Stuck With New Employe

Stuck With New Employe
Bab. 11


__ADS_3

" Berita hangat hari ini, tengah terjadi pada CEO muda sukses yang terlibat skandal dengan seorang gadis yang diketahui adalah karyawannya sendiri. Kabarnya sosok gadis itu masih tersembunyi, karena foto yang diambil oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya. Jika dilihat dari berita yang sudah viral di media sosial, memang sosok gadis itu tidak terlalu jelas di foto, dan itu semakin membuat penasaran publik tentang sosok gadis beruntung itu. Berikut berita selengkapnya "


Berita skandal Adit telah ramai diperbincangkan di seluruh stasiun televisi. Dan tentunya mendapat berbagai respon dari publik. Tidak sedikit yang menghujat bahkan meminta Adit untuk turun dari posisinya sebagai CEO Bagaskara, sebaliknya ada pula yang membela Adit yang mengatakan berita skandal itu palsu, yang hanya dilakukan oleh orang munafik yang tidak menyukai kesuksesan CEO tampan itu.


Secepat kilat berita itu tersebar di televisi, hingga berita itu sampai ditelinga sang aktor utama berita itu, yang memang kini sedang menonton televisi di apartemennya untuk memantau beritanya. Dan benar adanya, beritanya telah muncul hari ini, disaat dirinya ingin bersantai di hari liburnya.


" Sudah kuduga ini akan terjadi " Gumam Adit melihat beritanya yang sudah keluar di televisi. Dia meremat kasar remot yang dipegangnya.


" Aku tidak menyangka mereka akan menyiarkannya secepat ini " lanjutnya sembari meraih ponsel di atas meja.


Adit bergegas menghubungi sang asisten. " Dik, kau urus konferensi pers itu sekarang! berita itu sudah muncul di televisi. Aku ingin melakukannya sekarang! " Perintah Adit pada Dika.


Bukti belum terkumpul sepenuhnya, tetapi berita itu sudah muncul di televisi, membuat Adit harus segera melakukan konferensi pers untuk menghalau berita itu semakin tersebar.


" Tapi tuan ... bukankah itu terlihat mencurigakan? jika anda melakukannya hari ini juga, mungkin mereka berpikir anda ingin mencari pembelaan dari publik. Mereka pasti bertanya, kenapa anda tidak melakukannya sejak awal saat berita itu muncul di media sosial, dan baru melakukannya setelah berita itu muncul di televisi. Bukankah hal itu terdengar aneh tuan, dan pastinya akan ada pihak yang memanfaatkan hal itu sebagai senjata untuk menghancurkan tuan dan nama baik anda akan semakin jelek di mata publik tuan!! " Jawab Dika mengingatkan konsekuensi jika konferensi pers itu dilakukan Adit sekarang


" Jika aku tidak melakukannya sekarang, mereka akan berpikir kalau berita benar adanya. Mereka pasti berpikir seperti itu karena tidak ada bantahan dariku. Satu hal yang pasti rekan kerja Bagaskara corp akan mempertanyakan ini semua nantinya!!" Timpal Adit mulai emosi dan cemas.


Adit tidak mempermasalahkan nama baiknya, karena kenyatannya berita itu memang tidak benar, Adit hanya tidak ingin berita ini berimbas pada perusahaan keluarganya yang susah payah dibangun hingga sesukses sekarang. Jika itu sampai terjadi, bukan hanya dirinya yang dirugikan, tetapi para karyawan Bagaskara corp akan terkena imbas dari berita palsu itu. Adit hanya berusaha menjalani kewajibannya sebagai pemimpin perusahaan untuk menjaga nama baik perusahaan yang pastinya tidak lama lagi akan terkena imbas berita murahan itu.


Nasib karyawan Bagaskara, kini tergantung pada apa yang akan Adit lakukan, ia perlu memikirkan solusinya secara matang. Adit tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, ia tidak ingin orang-orang yang tidak bersalah terkena imbasnya.


" Tuan anda harus memikirkannya baik baik, tidak sedikit orang yang mengambil kesempatan dari berita ini untuk menjatuhkan tuan, saya harap anda tidak gegabah dalam mengambil keputusan tuan! " peringat Dika pada bosnya yang terdengar risau.


Adit terlihat memikirkan ucapan Dika. " Kau benar, mereka pasti akan curiga jika aku melakukan konferensi itu sekarang, sudahlah aku akan memikirkan caranya nanti. Sekarang yang terpenting adalah aku harus bersembunyi. Aku yakin akan banyak awak media yang mencari ku, dan ku harap kau bisa mengatasi itu, sampai aku memutuskan apa yang harus ku lakukan nanti! " Ujar Adit.


" Anda benar tuan, sekarang posisi anda sedang tidak aman, akan banyak awak media dimana-mana dan Anda tidak perlu khawatir, saya akan berusaha mengatasi mereka " Jawab Dika.

__ADS_1


" Ah ya, bagaimana perkembangan orang itu, apa kau sudah mendapatkan semua datanya? aku harus mengetahui siapa orang itu, karena dia bisa menjadi bukti penting nantinya " Tanya Adit.


" Maaf tuan, orang itu sangat pintar bersembunyi, kami masih terus berusaha mencarinya. Sepertinya dia memiliki kekuasaan hingga identitasnya sulit untuk di retas oleh kami. Anda tidak perlu khawatir tuan, bukti-bukti lain sudah saya dapatkan, dan saya rasa itu cukup untuk menjadi bukti nantinya di konferensi pers. " Jelas Dika.


" Baiklah, ku serahkan padamu, jangan lupa untuk terus mengabari ku perkembangannya!! " Titah Adit langsung menutup teleponnya tanpa mendengar balasan asistennya itu.


Perasaan campur aduk melingkupi Adit saat ini, dirinya bingung harus bagaimana. Hingga pembicaraannya dengan sang papa kemarin tiba-tiba terlintas di kepalanya.


Flashback


" Adit!! " Panggil Feri sang papa, begitu Adit sampai di kantornya setelah pulang ke apartemennya tadi.


" Papa " Gumamnya pelan, melihat sang mama yang berjalan menghampirinya.


" Ada apa papa memanggilku " lanjutnya bingung, karena tidak biasanya sang pap memanggilnya seperti ini. Jika memang ada perlu maka papanya itu akan langsung ke ruangannya.


" Baiklah " Jawab Adit singkat dan berjalan lebih dulu


Canggung dirasakan Adit tadi, hingga ia memilih berjalan lebih dulu untuk memutus kecanggungan itu.


Begitu sampai di ruangan Adit, Adit mempersilahkan papanya untuk duduk di sofa kemudian disusul olehnya yang juga ikut duduk. Hening dan canggung menemani mereka berdua, karena sudah lama mereka tidak terlibat pembicaraan diluar pekerjaan seperti sekarang ini, hingga papa Adit memecah keheningan itu dengan memulai pembicaraan lebih dulu.


" Dit, papa ingin menanyakan berita itu, apa benar, kau melakukannya? " Tanya Papa Adit


" Apakah jika aku mengatakan tidak, papa akan percaya padaku? tidak bukan?! jika papa menghawatirkan perusahaan ini akan terkena imbasnya, papa tidak perlu khawatir, aku pastikan itu tidak akan terjadi. " Tegas Adit seolah mengetahui maksud papanya memintanya untuk bicara dengannya.


Adit bangun dari duduknya, dan beranjak pergi dari ruangannya meninggalkan papanya. Belum sempat keluar langkahnya terhenti begitu mendengar ucapan papanya.

__ADS_1


" Apakah papa sejahat itu di matamu? apakah tidak ada kesempatan untuk papa memperbaikinya? apa kau begitu membenci papamu ini? " Lirih tuan Bagas berhasil menghentikan Adit.


Ingin sekali Adit mengeluarkan semuanya, semua yang dirasakannya selama ini, tapi Adit tidak melakukannya karena semua itu percuma. Adit sudah terlanjur sakit, hingga rasanya begitu sulit hanya untuk sekedar berbicara pada papanya.


" Papa tau kamu tidak membutuhkan ini, tapi papa akan membantumu menyelesaikan masalah ini. Papa tau, kamu mampu melakukan ini semua sendiri, tapi papa mohon jangan larang papa untuk membantumu. Anggap saja, jika papa tidak pernah melakukan itu, Papa mohon. " Ujar Feri memohon menatap Adit sendu, melihat kekecewaan besar di mata putranya itu.


Kedua tangan Adit terkepal kuat menahan emosi yang akan meledak begitu mendengar ucapan sang papa yang menurutnya sangat tidak masuk akal.


Adit memilih melanjutkan langkahnya dan mengabaikan ucapan papanya. Pria paru bayah itu tertunduk sedih melihat respon Adit yang begitu menyakiti hatinya dan hanya bisa melihat kepergian putranya dengan rasa sedih.


" Maafkan papa. " Gumam Feri lirih, begitu Adit telah keluar dari ruangannya.


Flashback off


*


*


*


TBC


HAPPY READING😘


Semoga Suka😊


Jangan lupa like komen, dan vote nya ya guys🙏😊😘

__ADS_1


__ADS_2