
" Kalian sudah sampai? "
Sebuah suara menghentikan perdebatan Key dan Adit. Mereka kompak menoleh pada pemilik suara yang berjalan pelan ke arah mereka.
" Felly? " Gumam Adit masih di dengar Key, membuat gadis itu menoleh padanya.
Key mengalihkan pandangannya kembali ke arah Felly dan menatap lekat wajah gadis cantik itu yang terasa tidak asing di benaknya.
Sadar akan tatapan Key padanya, Felly hanya tersenyum kecil, tidak lebih tepatnya seringai kecil.
Tanpa di duga Felly memeluk Adit, dan membuat pria itu terkejut terutama Key yang kini membelalakkan matanya.
Bagaimana tidak, seorang gadis memeluk tunangannya begitu saja di depannya, dan Adit hanya diam. Entah kenapa dia merasa kesal dan tidak suka melihatnya.
" Kenapa lama sekali? " Tanya Felly pada Adit dengan sedikit rengekan. Sementara Adit hanya mengusap tengkuknya bingung harus menjawab apa. Dia hanya membalas pelukan Felly seolah menganggap Key makhluk tak kasat mata.
Tidak ingin terlihat bodoh, Key berdehem cukup kencang dan berhasil mengalihkan perhatian dua sejoli itu.
Adit menatap Key dengan alis terangkat karena bingung. " Kau baik-baik saja? apa tenggorokanmu sakit? " Kata itu meluncur mulus dari bibir Adit. Pria itu sungguh tidak peka dengan apa yang di maksud Key, dan itu sukses membuat Key mendengus dan mengumpat Adit dalam hatinya.
" Dasar pria licik! "
Key menggeleng pelan. " Ah tidak, hanya ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokanku. Ehm! ehm! " Ucapnya sembari melirik Adit.
Adit hanya berdecak melihat tingkah Key yang menurutnya sangat konyol.
Felly tersenyum miring mendengar ucapan Adit. Dia mengerti maksud Key berdehem, dia bahkan berpikir Adit akan langsung melepas pelukan mereka, namun ternyata tidak, pria itu malah melempar pertanyaan yang membuat tunangannya itu merasa malu. Dan itu kesempatan untuknya mengambil hati Adit.
Felly melepaskan pelukannya menatap Adit dengan pandangan penuh cinta, dan tentu pria itu tidak menyadarinya.
" Maaf kak, Aku melakukannya karena Aku merindukan kakak. " Ucap Felly, wajahnya sengaja di buat sedih, untuk menarik simpati Adit.
Tanpa merasa curiga Adit mengangguk kecil, mengerti dengan maksud Felly. "Tidak masalah. Aku juga merindukanmu gadis kecil. " Ucapnya sedikit mengacak rambut Felly membuat gadis itu cemberut. Tak lupa tangannya memukul pelan lengan Adit sebagai tanda protesnya, dan itu semua tidak luput dari pandangan Key. Dia semakin tidak terlihat saja.
__ADS_1
Felly berbalik dan menatap Key. Senyuman manis dia tampilkan pada Key yang menatapnya bingung, seolah berusaha mengingat siapa Felly yang terasa tidak asing itu.
" Ini pasti kakak ipar. Hai kakak ipar, Aku Felly adik sepupu kak Adit." Mengulurkan tangannya pada Key.
Ah rupanya dia adik sepupu pria licik itu, entah kenapa dia merasa lega.
Key mengangguk, balas tersenyum dan menerima uluran tangan Felly. " Aku Keysha tunangan kakakmu." Balas Key.
Tanpa di duga Felly menarik tangannya dan memeluknya sangat erat hingga ia cukup sesak. Tentu saja dia melakukan itu dengan sengaja.
Felly melepaskan pelukannya pada Key. "Senang bertemu denganmu kak Key?"
" Kau bisa memanggilku seperti itu. "
" Kak Key tidak mengingatku?" Tanya Felly membuat Key bingung.
" Insiden tabrakan di toilet kantor kak Adit. Aku yang menabrak kakak waktu itu."
" Ah ya Aku ingat. Maaf Aku tidak mengenalimu waktu itu."
" Tidak, tidak, seharusnya Aku yang meminta maaf. Aku sudah memarahi kakak tanpa alasan padahal Aku yang salah. Aku juga tidak tau jika kak Key adalah tunangan kak Adit. Maafkan Aku kak. "
Key tersenyum, dia menatap wajah Felly lamat, entah kenapa dia merasa aneh sikap Felly, dia merasa jika ada sesuatu yang disembunyikan gadis itu.
Key menggelengkan kepalanya pelan, menyingkirkan pikiran buruk itu. " Tidak masalah. " Ucap Key tersenyum lembut.
" Terima kasih kak Key. "
" Ah ya, ayo masuk, mereka sudah menunggu kalian di dalam. " Ajak Felly diangguki Adit dan Key.
Tanpa malu Felly mengandeng tangan Adit. Sementara Key berjalan di depan mereka, dan menatap tingkah manja Felly pada Adit yang terasa sedikit tidak wajar menurutnya.
Key berusaha menampik pikiran buruk itu. Dia menganggap jika hal itu wajar dilakukan seorang adik pada kakaknya.
__ADS_1
***
Begitu masuk, benar saja mereka sudah ditunggu oleh para orang tua dia ruang makan.
Key tiba-tiba merasa gugup. Entah dari mana rasa gugup itu datang menghampiri Key, padahal dia sudah biasa dengan acara makan malam dengan keluarga Adit.
Dia gugup karena makan malam ini berbeda. Dia pikir hanya ada mereka berempat seperti biasanya, namun tidak. Sepasang suami istri yang baru dilihatnya kini juga turut serta dalam makan malam, dan mereka menatap Key lamat, seolah mengoreksi penampilan Key.
Tidak ingin mempermalukan calon mertuanya, Key menghampiri calon mertuanya dan menyalami mereka kemudian beralih pada sepasang suami istri di depannya.
" Dia tunanganmu Dit? "
Pertanyaan biasa namun dengan nada sedikit berbeda, lebih tepat nada meremehkan, dan itu terdengar jelas di telinga Key.
Adit mengangguk membenarkan, tapi dia tidak merasa jika ucapan pria yang ternyata pamannya itu berupa sebuah ejekan pada sang tunangan.
" Kudengar kalian terpaksa bertunangan. "
Deg!
*
*
*
Happy reading😘
Semoga menghibur ya🤗 maaf kalau kurang memuaskan☺️🙏
Jangan lupa like, vote dan komen ya😊
Lope you all❤️
__ADS_1