
Mata Key membola mendengar ucapan Adit yang membuatnya jengkel dan mengundang emosinya naik. " Apa maksudmu?! Apa bicaramu tidak bisa lebih ba ... Ah tidak, maksudku kenapa Kau berbicara seperti itu kak? " Suaranya mendadak turun bahkan terdengar sedikit mendayu, setelah tadi sempat naik tiga oktaf, begitu mengingat kembali tujuannya.
Key merutuki dirinya yang gampang terbawa emosi dan itu semua karena Adit. Apa pria itu tidak bisa bicara lebih baik sedikit. Dasar makhluk licik! jika bukan karena rencananya, Dia juga tidak mau melakukan ini semua. Bahkan bibirnya terasa pegal saat harus terus tersenyum, membuatnya kembali mengumpat Adit dalam hati.
Sementara Adit terlihat mengerutkan keningnya melihat tingkah konyol Key. Dia bingung dengan perubahan Key yang menurutnya sangat fantastis itu, dan apa tadi, gadis itu juga memanggilnya kakak. Dia yakin sesuatu telah terjadi pada Key hingga membuat gadis itu bertingkah aneh. Atau mungkin sesuatu telah menimpa kepala Key hingga kinerja otaknya tidak stabil.
Adit menyentuh kening Key, yang sedikit hangat dengan telapak tangannya. " Kau baik-baik saja? " Tanyanya dan Key mengangguk bingung.
" Apa dia pikir Aku gila. " Batin Key melepaskan tangan Adit dari keningnya.
" Aku baik-baik saja kak. Kakak tidak perlu menghawatirkan ku." Ucap Key tersenyum manis.
Adit menatap Key memicing penuh selidik. " Kau pikir Aku bodoh! Kau sengaja bukan bersikap seperti ini untuk mengelabui ku. Jangan pikir Aku akan tergoda dan bersikap manis padamu setelah Kau melakukan semua ini, karena itu tidak akan pernah terjadi. Dan satu lagi, berhenti memanggilku kakak, karena Aku bukan kakak mu! " Adit sama sekali tidak tertipu dengan akal bulus Key dengan perubahannya yang mendadak itu. Tidak sia-sia dia menjadi Ceo dengan otak yang encer, sangat mudah baginya membaca situasi apalagi urusan seperti ini, karena dia sudah sering berjibaku dengan orang yang memiliki akal bulus dan berusaha menjatuhkannya.
" Ti-tidak, kakak salah paham. Kenapa kakak berpikir seperti itu." Ucap Key dengan wajah yang sengaja dibuat sedih. Namun batinnya sedang mengumpat kesal Adit saat ini. Sekali lagi jika bukan demi tujuannya dia pastikan sudah membungkam mulut Adit saat ini.
__ADS_1
Adit berdecak dan memutar bola matanya malas sembari bersedakap dada melihat aksi Key yang terus berpura-pura.
" Sudah kubilang hentikan sandiwaramu ini, sebelum Kau menyesal nona Key! " Peringat nya menatap jengah Key yang masih memasang wajah pura-pura sedihnya itu.
" Apa Aku salah? kenapa Kau selalu berpikir buruk tentangku. Aku hanya ingin berubah, Aku tidak mau terus seperti itu. Aku sadar sikapku padamu selama ini memang buruk sebagai tunangan. Tapi apakah Aku salah jika Aku ingin memperbaikinya, Aku hanya ingin menjadi tunangan yang baik bagimu, dan ternyata Kau tidak menghargai usaha ku. " Setetes air mata jatuh di pipi Key, membuat Adit tertegun. Key segera menghapusnya dan tersenyum getir ke arah Adit.
Apa dia sedih? tentu saja tidak. Air mata itu hanya pelengkap sandiwaranya. Dia justru khawatir Adit akan menyadari rencananya dan untungnya aktingnya terlihat begitu totalitas hingga tatapan curiga Adit berubah menjadi tertegun begitu melihatnya menangis.
Rasakan itu! batin Key
" Aku sadar setelah semalaman Aku memikirkannya. Aku sudah memiliki tunangan sesempurna dirimu, tapi bodohnya Aku malah ingin menolaknya, ditambah dengan sikap buruk ku membuatku semakin terlihat menyedihkan. Aku sadar betapa tidak beruntungnya dirimu harus bertunangan denganku, dan untuk itu Aku minta maaf. Aku akan berusaha menjadi tunangan yang baik untukmu. Tidak masalah jika Kau masih menganggap ku bersandiwara atau apapun. Tapi kumohon lihatlah perubahanku setidaknya hari ini saja. " Rasanya Key ingin muntah saat memuji Adit sebagai pria yang sempurna. Entah kenapa kata-kata itu tiba-tiba keluar dari bibirnya, membuatnya tidak percaya. Satu hal yang pasti semua yang dia ucapkan bukanlah berasal dari hati dan itu semua demi kelancaran rencananya.
Adit terlihat bimbang. Pikirannya menolak semua yang Key lakukan saat ini. Namun hatinya sedikit luluh saat melihat air mata Key jatuh. Apa gadis ini benar-benar berubah? atau air matanya itu bagian dari sandiwaranya? apa dia salah sudah menuduh gadis itu berusaha mengelabuinya? rasanya kepala Adit berputar saat pikiran-pikiran itu mulai berkecamuk memenuhi kepalanya.
Key menatap Adit masih dengan wajah sendunya. " Aku tau Kau masih tidak percaya denganku, dan Aku mengerti. Maaf menganggu waktu mu, lain kali Aku akan meminta ijin lebih dulu padamu sebelum menemui mu. Aku pergi. " Pamit Key.
__ADS_1
Adit berniat menghentikan Key, saat melihat gadis itu kembali menyeka air matanya. Dia melihat itu begitu Key memunggunginya dan perlahan berjalan keluar dari ruangannya.
Langkah Key terhenti begitu melihat sepasang sepatu berdiri di depannya, membuatnya mendongak. Sontak mata Key membola begitu melihat siapa pemilik sepatu itu.
" Apa yang Kau lakukan pada menantu mama Dit!! "
*
*
*
Happy reading😘
Semoga menghibur kalian😊 Maap ya kalau tidak memuaskan🤧
__ADS_1
jangan lupa jejaknya ya😘😘
lope you all❤️