
Suasana begitu ramai semenjak Aditya mengumumkan bahwa Jasmine adalah istrinya, semua orang tidak menyangka Idola kampus mereka ternyata sudah berstatus istri orang.
Itu membuat para pria yang mendambakan Jasmine semakin patah hati di buatnya, apalagi Mike dan Riko.
Riko begitu mengagumi Jasmine meskipun dirinya sudah di tolak mentah-mentah olehnya, itu ga masalah baginya karena cinta tak harus memiliki menurutnya.
Selepas penyambutan Aditya, Seluruh dosen kampus masih kaget dengan pemberitahuan ini,mereka tak menyangka mahasiswi mereka yang sangat berprestasi itu sudah berstatus menikah.
Alih-alih mendengarkan apa yang Aditya sampai kan di podium, Mike memilih keluar ruangan yang terasa panas itu ia memilih keluar sampai Aditya selesai dengan sambutannya.
Mike terlihat melamun memikirkan sesuatu entah apa yang ada di pikirannya, namun terlihat dalam matanya bahwa Mike sangat kecewa dan sakit hati dengan apa yang terjadi hari ini.
Begitu sakit hatinya melihat pujaan hatinya telah menjadi milik orang lain, hati Mike teramat sakit meskipun dirinya sudah mengetahui itu namun tetap saja sakit hatinya masih sangat terasa. Karena perasaan Mike terhadap Jasmine sudah ada sejak Jasmine pertama kali memulai kuliahnya dan itu tidak ada yang tau.
"Dasar pengecut lo Mike, seharusnya dari dulu lo ungkapin aja perasaan lo!Andai saja gue lebih memberanikan diri gue mungkin kejadian ini gak bakalan terjadi!"Geramnya Mike pada dirinya sendiri begitu dalam penyesalan Mike saat ini.
**
Di tempat lain..
Bella terlihat kebingungan, di depan kasir. Awalnya bella berniat membeli minuman saat pulang sekolah karena haus, tanpa mengecek apa ia masih memiliki uang di dalam sakunya dengan cerobohnya Bella dengan santainya masuk kedalam supermarket itu.
Apa lagi minuman yang ia ambil sudah di buka olehnya, makanya bella kebingungan di sana. Penjaga kasir pun sedikit kesal menunggu karena posisinya ada beberapa orang yang mengantri di belakang Bella dan membuat orang lain menunggu terlalu lama hanya menunggu bella yang cuma membeli satu botol minuman.
"Mbak maaf ya saya lupa bawa dompet, sebentar saya telpon dulu Papah saya"Ucap bella dengan seribu alasannya.
"Makanya lain kali cek dulu de sebelum membeli sesuatu, apalagi barang yang adek ambil sudah di buka itu harus di bayar"Ucap Penjaga Kasir itu
"Iya saya tau mbak, sebentar ya"Ucap Bella lalu mundur dari barisannya mempersilahkan yang di belakangnya maju.
Bella pun berusaha menelpon papahnya agar menjemputnya, dan meminta tolong tentunya. Namun karena waktu masih menunjukan jam kerja papahnya tidak mengangkat telponnya sama sekali, Bella pun semakin bingung.
"Aduh gimana ini, siapa yang harus aku hubungi lagi selain papah"Ujar Bella bingung karena tak mungkin ia menelpon teman-temannya mereka semua pasti sudah pulang.
Bella pun teringat akan Rey, namun ia ragu untuk menghubungi Rey karena takut menganggu waktu apa lagi ini hanya masalah sepele. Namun Bella tidak punya pilihan lagi ia pun memutuskan untuk menghubungi Rey.
Memanggil Ka Rey..
Tut..
Tut..
Hanya beberapa detik saja, telpon Bella pun di angkat Rey.
"Hallo bell, ada apa tumben hubungi kaka jam segini"
"Iya hallo ka, emm itu.. ka bella"Ucap Bella terbata-bata
__ADS_1
"Iya apa Bella, emm apa?"
"Kaka bisa ke sini ga tolongin bella"
"Kamu kenapa emangnya bell?, Kamu dimana sekarang kaka sekarang ke sana!?"Ujar Rey panik
"Bella ga kenapa-napa ko ka, bella lagi di supermaket A"
"Oke kakak kesana sekarang"
Panggilan pun di tutup Rey secara sepihak.
Bella yang mendengar Rey begitu khawatir pun hanya bisa pasrah, Rey salah paham terhadap dirinya dan itu membuat Bella merasa bersalah.
Tak lama Rey pun datang, dan langsung menghampiri Bella yang sedang berdiri di depan pintu masuk.
"Kamu ga kenapa-napa kan? ada apa sebenarnya Bell"Tanya Rey dengan panik
"Bella ga kenapa-napa ka"Jawab bella pelan
"Terus ada apa kamu telpon kaka?"Tanya Rey begitu khawatir
"Bella cuma mau minta tolong sekali ini aja"
"Iya minta tolong apa bell?"
"Astaga, kirain gue ada apa"Ucap Rey dalam hati
Rey pun bernapas lega pasalnya tidak ada hal yang serius terjadi.
"Astaga sayang, kenapa kamu ga bilang sih"Ucap Rey begitu gemas mendengar apa yang Bella ucapkan, sampai ia tak sadar apa yang ia ucapkan pada Bella.
Saat mendengar Rey memanggilnya sayang tiba-tiba jantung Bella berdegup kencang, entah memang sengaja atau gak di sengaja namun itu mampu membuat pipi Bella memerah.
"Abisnya kaka main langsung kesini aja"Jawab Bella pelan menahan perasaannya.
"Ya udah ayo kita ke kasir dulu"Ajak Rey Bella pun mengangguk mengikuti Rey dari belakang.
Tanpa banyak Rey pun langsung membayar apa yang Bella beli, tanpa meminta kembalian pada kasir tersebut lalu pergi dari sana begitu saja.
Bella pun hanya mengikuti Rey yang terus menarik tangannya, tanpa ada niatan untuk melepaskannya.
"Kamu baru pulang sekolah, sendiri?"Tanya Rey saat sudah ada di dalam mobil.
"Iya ka, biasanya juga sendiri"
"Kenapa ga bilang kakak, suruh jemput kamu apa kamu ga takut pulang sendiri"
__ADS_1
"Aku udah biasa ka pulang sendiri, lagian biasanya aku juga bareng sama teman-teman"Ujar bella
Rey pun menyalakan mobilnya..
"Kita mau kemana ka?"Tanya Bella
"Kemana aja asal ga di depan supermarket"Ucap Rey sambil tersenyum, astaga senyumannya itu yang bikin pipi Bella kembali merah.
Rey yang melihat bella melamun pun menyadarkan Bella.
"Kamu kenapa bel, ko pipi kamu merah kamu sakit?"
"Engga ko ka, Bella ga papa"Ucap Bella cepat
"Kita mampir dulu ke tempat teman kaka ya, kaka ada urusan sebentar"Ucap Rey
"Iya ka"Jawab Bella sambil tersenyum
Tiba-tiba Rey teringat masalah dirinya dengan papah bella.
"Bell"Panggil Rey dengan lembut
"Iya kenapa ka?"
"Gimana kabar papah?"
"Papah baik-baik aja ko ka, emang nya kenapa?"
"Apa papah belum ngasih kabar untuk kaka"Ucap Rey
Bella yang mendengar ucapan Ret pun diam seribu bahasa, ia hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Hufss.."
"Ya sudah mungkin kaka belum bisa meyakinkan papah bella, bella doain kaka aja ya semoga kita cepat dapat berita baiknya"Ucap Rey mencoba kuat
"Maafin papah ya ka, bella juga ga bisa berbuat apa-apa"
"Kenapa mesti minta maaf, kamu ga salah ko mungkin ini hanya masalah waktu saja"Ujar Rey merasa bersalah karena telah menanyakan perihal tersebut.
"Kaka jangan patah semangat ya, papah orangnya ga sejahat yang dipikirkan ko mungkin papah merasa berat melepaskan bella ka"Ujar Bella memberikan semangatnya untuk Rey
"Kamu tenang aja, dan ga usah banyak pikirkan tentang ini biar kaka saja yang memikirkannya"Ucap Rey sambil mengelus kepala bella pelan
Bella pun menganggukkan kepalanya..
**
__ADS_1