Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Bab. 12


__ADS_3

Saat ini Key terus saja Mondar-mandir di ruang tengah rumahnya. Dia baru saja melihat berita di televisi yang kini tengah menyiarkan skandal dirinya. Key sedikit lega karena identitasnya masih belum diketahui publik, hanya pekerjaannya saja yang terkuak, belum pada identitas lainnya. Meskipun begitu, Key merasa gelisah, sebab cepat atau lambat identitasnya pasti terbongkar, dan bosnya itu akan memaksanya untuk melakukan konferensi pers.


" Bagaimana ini? berita itu sudah muncul di televisi, dan sebentar lagi pria menyebalkan itu pasti memaksaku untuk melakukan konferensi. Apa aku kabur saja? tidak-tidak .. bisa-bisa aku dicincang hidup hidup oleh pria menyebalkan itu. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak mau identitasku sampai terbongkar. Aku tidak mau membuat mama kecewa, meskipun berita itu sama sekali tidak benar. " Gumam Key gusar.


Key masih dengan mondar-mandirnya, mencetak jelas wajahnya menunjukkan ketakutan yang besar saat ini, membuat wajah cantiknya terlihat pucat. Sampai sebuah suara sang mama menginterupsi dirinya membuat tubuhnya menegang kaku.


" Key, ada apa? " Tanya mama Key begitu datang dari dapur dan melihat Key yang terus mondar mandir. Wanita itu mulai menelisik wajah Key yang terlihat pucat.


Tubuhnya serasa mendapat setruman tegangan tingga membuatnya kaku begitu sang mama berada di hadapannya.


" Ma- mama? t-tidak ... tidak ada apa apa mah ... hehehe " Cengir nya terkesan aneh membuat sang mama semakin menatapnya penuh curiga. Key dengan cepat mematikan tv nya takut sang mama melihat tayangan berita tentang skandalnya.


Mama Key kembali ingin menghidupkan televisinya. " Kenapa dimatikan?! mama masih ingin menonton!! " Protesnya kesal pada Key.


" Se-sebaiknya mama tidak usah menonton televisi dulu hari ini! " Key yang berusaha menahan mamanya agar tidak melihat televisi yang pastinya masih menayangkan berita skandalnya.


" Memang kenapa? kau ini aneh sekali melarang mama nonton televisi? memang ada apa dengan televisinya sampai kau melarang mama seperti itu? " Gerutunya kembali menghidupkan televisinya lalu berjalan ke sofa dan duduk di sana.


" Sudah sana!jangan ganggu mama!! " lanjutnya mengusir Key.


" Ta-tapi ... " Terlambat, berita itu muncul begitu saja setelah televisinya kembali di hidupkan sang mama.


Tubuh Key seketika menegang. Tubuhnya kaku dan sulit digerakkan. Wajahnya berkeringat dingin. Kini tatapannya terpaku pada sang mama begitu melihat raut wajah mamanya yang mulai menunjukkan sesuatu yang membuat perasaan Key semakin tidak karuan.


" Key bukankah ini ... "


" Tidak, i-itu tidak benar! itu buka aku!! " potong Key cepat dengan panik.


Seketika Key tersadar dari ucapannya, dan merutuki kebodohannya yang berlebihan dan membuat mamanya menatap curiga ke arahnya..


" Bodoh! bodoh! Mamah pasti curiga sekarang. Bagaimana ini..." rutuk dalam hati


" Ah ... hahaha ... i itu, ma maksud Key, berita ini tidak benar iya ... itu maksud ku " Elak Key dengan gugup yang begitu kentara membuat mama Key semakin curiga dengan tingkah Key.


Tidak ada respon dari sang mam, yang masih terus menatap Key curiga. Hingga mama Key memutuskan tatapannya dan kembali fokus dengan berita yang tengah dilihatnya itu.

__ADS_1


Tidak lama raut wajah mama Key berubah, begitu menyadari sesuatu. Mama Key mengerti kenapa putrinya itu bereaksi seperti itu, mama Key mengingat kejadian dimana Key dibawa paksa pria yang mengatakan, akan membawa Key pada bosnya, rupanya hal itu ada sangkut pautnya dengan berita itu.


Mama Key merasa kecewa dengan putrinya, yang menyembunyikan hal ini padanya sebagai orang tuanya. Hal besar yang menyangkut masa depan putrinya yang sedang mengalami masalah, tidak diketahuinya. Dan sekarang hal itu terbongkar dengan jelas di depan matanya.


" ini bos kamu kan Key? " Tanyanya dengan nada dingin.


" Dan ... wanita itu bukan kamu kan? " Lanjutnya tanpa melihat Key yang sudah lemas mendengar pertanyaan mamanya.


" Apa karena ini kamu dipaksa pria yang membawamu kemarin?" Tanya mama Key kembali masih dengan nada dan posisi yang sama.


Tubuh Key rasanya tak mampu lagi untuk berdiri. Key ambruk di depan mamanya dengan berlutut, dan menatap sang mama yang juga menatapnya sendu. Tangis Key tiba tiba luruh, dia takut mamanya akan membencinya, meskipun bisa saja dia menjelaskan yang sebenarnya.


Tapi apakah itu akan berhasil? apakah penjelasan Key akan diterima oleh mamanya? sementara Key sama sekali tidak memiliki bukti apapun untuk ditunjukkan pada mamanya sekarang.


Key menggeleng seolah mengelak. " Key bisa jelaskan ma, itu semua tidak benar, mama percaya kan sama Key. Aku tidak mungkin melakukan itu. Aku tidak mungkin mengecewakan mama. Aku mohon dengarkan dulu penjelasanku dulu ma. " Mohon Key dengan tangis dan takut jika mamanya akan kecewa dan membencinya.


" Jadi benar gadis itu kamu?! kenapa kamu menyembunyikan ini dari mama!! apa kamu tidak tau mama sangat mengkhawatirkan mu waktu itu. Mama pikir kamu benar-benar diculik pria itu, tapi ternyata ... " Mama Key tidak meneruskan ucapannya karena terlanjur kecewa. Rasanya suaranya tercekat di tenggorokannya.


" Bawa mama bertemu dengan pria itu, mama tidak peduli dia bos mu atau apapun. Pertemukan mama dengannya, dan secepatnya!! " Mama Key bangun dari duduknya lalu pergi meninggalkan Key yang terpaku di tempatnya.


Setelah sadar dari pingsannya waktu itu, mama Key sudah seperti orang gila, yang terus berteriak memaksa anak buah Dika membiarkannya menyusul Key, tetapi tidak berhasil karena terus ditahan anak buah Dika. Apa yang dilakukannya sia sia, mama Key pun pasrah dan memilih menunggu Key dengan perasaan cemas dan terus menangis, hingga tidak lama Key datang dan membuat mamanya kembali lega karena putrinya kembali dengan selamat.


*


*


*


" Apa, bagaimana bisa?! " Teriak Adit pada seseorang diseberang yang tengah berbicara dengannya di ponsel.


" Kau atasi dulu di sana! aku akan segera ke sana sebentar lagi. " Suruh Adit pada orang itu


" Aish! sudah kuduga cepat atau lambat ini akan terjadi, dan kenapa mereka baru melakukannya sekarang? Aku harus cepat pergi dan membereskan semuanya! " Adit bergegas pergi begitu sambungan terputus.


Sepertinya tengah terjadi suatu yang sangat besar menimpa perusahaan Adit, hingga mengharuskannya datang ke kantor di hari liburnya. Libur kali ini begitu berbeda bagi Adit, akibat berita yang membuatnya terkena masalah bertubi-tubi.

__ADS_1


.


Begitu sampai di perusahannya, Adit langsung bergegas menemui asistennya yang menghubunginya tadi. Adit pun mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi, hingga keadaan kacau seperti ini.


" Dik, bagaimana bisa ini terjadi!! " Tanya Adit, sembari melihat kondisi perusahaan.


" Tuan sepertinya ini ada unsur kesengajaan, mereka seperti diprovokasi oleh seseorang yang kita tidak tau. Sedari tadi mereka terus meneriaki, dan meminta untuk anda turun dari jabatan anda, jika tidak, maka mereka sendirilah yang akan pergi dari perusahaan. Tuan, jika sampai itu terjadi, maka perusahaan kita akan benar-benar terancam jatuh. Para donatur pun mulai banyak yang menarik sahamnya dari perusahaan kita. Tidak akan ada yang mau bekerja di Bagaskara Corp setelah ini atau lebih parahnya, anda akan terancam pidana, karena merugikan para donatur. " Jelas Dika, menatap atasannya iba. Dia tidak menyangkan masalah yang terjadi pada bosnya itu akan mengancam perusahaan besar itu. Tidak hanya sang bos yang akan terkena imbasnya tetapi dirinya juga.


" Hah!... kepalaku sakit sekali rasanya. Lalu aku harus melakukan apa?! jika mereka ingin berhenti, maka berhentilah!! aku sudah tidak perduli, sudah cukup aku memikirkan nasib mereka selama ini, dan ini balasan mereka untukku ... sialan!! " Murka Adit begitu melihat para karyawannya yang melawannya.


" Bukankah berita ini lebih dulu tersebar di media sosial?! kenapa mereka baru melakukan aksi protes sekarang?! " Heran Adit dengan tindakan publik yang menurutnya sangat aneh.


" Benar tuan, seperti yang saya katakan tadi, bahwa ini semua adalah provokasi dari seseorang. Orang itu sengaja memunculkan berita itu di sosial media, untuk memancing reaksi publik, dan membuat pandangan mereka terhadap anda menjadi jelek karenanya, dan setelah itu, secepat mungkin mereka memunculkan berita itu di televisi, agar orang yang berpihak dengan anda berbalik melawan anda dan menganggap berita itu adalah fakta. Saya yakin pergerakan anda terus dipantau oleh orang yang tidak kita ketahui, maka berhati-hatilah tuan. Musuh Anda begitu dekat dengan anda dan dia ingin menghancurkan anda melalui orang disekitar anda. " Jelas Dika membaca rencana musuh terhadap bos nya.


" Hahh ... aku tidak menyangka akan serumit ini. Sepertinya aku harus segera melakukan konferensi pers, untuk menghalau orang yang ingin melawanku agar tidak semakin banyak. " Keluh Adit memijat kepalanya yang terasa berdenyut karena masalahnya.


" Anda benar tuan, melihat situasi sekarang, anda memang harus segara melakukan konferensi itu. Dengan bukti yang sudah terkumpul, anda bisa melakukannya besok, karena tidak memungkinkan jika dilakukan sekarang. Saya akan mengurus semuanya, anda hanya datang untuk konferensi pers tuan. " Ucap Dika seolah tau apa yang akan diperintahkan bosnya padanya itu.


" Baiklah, besok aku akan melakukan konferensi pers, dan Dika kau urus mereka, yang masih melawanku, berikan mereka penawaran, agar mereka berpihak kembali padaku. Kau mengerti kan maksud ku! " Suruh Adit.


" Aku akan kembali ke apartemen lagi, kepala ku rasanya begitu berat. Lakukanlah dengan baik. Aku percaya padamu. " Lanjutnya menepuk bahu asistennya itu, kemudian beranjak pergi dari sana dan kembali ke apartemennya.


" Kasihan sekali tuan Adit. "


*


*


*


TBC


HAPPY READING GUYS😘😘


Semoga suka ya😊

__ADS_1


Jangan lupa ritulnya ya😁


Lope you all❤️


__ADS_2