rencana yang dia buat akan membuatnya kelelahan seperti ini. Tapi dia tidak mungkin berhenti, semua sudah terjadi, jadi dia harus mengakhirinya, tentu dengan kemenangan dirinya.
__ADS_1
" Astaga, Aku tidak percaya selera bos Adit sungguh rendahan. "
" Kau benar, Apa dia tidak malu berpakaian seperti itu. Atau dia berusaha menggoda pria lain. Apa masih bekum cukup setelah berhasil menggoda seorang Adit, dan dia masih berusaha menggoda pria lain? benar-benar wanita tidak tahu malu, cih. "
Tidak ingin telinganya semakin panas mendengar cibiran pedas tentangnya, Key menghampiri dua wanita itu untuk dilabraknya.
Key melipat tangannya angkuh begitu sampai di depan dua wanita tadi. " Kurasa adu kekuatan lebih seru dari pada sekedar mencibir. Aku masih punya tenaga untuk itu. " Key menarik lengan bajunya ke atas, dan memasang kuda-kudanya, seolah siap adu kekuatan.
Dua wanita itu hanya menatap Key malas, lalu setelahnya pergi dari sana.
" Wanita gila! " Umpatnya, saat melihat dua wanita itu pergi dari begitu saja.
*
*
*
Masih dengan keuwuan Adit dan Key ya reader🤣
Kira-kira ada yang bisa nebak ga apa rencana Key buat naklukin pria licik tercintanya😂😂
Semoga suka ya sama cerita othor yang diluar ekspektasi kalian😊
Kalo misal ada saran buat cerita othor bisa kok diungkapkan, othor malah seneng banget kalo kalian kasik saran kalian buat othor.😘😘
__ADS_1
Lope you all❤️