
Seminggu berlalu.
Pertunangan Key dan Adit benar-benar terjadi. Acara itu berlangsung dari jam 11 siang hingga selesai. Segala usaha telah Key lakukan untuk menggagalkan pertunangan paksa itu, namun semua rencananya gagal total. Dan yang paling membuatnya geram adalah Adit yang tak mau bekerja sama, pria itu melimpahkan semua pada Key tanpa bantuan ide sedikitpun.
Semua hal sudah Key lakukan, bahkan ia sampai memohon dan hampir bersujud pada papa dan mama Adit, dan tetap saja tidak berhasil. Merasa lelah dengan semua usahanya yang gagal, Key menyerah dan memutuskan untuk menerima takdirnya.
" Kenapa takdirku harus seburuk ini Tuhan! " Batin Key lesu di atas pelaminan sembari menyalami tamu yang datang memberinya selamat. Key mengeluhkan takdir hidupnya yang harus terikat dengan pria licik seperti Adit. Namun Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menampilkan wajah tersenyum paksa kearah tamu yang datang dan media yang sedang meliputnya.
Jika saja Adit bukan pria licik, Key dengan suka cita menerima ini semua tanpa perlawanan. Bagaimanapun dia tetap seorang gadis yang tidak bisa lepas dari jiwa materialnya, gadis mana yang akan menolak pria setampan dan sekaya Adit, tentu Key tidak mampu menolak rezeki melimpah yang diberikan Tuhan padanya saat ini. Ya, Dia akui jika tunangannya itu tampan, bahkan teramat tampan dan kaya, tapi dia membencinya. Semua itu hanya mimpi yang terlalu tinggi baginya.
Acara itu dilangsungkan di kediaman Bagaskara sesuai permintaan Adit. Semua berjalan dengan lancar tanpa kendala, tidak ada desakan media meminta penjelasan, karena setelahnya ia akan langsung melakukan konferensi lagi.
Pertunangan Adit memang sengaja dilakukan secara terang-terangan, untuk meminimalisir masalah ke depannya, dan juga ia tidak membiarkan seseorang sengaja memanfaatkan hal itu untuk kembali menjatuhkannya. Maka dari itu begitu banyak media dan tamu yang hadir di acara ini.
" Sebentar lagi aku akan menjelaskan pada mereka tentang pertunangan ini, dan kau harus ikut! jadi bersikaplah seolah kita pasangan bahagia yang saling mencintai agar mereka tidak curiga, kau mengerti?! " Bisiknya ditelinga Key yang masih tersenyum ke arah media.
" Kau yang menerima pertunangan ini, jadi aku tidak akan ikut! " Tolak Key yang juga berbisik.
Adit merasa geram dengan ucapan Key yang mulai berani melawannya. " Jangan konyol! semua ini karena ulah mu jika kau lupa, jadi turuti apa yang kukatakan selagi aku masih bersikap baik padamu! " Ancamnya masih berbisik dan tidak melunturkan senyuman yang ia tunjukkan pada media sedari tadi.
" Aku tidak pedmh... " Adit menutup bibir Key yang akan kembali bicara dengan ibu jarinya dan jari lain memegang dagu Key. Wajah keduanya yang begitu dekat, hingga orang melihat jika mereka sedang berciuman. Nyatanya memang Adit hampir mencium bibir Key jika satu jarinya tidak menghalangi, karena saat ini bibir Adit tepat berada di tas ibu jarinya yang menutupi bibir Key.
" Turuti saja apa yang ku katakan, sebelum aku melakukan lebih dari ini padamu. " Gumam Adit pelan tanpa merubah posisinya saat ini.
Key dengan cepat mengangguk begitu sadar dari rasa terkejutnya. Dia tidak menyangka jika Adit berani melakukan ini di depan banyak tamu dan awak media.
Adit tersenyum kemudian melepaskan pelukannya pada Key dan mengusap bibirnya pelan seolah mereka benar-benar berciuman.
" Ah maaf, dia terlalu menggemaskan, membuatku tidak bisa mengendalikan diri. " Adit memulai aktingnya dengan menatap Key lembut. Berbeda dengan Key yang justru menatapnya tajam.
" Maaf sayang. " Lanjutnya kini mengusap kepala Key lembut.
__ADS_1
Sorak sorai terdengar begitu Adit memanggil Key dengan sebutan sayang.
" Wah sepertinya mereka sudah saling mencintai maka dari itu mereka bertunangan, bukan begitu tuan Adit? " Tanya salah satu wartawan, yang kagum dengan keromantisan Adit tanpa rasa curiga sedikitpun.
" Ya kau benar. " Senyumnya dengan menyelipkan tangannya di pinggang Key dan menarik pelan agar semakin rapat.
Sementara Key masih menatap Adit kesal dan berusaha melepaskan tangan Adit yang dengan lancang memegang pinggangnya. Namun usahanya sia-sia saat, Adit malah semakin mencengkeram pinggangnya. Mau tidak mau Key menghentikan aksinya, Dia lalu tersenyum ke arah wartawan agar mereka tidak curiga.
" Ayo sayang, kita harus segera menjelaskannya pada mereka, sebelum mereka semakin penasaran. " Kembali Adit membuat Key menatapnya, lalu tersenyum.
" Ah ya kau benar sayang, kita harus segera menjelaskannya pada mereka. Lihatlah wajah penasaran mereka, benar-benar lucu. hahaha... " Jawab Key sedikit berlebihan lengkap dengan tawanya yang jelas sekali dibuat-buat olehnya, karena ia ingin membalas Adit yang sedari tadi membuatnya mati kutu.
Key terlihat menyeringai kecil, tangannya yang sedari tadi diam, kini mulai beraksi mendarat di dada Adit dan perlahan mulai bergerak mengusap dada Adit pelan. Key menatap Adit sebentar kemudian turut menyenderkan kepalanya di dada Adit dengan tangan tetap mengusap pelan dada Adit serta senyuman kemenangan karena berhasil membalas Adit. Dan tentu hal itu membuat semua orang di sana kembali bersorak.
" Rasakan pembalasanku sekarang. " Batin Key tertawa.
Sementara Adit begitu terkejut dengan tindakan Key yang menurutnya terlalu berani. Dia kemudian memegang tangan Key menghentikan usapan gadis itu di dadanya.
" Ah maaf kalian harus melihat ini, dia memang sedikit nakal. Jangan nakal sayang. " Mencubit sedikit keras hidung Key dan membuatnya memerah dengan seringai khasnya.
Lagi-lagi Key kalah dari Adit yang begitu licik dengan membuatnya malu di depan semua orang.
Sementara di tempat lain, orang tua Adit, dan mama Key merasa terkejut dengan tingkah putra-putri mereka. Mereka tidak menyangka jika Adit akan mencium Key seperti itu di keramaian, dan mengakui jika mereka saling mencintai, namun tidak dipungkiri mereka turut senang dengan begitu pertunangan mereka terjadi bukan paksaan.
" Pa, mama tidak menyangka jika Adit mencintai gadis itu, mama turut senang mendengarnya, itu artinya Adit sudah menemukan kebahagiannya. Mama merasa lega, Adit melakukan ini bukan karena paksaan dari papa. Kenapa papa tidak bilang jika Adit sebenarnya mencintai gadis itu? mama jadi berburuk sangka pada papa kemarin, maafkan mama pa. " Ucapnya memeluk sang suami karena merasa bersalah pada suaminya. Sarah berpikir jika Adit benar-benar mencintai Key dan mau bertunangan bukan karena paksaan dari suaminya.
" Tapi, apa gadis itu mencintai Adit pa, bukankah gadis itu terus menolak bertunangan dengan Adit kemarin? huh... mama berharap jika gadis itu bisa mencintai putra kita nantinya."
Feri hanya tersenyum membalas pelukan istrinya, tanpa menjawab pertanyaannya.
" Ah ya, mama harus menemui, keluarga menantu kita pa " Mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari keberadaan mama Key yang memang tidak bersamanya. " Ah di sana. " Ucapnya setelah menemukan keberadaan mama Key, kemudian ia bangun dari duduknya meninggalkan suaminya yang menatapnya bingung.
__ADS_1
" Mama mau ke mana? " Tanya Feri, melihat sang istri sudah bangun dari duduknya.
" Mama akan ke sana sebentar, papa di sini saja. " Menunjuk di mana mama Key berada kemudian berjalan pergi.
Feri mengangguk membiarkan istrinya pergi. Setelah itu fokusnya kembali pada Adit dan Key dengan tatapan tak terbaca.
Kembali pada Adit dan Key.
" Apa aku masih perlu melakukan konferensi, setelah kalian melihat semuanya sedari tadi? " Tanya Adit pada para wartawan.
Para wartawan itu saling menatap satu sama lain, kemudian menggeleng dengan kompak. " Sepertinya tidak perlu lagi tuan, kami sudah cukup dengan keromantisan kalian yang membuat kami justru merasa cemburu dengan anda dan tunangan anda. Baiklah kalau begitu kami permisi tuan, dan selamat atas pertunangan kalian. " Para wartawan itu keluar tanpa melakukan konferensi pada Adit dan Key.
Key merasa senang meskipun ia merasa geli dengan apa yang dilakukannya tadi, dan merasa marah dengan tindakan Adit yang menurutnya sangat keterlaluan. Namun kali ini Key akan memaafkannya karena rencana Adit membuatnya terlepas dari para manusia haus berita itu.
Berbanding terbalik dengan Adit yang kini menatap Key tajam, entah apa yang membuatnya menatap tajam gadis yang sudah resmi menjadi tunangannya itu.
" Beraninya kau bersikap lancang pada atasanmu tadi! "
*
*
*
Happy readingš
Semoga suka sama ceritanya yaš¤
Jangan lupa ritualnya buat othor biar semangat upš
Lope you allā¤ļø
__ADS_1