
Malamnya.
" Ini semua gara-gara Sisil, Aku jadi harus lembur sekarang! " Key terus menggerutu di kamarnya, sembari mengerjakan pekerjaan yang ia bawa pulang ke rumahnya. Semua itu karena karena pikiran kotor Sisil, hingga mereka ditegur dan diberi pekerjaan tambahan oleh sang bos, membuatnya harus lembur. Menyebalkan!
" Awas saja dia besok, akan kuberi pelajaran gadis mesum itu! " Gumamnya terus menggerutu kesal, bahkan laptop yang tidak bersalah pun menjadi korban kekesalannya sekarang.
Key berusaha menyelesaikan pekerjaannya masih dengan perasaan dongkolnya pada Sisil, agar dia cepat beristirahat karena badannya terasa remuk, terutama kakinya yang terasa pegal karena berlari tadi. Matanya juga sudah terasa berat, jika dia tidak memaksanya untuk tetap terbuka, bisa dipastikan kedua matanya sudah terpejam erat sekarang. Bagaimana tidak berat, malam semakin larut bahkan sekarang hampir jam 11 malam. Sisil benar-benar membuatnya dalam masalah, Dia harus merelakan ranjang yang seakan menggoda matanya seolah menyuruhnya untuk segera menghampiri benda empuk itu. Namun sebisa mungkin Dia menahan godaan terbesarnya saat ini dengan decakan kesal.
Bunyi denting ponsel mengalihkan perhatian Key dari pekerjaannya. Tangannya meraih benda pipih itu, dan sekilas dia melihat sebuah notif dari aplikasi platform novel digital yang ada di ponselnya. Key mengabaikan notif itu, dan kembali meletakkan ponselnya berniat kembali menyelesaikan pekerjaannya. Namun sedetik kemudian tangannya kembali meraih ponselnya, dan melihat notif itu dengan seksama. Dahinya mengernyit seolah mengingat sesuatu setelah melihat notif itu. Notif yang tertulis " Menggoda Ceo dingin " membuat Key langsung membuka notif itu dan mulai membacanya dengan seksama. Bahkan Dia mengabaikan pekerjaannya dan memilih membaca novel itu.
Key tersenyum lebar setelah membaca beberapa bab dari novel itu. " Aku hampir melupakan tujuan terbesarku, dan notif ini menyelamatkanku. Terimakasih Tuhan! " Ucapnya senang.
" Baiklah, sepertinya tidak buruk jika kucoba pada pria licik itu. Jika cara kasar tidak bisa membuatnya membatalkan pertunangan ini, maka akan ku buat dia takluk padaku. hahaha... " Tawanya menggelegar membayangkan rencana licik yang akan dia lakukan pada Adit. Dia terlihat begitu bahagia sampai meninggalkan pekerjaannya, bahkan raut kesalnya hilang begitu saja.
" Key hentikan tawamu itu sebelum membangunkan tetangga! " Teriak mama Key begitu mendengar tawa menggelegar putrinya, bahkan terdengar sampai keluar kamar.
Key langsung menutup mulutnya dan meringis kecil mendengar teguran sang mama. " Maaf ma! " Jawabnya ikut berteriak.
*
__ADS_1
*
*
" Bagaimana, apa Kau sudah bertemu dengan Johan? "
" Kami sudah berada di lokasi dimana tuan Johan berada tuan. Tapi untuk bertemu langsung dengannya, saya masih usahakan karena sepertinya akan sangat sulit untuk menemuinya, karena masalah yang dihadapinya saat ini membuat tuan Johan susah untuk ditemui. Saya akan menghubungi anda begitu saya bisa menemui tuan Johan, tuan. " Jelas orang suruhan Adit.
" Baiklah segera hubungi Aku setelah kau bertemu dengannya! " Ucapnya setelahnya panggilan terputus.
Adit menghempas tubuhnya pada sandaran kursi kerjanya. Dia tidak menyangka Johan begitu sulit untuk ditemui, dan itu semakin membuat pikirannya kalut. Sebenarnya apa yang terjadi pada perusahaan sahabatnya itu? apakah begitu serius, hingga pria itu susah untuk ditemui? Entahlah, yang pasti Adit berharap orang kepercayaannya segera memberi kabar baik padanya.
Pikiran Adit benar-benar kalut sekarang, bahkan berkas yang menumpuk di mejanya dia abaikan begitu saja. Pikirannya hanya tertuju pada Johan dan masalah yang dihadapi pria itu.
" Selamat pagi tunangan. " Ucap Key menghampiri Adit yang mengikuti pergerakannya dengan tatapan tercengangnya.
Key meletakkan kopi yang sengaja dibuatnya ke meja Adit.
" Aku membuatkan kopi untukmu. " Ucapnya tersenyum manis pada Adit.
__ADS_1
Adit tidak bergeming. Pria itu masih menatap tingkah dan penampilan Key yang menurutnya dangat berbeda.
Key tersenyum manis bahkan sangat manis, namun berbeda di dalam hatinya, dia justru tersenyum licik merasa rencananya berhasil. " Kenapa Kau menatapku begitu? Apa Aku terlihat aneh dengan penampilan ini? " Tanya Key.
Penampilan Key berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya. Jika sebelumnya dia tidak memperdulikan penampilannya, maka berbeda dengan sekarang. Rok span yang biasanya di bawah lutut dan sedikit besar, namun sekarang rok itu, mencetak jelas tubuhnya dengan tinggi sebatas paha, membuat paha putihnya sedikit terekspos. Baju tang digunakannya pun terlihat pas body tidak longgar seperti biasanya. Meskipun risih namun Key berusaha menahannya, demi rencananya.
" Aku sengaja merubah penampilanku, demi dirimu. Aku tidak ingin membuatmu malu karena penampilanku yang terkesan kuno itu lagi. " Ucap Key dengan nada sengaja dibuat selembut mungkin berharap Adit akan tersentuh.
" Kau, apa Kau kekurangan kain hingga bajumu seperti itu?! "
*
*
*
Happy reading😘
maap ya othor baru up🙏 Semoga menghibur kalian😊
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya buat othor dong, biar othor semangat oke😘😘
Lope all❤️❤️❤️