
" Apakah Aku akan di siksa? apakah Aku akan dipenjara? bagaimana dengan mama jika aku dipenjara? bagaimana dengan pekerjaanku? Aku baru saja diterima, Ya Tuhan tolonglah aku!" Pikiran-pikiran negatif bermunculan di kepala Key yang kini berhasil dibawa Dika ke sebuah apartemen mewah milik Adit.
Perasaan takut menguasai Key sekarang. Key sungguh menyesal telah memuji pria yang membawanya ke tempat asing tetapi begitu mewah ini. Key kini berada di ruangan yang begitu mewah entah dimana dengan pria yang memaksanya, yang kini tengah sibuk berbicara dengan seseorang di telepon.
Rencana melarikan diri sempat terlintas dalam pikiran Key. Namun setelahnya ia kembali sadar, hal itu sangat mustahil dilakukannya. Jika dia nekat melarikan diri, entah apa yang akan terjadi padanya begitu ia tertangkap. Bukankah sangat mudah menangkapnya, dengan penjagaan yang begitu ketat semakin membuat nyali Key menciut.
Rasanya Key seperti tahanan yang akan dihukum berat saat ini, dijaga dan diawasi membuat Key begitu susah meski hanya sekedar bernapas. Yang bisa dilakukannya saat ini hanya pasrah, dan berserah diri.
Dika meletakkan minuman di depan Key yang terlihat begitu tegang. " Minumlah nona, anda pasti haus " Ujar Dika bersikap lembut.
Diam, tanpa menjawab, dan langsung meminum air di depannya, dengan gemetar karena rasa takut yang masih dirasakan Key. Hingga minuman itu tandas dalam sekali teguk, membuat tubuh Key menjadi sedikit rileks. Meski tidak sepenuhnya tenang, rasa takut masih mendominasi Key saat ini.
Tanpa sadar Dika tersenyum kecil melihat tingkah Key yang menurutnya sangat lucu. Karena rasa hausnya membuat rasa takutnya hilang, hingga Key berani meminum minuman itu, dan itu semua tidak luput dari pandangan Dika.
" Saya sudah memesankan makanan untuk anda nona, saya tahu anda pasti lapar " Ujar Dika.
" Te-terima kasih tuan " Jawab Key masih menunduk tidak berani menatap Dika.
Dan itu sukses membuat Dika hampir meledakkan tawanya karena Key. Jika saja Dika tidak menahannya mungkin dirinya kini sudah tertawa lepas karena kelakuan gadis di depannya ini, yang duduk menunduk ketakutan. Tapi, kelakuan Key sedari tadi tidak mencerminkan kalau Key sedang ketakutan, mungkin karena rasa lapar hingga mengalahkan rasa takutnya untuk menerima minuman dan makanan itu.
" Gadis ini, dia takut atau lapar? " Batin Dika merasa lucu.
Tak lama pesanan Dika datang, dia mengambilnya dan meletakkan makanan itu di depan Key. Menunggu reaksi Key yang ternyata di luar dugaannya. Gadis cantik yang terlihat pemalu itu, kini tidak menampilkan itu semua, seolah semua itu telah hilang dalam diri Key.
Seakan lupa dengan sekitar, Key yang kalap karena lapar akibat takut, membuatnya tanpa pikir panjang langsung memakannya tanpa ada penawaran pada Dika, yang berdiri di depannya dengan tatapan aneh.
Entah kemana rasa takut Key hilang, semuanya terganti dengan rasa lapar, hingga membuat Key kehilangan sesuatu yang begitu berharga, rasa malu. Urat malunya seakan sudah putus dari tempatnya, hingga tanpa sadar mempermalukan diri sendiri di depan orang asing yang sialnya begitu mempesona.
" Ehem! Jika nona masih lapar, saya akan pesankan lagi untuk nona " Sindir Dika halus
Uhuk ... uhuk ... uhuk
Terbatuk dan tersedak, begitu mendengar ucapan Dika. Key tidak melanjutkan makannya setelah itu, karena begitu malu setelah sadar dengan kelakuannya sedari tadi. Pikiran Key yang sudah kembali normal, membuatnya kini merasa sangat malu, tidak ada lagi rasa takut, rasa malu lebih mendominasi Key saat ini, hingga rasanya ingin membuat Key menenggelamkan dirinya ke sungai Nil.
__ADS_1
" Anda baik-baik saja nona? " tanya Dika yang khawatir dengan Key yang terbatuk
Key hanya mengangguk tidak menjawab tanpa menatap Dika, yang pasti tengah menertawakannya.
" Sebentar lagi tuan Adit datang, jadi bersiaplah nona " Ujar Dika seolah tengah memperingati Key.
Rasa takut yang sempat hilang, kini kembali lagi, bahkan lebih, begitu mengetahui bos besarnya akan segera tiba. Takut dan hanya bisa pasrah kini kembali dirasakannya.
Begitu tau jika Dika adalah asisten Bosnya, Key berusaha melepaskan diri dengan memberontak dan terus melawan. Tetapi semua itu tidak membuatnya terlepas dari asisten bosnya itu. Key tidak menyerah begitu saja, memukul, menggigit, bahkan menjambak rambut Dika, dilakukannya, dan itu hanya membuat tenaganya terkuras dan berakhir sia-sia. Memang benar jika kekuatan Wanita tidak akan sebanding dengan kekuatan pria, semua itu hanya sia-sia dilakukan Key pada Dika.
Flashback
Berjalan mendekati Key dengan tatapan tajam.
" Baiklah, rupanya nona ingin saya paksa dengan cara lain." Ujar Key menakutkan.
" Tuan jika anda berani mendekat, saya akan teriak sekeras mungkin! " Ancam Key yang terus melangkah mundur menghindari Dika yang terus maju.
Aaaaa!!!
Teriakan Key begitu nyaring membuat telinga Dika berdenging mendengarnya. Pria itu menggendong Key layaknya karung beras. Tidak ada cara lain selain ini, karena ia dilarang melakukan kekerasan oleh Adit, dengan terpaksa Dika melakukan itu. Sayangnya hali itu, tidak membuat Key diam pasrah. Dika sudah seperti samsak yang terus menerima pukulan yang cukup keras dari Key di punggungnya, gigitan dan jambakan tidak luput diterimanya.
" Mama!! tolongin Key ma!! " Teriak Key memanggil mamanya berusaha minta tolong.
mengusap telinganya yang terasa sakit. " Nona diamlah! suara anda membuat telinga saya sakit! saya tidak akan menyakiti anda nona, saya hanya akan membawa anda bertemu bos! " Ujar Dika yang kini sedang berjalan menuju mobilnya dengan Key di bahunya
" Key!! " Panggil mama Key begitu keluar dan berlari mengejar Key yang dibawa oleh Dika. " Tuan lepaskan anak saya!! Anda ingin membawanya kemana?!" mama Key berusaha menahan Dika membawa masuk putrinya ke dalam mobil.
" Ma tolongin Key ma!! dia mau menculik Key! " Mohon Key masih dalam gendongan Dika.
Dika yang sudah tidak tahan dengan mama Key yang terus menahannya, kemudian memberi kode pada anak buahnya untuk mengatasi mama Key yang kini ikut memukuli Dika..
" Lepaskan! lepaskan aku! jangan bawa putriku! lepaskan putriku!!" Teriak mama Key begitu dia ditarik paksa oleh anak buah Dika menjauh dari Key dan Dika.
__ADS_1
" Nyonya tenanglah, tuan Dika tidak akan menyakiti putri anda!" Ujar salah satu anak buah Dika menenangkan mama Key yang masih histeris
Sia-sia, Key sudah dibawa menjauh oleh Dika, hingga membuat mama Key tidak sadarkan diri karena itu.
Flashback off
" Tuan Anda sudah datang. Gadis itu berada di dalam tuan " Ujar Dika begitu Adit tiba.
Dika membawa Key ke apartemen Adit karena perintah Adit sendiri, karena menurutnya hal itu lebih aman dari pada di kantornya, yang tentunya akan menimbulkan asumsi-asumsi baru dari para karyawannya.
" Baiklah, kau boleh kembali ke kantor, dan handle pekerjaanku sebentar, begitu aku selesai aku akan kembali ke kantor! " Perintah Adit
" Baik tuan " jawab Dika kemudian berlalu dari hadapan Adit.
Masuk ke dalam dan mendapati Key yang tengah berjalan mondar-mandir dengan bibir yang terus bergumam kecil
" Ehem! "
TBC .....
*
*
*
HAPPY READING 😘😘
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya😘
Semoga suka😊
Lope you all❤️
__ADS_1