Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Bab. 30


__ADS_3

" Kau lakukan saja apa yang ku suruh tadi jika dia masih tidak ingin membuka mulutnya!


" Tidak masalah, itu lebih baik, dengan begitu aku semakin leluasa menekannya. "


" Terus kabari aku perkembangannya! "


Adit menutup panggilannya dengan orang suruhannya yang diperintahnya untuk mengawasi Fragas di tempat rahasianya. Sampai saat ini Fragas masih enggan membuka mulutnya mengatakan siapa yang menyuruhnya. Adit berusaha mengulur waktu, memberikan kesempatan pada Fragas untuk itu, tapi sayang kesempatannya tidak diterima dengan baik oleh Fragas.


" Sepertinya aku terlalu baik padamu selama ini. Kita lihat sampai dimana kau akan terus bungkam setelah ini. " Seringai Adit mengingat apa yang akan dia lakukan pada Fragas setelahnya. Ia sudah terlalu muak menunggu Fragas membuka mulutnya. Maka dari itu ia menyuruh orang suruhannya dan ia yakin Fragas akan membuka mulutnya dan mengatakan segalanya.


Adit beranjak dari kursi kebesarannya, dan berjalan keluar dari ruangannya. Ia menghampiri meja Dika yang memang berada di luar ruangannya.


" Dik kau handle pekerjaan ku sebentar! Aku akan keluar menemui Johan, ada yang harus aku urus dengannya. " Ucap Adit.


Hari ini Adit dan Johan akan mendatangi restoran dimana ia melihat pria yang mirip dengan Fragas. Ia akan menyelediki siapa pria itu dan siapa yang ditemuinya waktu itu. Jika benar pria itu adalah Fragas, maka dapat dipastikan pria yang ditemui Fragas adalah rekannya. Dan ia yakin pria itu adalah salah satu dari pelaku.


" Baik tuan. Apa perlu saya mengantar anda? "


" Tidak perlu. Aku akan menyetir sendiri, kau handle saja pekerjaanku! " Tolak Adit.


" Baiklah, kalau begitu hati-hati tuan. " Ucap Dika dengan senang karena ia akan terbebas dari bos kejamnya itu untuk beberapa jam.


Dika tidak masalah meskipun ia harus menghandle pekerjaan Adit, karena baginya waktu seperti inilah ia bebas dari kemarahan Adit yang tidak ada habisnya. Dika merasa merdeka untuk beberapa jam ke depan, maka dari itu ia akan memanfaatkannya sebaik mungkin.


" Kau terlihat begitu senang. " Cibir Adit penuh selidik pada asistennya itu.


" Ti tidak tuan, mungkin hanya perasaan anda saja. " Gugup Dika mengalihkan pandangannya ke arah lain.


" Sudahlah, aku pergi dulu. " Ucap Adit meninggalkan Dika yang masih gugup.


Dika menghela napas lega begitu Adit mulai berjalan menjauhinya.


" Kak Adit!! " Teriak seorang wanita membuat Adit dan Dika kearahnya.


Adit menghentikan langkahnya saat seorang gadis dari lawan arah berteriak memanggil dirinya. Adit membalikkan badannya melihat siapa yang telah memanggilnya. Dilihatnya seorang gadis cantik dengan pakaian biru cukup seksi berjalan pelan menghampirinya.


Adit mengernyit bingung dengan gadis yang kini berjalan menghampirinya setelah memanggilnya dengan sebutan kak. Adit merasa tidak asing dengan suaranya, namun ia tidak mengingatnya.


" Kak Adit, aku merindukan kakak! " Ucapnya begitu sampai di depan Adit.


Di satu sisi Dika begitu terpesona dengan gadis yang berjalan melewatinya itu. Tapi Ia juga merasa penasaran dengan gadis yang memanggil bosnya kakak itu. Karena selama ini yang ia tau jika Adit adalah putra tunggal keluarga Bagaskara, ia tidak tau jika Adit ternyata memiliki seorang adik yang begitu cantik.

__ADS_1


Sementara Adit tidak bergeming, ia menatap gadis itu lamat sembari mengingat sesuatu yang seperti dilupakannya.


" Aku Felly kak, apa kak Adit sudah lupa padaku. " Ucapnya sedih melihat Adit yang terus diam. Padahal ia berharap Adit akan menyambut kedatangannya dengan senang.


" Felly, astaga aku hampir melupakanmu. " Kaget Adit. Hampir saja ia melupakan gadis di depannya ini. Sudah sepuluh tahun lebih mereka tidak berkomunikasi, dan saat itu Felly masih kecil, tentu saja Adit melupakan Felly yang sudah banyak berubah.


" Kakak melupakanku tadi. " Ucapnya cemberut karena Adit yang melupakannya.


" Maafkan aku. Aku sungguh tidak mengingatmu tadi, karena kau sudah banyak berubah sekarang. Dulu kau begitu kecil dan sekarang kau tumbuh menjadi gadis cantik. " Pujia Adit melihat begitu banyak perubahan pada Felly.


Felly tersipu mendengar pujian Adit. Ia juga mengagumi Adit yang terlihat semakin tampan di matanya.


" Ah ya, dari mana kau tau kantorku di sini? " Tanya Adit penasaran, sebab ia tidak pernah berkomunikasi dengan Felly dan tentu saja kedatangan Felly membuatnya terkejut.


" Aku lebih dulu mendatangi rumah kakak, dan ternyata hanya ada mama sarah di rumah. Mama bilang jika kakak dan papa Feri sedang berada di kantor, dan mama memberikan alamatnya padaku. Jadi aku menemui kakak di sini. " Jelas Felly.


" Bukankan sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kalau kita makan diluar sebentar, aku ingin mengobrol dengan kakak. " Pintanya penuh permohonan pada Adit.


Adit bingung karena ia harus menemui Johan sekarang, tapi ia tidak mungkin menolak permintaan Felly, karena itu akan sangat menyakitinya. Sepertinya ia harus mengundur penyelidikan itu. Ia akan mengirim pesan pada Johan jika ia tidak bisa menemuinya hari ini.


" Baiklah... "


.


.


" Kakak? jadi gadis itu adik pria licik itu? pantas saja sikapnya tidak jauh berbeda. Tapi bukankan pria licik itu anak tunggal? ah sebaiknya ku tanyakan saja pada tuan Dika. " Gumam Key yang sedari tadi menguping di balik tembok.


Setelah tabrakan tadi dan gadis itu yang membentaknya lalu pergi begitu saja. Key mengikuti kemana gadis itu pergi karena begitu penasaran hingga berakhir di ruangan Adit dan menguping pembicaraan mereka.


Key menghampiri Dika saat Adit dan Felly menghilang dari pandangannya. " Tuan Dika!. " Panggilnya.


Dika menoleh ke arah Key yang telah berada di depan mejanya.


" Nona Key, ada apa? " Tanya Dika karena yang datang tiba-tiba.


" Ah tidak, aku ingin bertanya sesuatu pada tuan. " Ucap Key menyengir kuda.


" Baiklah... tapi tunggu, ada apa dengan matamu? " Tanya Dika


" Ah ini... ini karena begadang nonton film... hehe... " Gugup Key karena berbohong. Tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya jika semalaman ia memikirkan cara membalas Adit.

__ADS_1


Dika mengangguk mengerti. Memang begitulah wanita jika sudah begitu asik menonton sampai lupa untuk tidur. " Apa yang ingin nona tanyakan. "


" Tadi saya tidak sengaja melihat pria licik ah maksud saya bos Adit bersama dengan seorang gadis. Apa tuan tau siapa gadis itu? " Key berpura-pura tidak mengetahui yang sebenarnya, ia hanya ingin memastikan jika pendengarannya tidak salah jika gadis itu adalah adik Adit.


" Nona cemburu? " Goda Dika


" A apa! untuk apa aku cemburu pada pria li... ah maksud saya tidak, saya tidak cemburu. " Elak Key, hampir saja dirinya kembali keceplosan dengan menyebut Adit pria licik pada Dika.


Dika tertawa kecil melihat reaksi Key. Ia sudah tau jika Key bertanya padanya hanya untuk memastikan jika informasi yang didapatkannya dari menguping tadi adalah benar. Hanya saja ia mengikuti Key yang berpura-pura. Dika sempat melihat Key yang tengah mengintip di balik tembok, hanya saja ia membiarkannya.


" Dia adik tuan Adit. Emm... dari pembicaraan mereka tadi sepertinya mereka sudah lama tidak bertemu karena tuan Adit sempat tidak mengenalinya. Tapi setelahnya ia ingat saat gadis itu menyebut namanya. "


" Ternyata benar dia adiknya. " Batin Key. " Ahh.. jadi dia adiknya. " Key masih dengan aktingnya seolah tidak tau apapun.


" Ya, seperti yang nona dengar dan lihat sendiri tadi. " Sindir Dika


Key terkesiap mendengar ucapan Dika yang ternyata mengetahui keberadaanya yang menguping. Rasanya ia begitu malu karena tertangkap basah. Pantas saja Dika terus tersenyum aneh padanya ternyata ia melihat dirinya.


Key berusaha menghindari tatapan Dika padanya. Rasanya ia ingin menghilang saja saat ini, bahkan tubuhnya terasa lemas saking malunya.


Deringan panggilan ponsel milik Key seakan menjadi penolong baginya di situasi memalukan ini. Dengan cepat ia mengangkat ponselnya yang ternyata Sisil.


" Key kau dimana! kenapa belum kembali juga, kau tahu bos memarahiku karena mu! cepat kembali sekarang sebelum aku membunuhmu!! " Teriak Sisil melengking membuat Key menjauhkan ponselnya dari telinganya. Sisil marah karena Key yang belum juga kembali.


" Baiklah tidak perlu berteriak begitu. Aku akan kembali sekarang! "


Key kembali menatap Dika setelah panggilannya terputus. Dengan cepat ia berpamitan pada Dika yang masih menatapnya menggoda.


" Sepertinya saya harus pergi sekarang. Ehm... terimakasih informasinya tuan Dika... Kalau begitu saya permisi. " Key ngacir meninggalkan Dika dengan cepat, ia begitu malu dan berjanji tidak akan bertemu dengan Dika setelah ini.


Dika menatap kepergian Key dengan tertawa geli. Tingkah lucu Key selalu berhasil membuatnya terhibur. Puas rasanya bisa menggoda Key hingga salah tingkah seperti tadi, membuatnya terus tertawa.


*


*


*


TBC


Happy Reading😘

__ADS_1


__ADS_2