Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Bab. 21


__ADS_3

" Tu-tuan, apa maksud anda?" Badan Key bergetar, suasana disekitarnya terasa panas akibat tatapan Adit yang kini tertuju padanya. Ia berusaha mengahalau ketakutannya dengan memberanikan diri bertanya pada pria paruh baya yang baru diketahuinya adalah papa dari sang bos.


" Kau bertanya maksudnya?! " Bukan Feri yang menjawab melainkan Adit.


Adit bangkit dari duduknya tanpa melepaskan tatapannya pada Key yang menundukkan kepala semakin dalam.


" Baiklah biar kuberi tahu maksud perkataannya. " Suara Adit terdengar dalam, ekspresi wajah dengan rahang yang mengetat bukti bahwa ia begitu emosi namun ditahannya membuatnya terlihat semakin menakutkan.


Key memejamkan matanya erat, bersiap menerima kemarahan bosnya, namun tidak terjadi sesuatu setelahnya. Bahkan suara Adit tak terdengar lagi, membuat Key penasaran dan memberanikan diri membuka matanya perlahan. Benar saja, sesuatu yang aneh tengah terjadi pada Adit. Begitu ia membuka mata yang dilihatnya bukan lagi wajah menyeramkan Adit, tapi senyuman Adit padanya yang justru terlihat aneh.


" Ada apa, kenapa kau menutup matamu? Kau pikir Aku akan melakukan sesuatu padamu? " Emosi Adit sirna tanpa jejak, berganti dengan senyuman, lebih tepatnya seringaian.


Key menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Mulutnya terasa kelu, hatinya gelisah seperti akan ada hal buruk menimpanya, namun Key tidak bisa menebak apa itu. Dia sangat yakin jika bosnya saat ini tengah merencanakan sesuatu dari perubahan sikapnya.


Key sadar senyuman itu hanya palsu, terlihat jelas tatapan Adit yang masih menyimpan kemarahan namun ia tutupi dengan senyuman.


***


Sementara Dika kini berada di ruang kerja Adit, mengambil sebuah berkas yang yang sebelumnya di perintahkan sang bos padanya. Dia tidak sengaja sedikit melihat tulisan berkas yang dipegangnya kini.


" Perjanjian? Sebenarnya berkas apa ini? kenapa tertulis perjanjian di sini? Aish, membuatku penasaran saja. "


Berkas itu tak sengaja sedikit terbuka saat Dika mengambilnya. Terlihat tulisan perjanjian di sana. Namun Dika tidak berani membukanya lebih jauh. Dia takut Adit akan mengetahuinya jika ia berani melakukan itu.


Dika berusaha menghilangkan rasa penasarannya, dengan memilih menutup kembali lembar yang sempat terbuka tadi,


kemudian berjalan keluar dari ruangan Adit dan mengantarkan berkas itu.


***.


" Masuk! " Suruh Adit.


" Saya sudah membawa berkas yang anda minta tuan. " Dika memberikan berkas yang yang diminta Adit tadi.


" Baiklah. Kau boleh kembali. " Seperti biasa hanya usiran yang diterima Dika setelahnya.

__ADS_1


Dika pun pamit undur diri. Sedikit kaget, melihat keberadaan Key di sana begitu ia masuk. Namun itu hanya sebentar, karena setelahnya ia paham apa yang tengah terjadi.


Melihat adanya Key di sana, membuat Dika paham apa yang tengah terjadi. Ditambah Dia tidak sengaja sedikit melihat berkas yang dibawanya terpampang jelas tulisan perjanjian. Namun ia tidak tahu pasti perjanjian apa itu. Dika memilih untuk tidak memikirkannya meskipun ia begitu penasaran akan isinya, hingga berkas itu sampai ditangan bosnya.


" Bacalah! " Adit melempar berkas itu ke meja, kemudian kembali duduk dengan kaki saling bertumpu.


Feri mengambil berkas itu dan mulai membukanya. " Perjanjian?" Tanyanya.


" Bukankah papa ingin aku menikahi gadis ini? Aku akan menikahinya setelah papa dan gadis ini menyetujui perjanjian di dalamnya. " Seringainya dengan melipat tangan di dada, menatap sang papa yang masih terpaku pada berkas ditangannya.


" Kenapa papa terlihat begitu terkejut? Bukankah hal seperti ini sudah biasa papa lakukan, bahkan pada putra papa sendiri. " Sindiran halus Adit lontarkan saat melihat keterkejutan sang papa.


" Ah, atau papa merasa bingung kapan aku menyiapkan ini semua."


Lagi-lagi Adit berusaha menyudutkan papanya.


Tidak sulit menyiapkan semuanya bagi Adit, mengingat Dia merupakan pengusaha sukses yang tentunya memiliki segudang ide untuk meraih keuntungan, dan kini ia melakukannya untuk melawan papanya.


Sementara Key terlihat kaget. Kekagetan Key bukan karena perjanjian itu, tapi dirinya kaget tentang pernikahannya dengan sang bos. Dia tidak menyangka jika ucapan mamanya waktu itu akan benar direalisasikan oleh papa bosnya, dan itu sungguh membuatnya kaget sampai tidak bisa berkata apapun.


" Apa menurutmu pernikahan adalah sebuah permainan?!" Meremas pelan kertas yang dipegangnya berusaha menahan emosinya pada sang putra.


Feri melempar berkas itu ke atas meja dengan kasar, hingga hingga timbul suara keras dari meja. " Tidak! papa tidak akan pernah menyetujuinya! dan papa yakin dia juga tidak akan menyetujuinya. " Protes Feri sembari melihat Key yang hanya diam menunduk.


" Baguslah, jadi pernikahan ini tidak perlu terjadi bukan. " Adit mengambil kembali berkas yang dilempar papanya hingga membuat isinya sedikit berantakan.


Feri mengepalkan tangannya tidak menyangka jika putranya bersikap seperti ini, namun lagi-lagi ia harus menerimanya karena semua berawal darinya. Dia menghela napas pelan mencoba menetralkan emosinya agar tidak meledak. Setelah dirinya tenang ia kembali membuka suaranya, suara yang merupakan keputusan dari permasalahan ini.


" Baiklah papa tidak lagi memintamu untuk menikah. "


Adit akan mengembangkan senyumnya mendengar keputusan papanya namun tidak jadi karena lanjutan kalimat papanya yang kembali membuatnya geram.


" Tapi kau akan bertunangan dengannya sesuai permintaanmu di awal, dan ini merupakan keputusan akhir ku! " Lanjutnya, kemudian bangkit dari duduknya berjalan keluar dari ruangannya meninggalkan Adit dan Key yang sama-sama terpaku di tempatnya.


" Sial! Ahh!! " Umpatnya kemudian berteriak kencang membanting berkas perjanjian tadi dengan keras membuat isinya bertebaran. Teriakannya itu membuat Key terlonjak kaget dan menatap Adit takut.

__ADS_1


Key tidak berani bertanya pada Adit. Melihat Adit begitu murka ia memilih tetap diam, ia akan bertanya nanti setelah Adit lebih tenang.


Puas melampiaskan kemarahannya, Adit duduk memegang kepalanya yang terasa berdenyut. Masalah ini benar-benar membuat kepala Adit sering sakit. Sekarang tidak ada pilihan lagi baginya, semua yang Dia lakukan sia-sia. Jika Dia tidak menuruti papanya maka posisinya sebagai ceo akan terancam.


Tapi bukan hal itu yang Adit takutkan, melainkan harga diri Adit, harga dirinya bagai tidak ada harganya di mata sang papa. Apa yang akan dikatakan orang-orang jika ia tiba-tiba bertunangan dengan gadis yang menjadi skandalnya di berita, bukankan itu sangat aneh. Orang lain pasti akan berpikir macam-macam tentangnya jika itu sampai terjadi. Adit benar-benar tidak tahu lagi harus melakukan apa, kepalanya sudah buntu untuk kembali menyusun rencana.


" Tu-tuan, a-apa benar kita akan bertunangan? " Key memberanikan diri bertanya pada Adit.


" Pergilah! jangan menggangguku! " Usirnya tanpa menjawab pertanyaan Key.


Karena takut Key menuruti perintah Adit untuk pergi.


" Pe-permisi tuan. "


" Persiapkan dirimu, kita akan segera bertunangan." Ucap Adit melewati Key dan lebih dulu keluar dari ruangan sang papa.


Begitu Adit keluar, tubuh Key terasa limbung, kakinya seakan tak mampu menopang tubuhnya hingga ia jatuh terduduk.


" Tidak, ini tidak mungkin. Aku tidak mau bertunangan dengannya, Tidak!! " Teriak Key tidak terima dengan nasibnya yang akan berada digenggaman sang bos. Dia yakin jika ia benar-benar bertunangan dengan bosnya itu, maka kehidupan bahagianya akan sirna, hidupnya akan terasa seperti neraka nantinya.


Key sama sekali tidak merasa bahagia, justru sebaliknya Dia merasa ini awal dari kehancuran hidupnya. Key tidak akan membiarkan ini terjadi, ia akan melakukan apapun demi hidupnya, Dia tidak akan membiarkan hidupnya berada di bawah kendali Adit.


" Tuan Kami sudah menemukan siapa yang mengambil foto itu. "


TBC


*


*


*


Happy reading 😊😘


Semoga Suka😊

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya ya😘


Lope you all❤️


__ADS_2