
" Sepertinya dia sangat sibuk hari ini. " Gumam Johan begitu membaca pesan dari Adit.
" Apa aku mencari tau sendiri saja. " Johan melihat sekitar suasana resto yang terlihat ramai.
Johan saat ini berada di Leiva resto, tempat yang akan ia selidiki bersama Adit. Tapi karena Adit yang tidak bisa datang ia berpikir untuk menyelidikinya sendiri.
" Lebih baik aku selidiki dulu saja, setelah itu aku akan memberitahu Adit. "
Johan memutuskan mencari tau sendiri tanpa Adit. Ia memanggil pelayan restoran dan menanyakan siapa managernya. Pelayan itu pergi untuk memanggil managernya.
" Terimakasih, ini untukmu. " Johan memberikan tips pada pelayan itu, begitu pelayan itu memberitahunya jika managernya akan menemuinya sebentar lagi.
" Terimakasih tuan. " Ucap pelayan itu, menerima tips dari Johan kemudian pergi dari sana, setelah mendapat anggukan dari Johan.
Sekitar 15 menit menunggu akhirnya manager itu keluar.
" Anda mencari saya tuan? Apa ada keluh kesah dari anda tentang restoran kami? " Tanya manager itu begitu berada di hadapan Johan. Ia mengira jika Johan memanggilnya karena akan protes tentang restorannya.
" Ah tidak. Pelayanan di sini sangat baik. " Ucap Johan sembari berdiri.
" Sebaiknya anda duduk dulu saja, karena ada hal yang harus saya bicarakan dengan anda. " Ucap Johan meminta manager itu untuk duduk.
Manager itu menurut lalu duduk diikuti Johan yang juga duduk di depan si manager.
" Baiklah, sebelumnya saya minta maaf karena mengganggu waktu anda. " Ucap Johan merasa tida enak karena mengganggu waktu manager di depannya ini.
" Tidak masalah tuan.... " Manager itu mngehentikan ucapannya karena tidak mengetahui nama Johan.
" Johan Alexander. " Jawab Johan
" Tidak masalah tuan Johan, mungkin ada yang bisa saya bantu nantinya. " Ucap manager itu.
" Jadi begini, saya sedang mencari paman saya yang sudah hilang beberapa minggu ini. Dan terakhir kali teman saya seperti melihatnya berada di sini. Apa saya boleh melihat rekaman cctv di restoran ini. Saya ingin memastikan sendiri jika itu benar paman saya atau bukan. "
Johan sengaja berbohong dengan mengatakan jika ia kehilangan pamannya, karena jika mengatakan yang sebenarnya ia yakin jika manager ini tidak akan mengijinkan Johan memeriksa cctv mereka dengan alasan melindungi privasi pelanggan.
__ADS_1
Manager itu menatap Johan dalam seolah mencari kebenaran dari ucapan Johan, tentu Johan sedikit gugup karena ia berbohong namun ia berusaha mengendalikan dirinya agar tidak mencurigakan.
" Boleh saya melihat foto paman Anda? " Tanya manager itu membuat Johan sedikit gelagapan.
" Sebentar, sepertinya saya menyimpan fotonya di ponsel. " Ucap Johan mengambil ponselnya. Sebenarnya ia tidak yakin jika ia masih menyimpan foto Fragas di ponselnya, karena foto itu sudah sangat lama diambilnya dan ia berharap tidak menghapusnya.
" Syukurlah aku tidak menghapus foto ini. " Batin Johan lega karena foto Fragas masih tersimpan rapi di ponselnya. Segera Fragas menunjukkannya pada sang manager.
" Apa anda pernah melihat orang ini? kalau tidak salah teman saya melihatnya sekitar tiga minggu yang lalu di sini?. " Tanya Johan begitu ia menunjukkan foto Fragas.
Manager itu mengernyit seolah mengenal Fragas. Johan berharap jika Fragas benar-benar berada di restoran ini waktu itu.
" Sepertinya saya pernah melihatnya. " Manager itu berusaha mengingat dimana ia pernah melihat Fragas. Tapi ternyata ia melupakannya. " Untuk lebih jelasnya, lebih baik kita memeriksa cctv saja, apa benar paman anda berada di sini waktu itu. Mari tuan Johan ikut saya. "
Manager itu mengajak Johan melihat rekaman cctv. Tentu saja itu membuat Johan senang karena rencana berhasil. Tidak ingin membuang waktu, Johan langsung mengikutinya.
" Kau sangat brilian Johan. " Soraknya dalam hati memuji dirinya sendiri.
Mereka sampai di ruangan dimana pusat cctv berada. Manager itu mulai memeriksa rekaman tiga minggu yang lalu.
Johan melihat rekaman itu, sama sekali tidak ada yang aneh. Hingga di menit ke 20 keanehan mulai muncul dimana seorang pria dengan pakaian serba hitam lengkap dengan kacamata dan topinya memasuki restoran. Pria itu melihat sekitar sebelum seorang pelayan menyambutnya.
Jika dilihat pria itu sudah paru baya seperti Fragas, tapi mereka tidak bisa mengenali siapa pria itu.
" Siapa pria ini? " Johan bertanya setelah menyuruh manager itu mempause video tepat dimana pria itu duduk di sebuah meja. Wajahnya tidak begitu jelas
" Saya tidak mengenalnya tuan. " Jawab sang manager menggeleng tidak tahu
Johan mengangguk, kemudian melanjutkan rekaman itu kembali. Sepuluh menit setelahnya pria lain datang dan menghampiri si pria tadi. Terlihat jelas jika wajah pria itu adalah Fragas. Dengan cepat Johan menghentikan video dimana Fragas tengah berbicara dengan pria tadi.
" Lihatlah!, dia benar pamanku, ternyata benar dia mengunjungi restoran ini waktu itu. "
" Adit harus mengetahui ini! " Batin Johan.
" Bisakah kau memberikan salinan video ini? Saya membutuhkannya untuk pencarian paman setelah ini. " Pinta Johan.
__ADS_1
" Tentu saja tuan "
Manager itu mulai menyalin video dan mengirimkannya pada Johan. Dengan begitu Johan berhasil mendapatkan bukti jika orang yang dilihat Adit waktu itu benar Fragas. Begitu video itu berada ditangannya Johan lalu pergi dari restoran dengan perasaan senang.
Johan akan menemui Adit di kantornya. Ia sudah mengirim pesan pada Adit jika ingin menemuinya.
*
*
" Maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang, karena aku ada rapat penting setelah ini. Aku juga sudah memesankan mu taksi. " Ucap Adit.
" Tidak masalah kak aku mengerti. " Jawab Felly berusaha menutupi kesedihannya.
" Tidak masalah bukan jika aku pergi lebih dulu? " Tanya Felly dan dijawab anggukan Felly.
Mendapat persetujuan dari Felly Adit bergegas memasuki mobilnya lalu pergi dari restoran itu, meninggalkan Felly sendirian yang menatap Adit sedih.
Begitu Adit menghilang dari pandangan Felly, setetes air mata yang sejak tadi ditahannya turun tanpa permisi. Isak tangis mulai terdengar dari bibirnya, semakin lama isakan itu berubah menjadi tangisan yang cukup nyaring, bahkan sekarang ia berjongkok dengan menutup wajahnya tanpa memperdulikan sekitar.
Suasana Restoran masih ramai, dan saat ini Felly tentu menjadi tontonan orang sekitar. Ada beberapa orang yang menghampiri Felly dan menanyakan apa yang terjadi pada gadis itu, bukannya menjawab tangisan Felly malah semakin menjadi membuat orang yang menghampirinya memilih pergi karena tidak ingin dituduh melakukan sesuatu pada Felly.
" Kau baik-baik saja? " Tanya seorang pria yang berjongkok di hadapan Felly. Ia berusaha menenangkan Felly yang terus menangis dengan mengusap pelan bahu Felly yang bergetar. Namun sayang maksud baiknya tidak mendapat balasan balasan baik dari Felly yang menepis kasar tangan pria itu dari bahunya.
" Jangan menyentuhku! dasar pria mesum! " Bentak Felly memaki pria di depannya yang terkejut karena bentakannya.
Felly berdiri dan meninggalkan pria itu karena taksi yang menjemputnya sudah datang. Ia tidak memperdulikan pria yang dibentaknya tadi, karena perasaan sedihnya mengalihkan semuanya.
*
*
*
TBC
__ADS_1
Happy Reading