
" Mama! "
" Mama! "
Adit dan Key memekik kompak menyebut mama dengan wajah terkejut. Adit menghampiri sang mama yang berdiri di depan pintu dengan tatapan tajam yang ditujukan untuknya. Sepertinya sang mama sudah salah paham padanya.
" Mama, sedang apa mama di sini?" Tanya Adit, menatap sang mama bingung. Tidak biasanya sang mama datang ke ruangannya seperti ini. Karena semenjak dia menjabat sebagai Ceo, kedatangan sang mama ke kantor bisa dihitung dengan jari, tapi sekarang sang mama bahkan sudah berdiri tegak di ruangannya.
Tidak ada jawaban dari mama Sarah, yang justru berjalan melewati Adit dan menghampiri Key yang berada di belakang pria itu. Key yang masih terpaku hanya bisa tersenyum masam melihat mertuanya menghampirinya. Entah apa yang dipikirkan mertuanya itu sekarang, tapi yang pasti ini sebuah keberuntungan untuknya. Melihat tatapan tajam mertuanya, dia yakin jika mertuanya salah paham pada pada putranya yang mengira jika pria itu sudah menyakiti menantu kesayangannya ini. Astaga dia senang sekali, dia seperti mendapat jackpot besar dan itu bisa memperlancar rencananya, dan dia hanya perlu memberi sedikit bumbu agar semakin menyenangkan.
" Oho, ini sungguh di luar dugaanku. Tapi tidak masalah, ini akan semakin menyenangkan nantinya. Siapkan tenagamu pria licik, karena sebentar lagi, tunanganmu ini akan membuatmu tak berkutik. " Smirk nya dalam hati. Pikiran liciknya mulai beraksi. Kedatangan mertuanya benar-benar sebuah peruntungan untuknya, meskipun awalnya dia khawatir, tapi melihat pekikan mertuanya membuat senyumnya mengembang lebar, dan tentunya dalam hati.
Key meremas bajunya, dan menunduk seolah tidak memiliki kepercayaan diri untuk menatap mertuanya itu. Tapi faktanya semua itu hanya bagian dari aktingnya. " Mama di sini? Aku... "
" Kau baik-baik saja sayang? apa dia melukaimu? katakan dimana dia menyakitimu, mama akan memukulnya untukmu. " Cecarnya sembari memeriksa seluruh tubuh Key.
Key mendongak. " Ma, Aku baik-baik saja. Aku menangis karena..."
__ADS_1
" Karena Adit bukan? katakan jika Kau menangis karena putra mama. Apa yang dia lakukan padamu? "
Key menggeleng, memegang tangan Sarah. " Mama sudah salah paham. Itu tidak seperti yang mama pikirkan. Kita memang sempat bertengkar... maksudku, bukankah itu biasa terjadi dalam sebuah hubungan? pertengkaran kecil seperti ini, bukankan sudah biasa? Mama pasti pernah mengalaminya juga bukan, Jadi kumohon jangan salahkan kak Adit untuk ini ma. " Key sungguh terkejut dengan semua apa yang keluar dari bibirnya tadi. Dia tidak menyangka akan mengucapkan semua itu dengan lancar, padahal dia tidak merencanakannya sebelumnya. Astaga dia tidak menyangka akan sepintar ini, dan dia sangat bersyukur otaknya bisa diajak kerja sama saat ini.
Adit yang melihat sikap Key, hanya berdecak kesal dan memutar bola matanya malas. " Apa lagi yang dia rencanakan? " Gumamnya pelan, tidak melepas tatapannya dari Key yang masih melakukan aksinya.
" Tetap saja dia sudah membuatmu menangis sayang. Apapun yang dia lakukan, mama tetap tidak suka. Jika dia terus seperti ini, lebih baik kalian batalkan saja pertunangan kalian. Mama tidak mau putra mama semakin menyakitimu. "
Adit dan Key syok mendengar perkataan sang mama. Mata Key membola, tidak menyangka mertuanya akan mengatakan hal itu. Semua diluar ekspektasinya, dan itu tidak sesuai harapannya. Dia harus mengehentikan semua ini sebelum terlambat.
Sementara Adit mulai tertarik, dengan apa yang terjadi. Pria itu memperhatikan dengan lamat apa yang akan terjadi selanjutnya, dan Dia tidak sabar ingin melihatnya. Dia ingin melihat sampai dimana Key akan memulai aksinya kembali, dari situlah Dia bisa mengetahui apa yang sebenarnya hadis itu rencanakan.
" Mama tidak mau putra mama membuatmu menangis lagi. "
" Ma, itu tidak benar, kak Adit tidak pernah membuatku menangis, dan Aku menangis tadi karena... karena dia sangat posesif. Dia memarahiku karena memakai pakaian seperti ini, dan Aku kesal. Padahal niatku baik, Aku hanya tidak ingin membuatnya malu sebagai tunangan, tapi dia malah memarahiku. Maka dari itu Aku menangis, karena Aku sangat kesal padanya. Tapi sekarang sudah tidak lagi, Aku sadar kak Adit seperti itu karena dia mencintaiku, dan tidak mau Aku menjadi pusat perhatian pria lain. Aku juga mencintai kak Adit."
Adit melongo tidak percaya dengan bualan Key. Bagaimana bisa gadis itu bisa menyimpulkan semua itu. Mengatakan jika Dia mencintainya, jelas-jelas semua itu bohong Ini tidak bisa dibiarkan, dia harus mengehentikan ini.
__ADS_1
" Ma! " Panggil Adit membuat Key dan Sarah sang mama menoleh ke arahnya.
Tidak ada lagi emosi yang terlihat di wajah Sarah, berganti dengan senyuman tipis pada putranya itu. Dia tidak menyangka sang putra akan bersikap seperti itu hanya karena cemburu. Hampir saja dia melakukan kesalahan dan mengira Adit sudah menyakiti menantunya, ternyata hanya kecemburuan putranya yang membuat menantunya itu menangis.
" Sepertinya pernikahan kalian harus segera dibicarakan. "
*
*
*
Yuhuuu othor balik lagi nih, kira-kira ada yang nungguin ga😁
Maap ya kalo othor sempet ngilang hehehe😁
Semoga suka ya dan ga bosen sama cerita othor yang diluar ekspektasi kalian 😂
__ADS_1
Jangan lupa ritualnya ya biar othor semangat up lagi😘
Lope you all❤️