Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Bab. 33


__ADS_3

Rapat baru saja usai, semua orang keluar dari ruang rapat kecuali Adit dan sang papa, sementara Dika keluar karena perintah Adit.


" Kenapa papa membuat keputusan tanpa memberitahuku?! Apa papa pikir aku tidak berhak tau?" Protes Adit karena dalam rapat tadi papanya tiba-tiba mengumumkan akan berhenti dari jabatannya dan menyerahkannya padanya dengan alasan ingin menikmati masa tuanya. Tentu saja ia merasa terkejut karena sang papa sama sekali tidak memberitahu dirinya sebelumnya.


" Untuk apa? tidak ada bedanya memberitahumu atau tidak, kau akan tetap mengalami ini cepat atau lambat. Bukankah sudah kubilang jika papa ingin menikmati hari tua. Sudah cukup aku bekerja selama puluhan tahun, sekarang aku ingin bebas dan menikmati waktu dengan istriku. " Feri tersenyum sengaja membuat Adit semakin jengkel padanya. Dan berhasil, Adit memilih pergi meninggalkannya dengan perasaan dongkol, itu terlihat dari jalan berjalan Adit yang sedikit tergesa keluar dari ruang rapat.


Semenjak hubungan mereka membaik, sikap Feri yang arogan berubah 360 derajat menjadi begitu menyebalkan. Sering kali ia membuat Adit jengah karenanya dan memilih mengalah dari pada meladeni tingkah papanya itu, seperti sekarang Adit lebih memilih pergi dari pada berdebat dengan papanya.


Feri tertawa kecil melihat kepergian Adit, ada rasa senang karena hubungan mereka semakin membaik. Adit pun sekarang lebih sering pulang ke rumah utama meskipun hanya dua kali dalam seminggu. Tapi itu termasuk kemajuan pesat dari pada dulu Adit bahkan enggan sekedar menatap rumahnya.


Berbeda dengan Adit yang masih kesal kini berada di ruangannya. Ia menunggu Johan yang akan menemuinya namun sampai sekarang sang empu masih belum menampakkan batang hidungnya.


" Dika apa Johan menghubungimu? " Adit memutuskan bertanya pada Dika, mungkin saja Johan akan menghubungi asistennya itu.


" Tidak tuan. " Jawab Dika dengan gelengan.

__ADS_1


" Apa tuan ingin saya menghubungi tuan Johan? "


" Tidak perlu. Aku sedang menunggunya, dia mengirimiku pesan akan menemui ku tapi sekarang dia masih belum datang. "


Dika mengangguk mengerti dengan maksud Adit.


" Sudahlah kembalilah bekerja! " Suruh Adit dan langsung masuk kembali ke ruangannya.


" Sepertinya ada hal penting yang akan mereka bicarakan. " Gumam Dika lalu kembali fokus pada laptopnya.


" Aish! ... kenapa mendadak ada masalah. " Johan memutar arah tidak jadi ke kantor Adit melainkan ke arah bandara. Orang kepercayaannya tiba-tiba menghubunginya dan mengatakan jika anak perusahaannya yang berada di Bali mengalami masalah. Tentu ia merasa kaget karena ini begitu mendadak. Mau tidak mau ia harus melakukan penerbangan saat ini juga. Ia bahkan lupa mengabari Adit jika ia tidak bisa menemuinya karena terlalu panik dan pikirannya kacau.


" Kenapa harus di saat penting seperti ini! Tapi aku tidak bisa mengabaikannya. " Ucap Dika menambah kecepatan mobilnya menuju bandara.


Johan terus menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di bandara, karena orang kepercayaannya terus menghubunginya sedari tadi. Ia yakin jika sudah seperti ini maka masalah yang dialami anak perusahannya bukan masalah sepele, tapi yang membuatnya bingung kenapa begitu mendadak. Ia tau jika masalah bisa datang kapan saja tapi ini terkesan aneh menurutnya. Ini terjadi saat dirinya baru saja mendapatkan bukti tentang masalah Adit, apa ini ada hubungannya dengan itu? Johan menggeleng berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran itu di kepalanya dan memilih fokus pada jalan.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Johan sampai di bandara. Orang kepercayaannya sudah menunggunya di sana. Dengan cepat Johan menghampiri orang kepercayaannya itu. " Bagaimana, apa yang sebenarnya terjadi? " Tanyanya dengan perasaan cemas.


" Saya akan menjelaskannya pada tuan nanti, yang terpenting sekarang kita harus segera ke lokasi tuan! saya sudah memesan tiket untuk penerbangan hari ini. "


" Baiklah kalau begitu kita pergi sekarang! " Tanpa memikirkan apapun lagi, dengan cepat Johan berjalan masuk ke bandara, dan diikuti orang kepercayaannya.


Pikiran Johan benar-benar kalut sekarang, yang ada di pikirannya yaitu cepat sampai dan segera mengetahui permasalahan yang dialami anak perusahaannya itu. Sedari tadi Johan terus menghela napas yang terdengar begitu berat seolah melepaskan beban yang dialaminya sekarang. Saat ini ia hanya bisa berharap jika masalah yang terjadi pada anak perusahannya tidak terlalu berat.


*


*


*


TBC

__ADS_1


Happy Reading😘


__ADS_2