
Aditya masih menunggu kepulangan jasmine, saat ini dirinya masih di rumah mertuanya. Perasaannya bercampur aduk pikirannya melayang kemana-mana pada jasmine, gelisah dan resah juga.
Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya jasmine pulang juga kerumah kini perasaannya juga bercampur aduk antara takut,gelisah dan cemas juga karena dia sudah lupa akan janjinya pada aditya bahwa akan pulang lebih awal.
Jasmine pun mempersiapkan dirinya sebelum memasuki rumah orang tuanya, dengan bernafas berat dia pun masuk kedalam rumah.
"Huffs..."Jamine menghela nafasnya yang terasa berat
"Sayang kamu baru pulang?"Tanya qila yang melihat jasmine dari depan pintu rumah
"Iya mam, jamsine pulang telat hari ini"jawab jasmine
"Syukurlah syang kamu sudah pulang, sebenarnya mamah khawatir sama suami kamu karena setelah kamu pergi ke kampus dia tidak keluar-luar kamarnya dan belum makan dari tadi pagi"Ucap qila pada anaknya itu, jasmine pun kaget mendengar apa yang mamahnya katakan itu langsung berlari menuju kamarnya.
Qila yang melihat jasmine khawatir akan suaminya pun hanya berharap tidak akan terjadi apa-apa yang buruk antara keduanya.
Jamine pun memasuki kamarnya dan tidak melihat aditya disana, dia pun mencarinya keruang kerja yang sudah disiapkan orang tuanya sewaktu-waku mereka tinggal disini.
Sebelum memasuki ruang kerja aditya, jasmine lagi-lagi menghela nafasnya yang berat dia harus menerima akibat dari kesalahannya yang sudah dialakukan apapu itu.
Ceklek...
Pintu ruangan aditya di buka, saat ini aditya sedang berdiri menatap keluar jendela dengan tangan yang melipat di dadanya, aditya yang mendengar pintu di buka pun tau bahwa yang membukanya adalah jasmine, sedangkan dia tidak bergeming dari tempatnya sekarang masih menghadap kearah jendela tanpa menoleh ke arah pintu yang di buka.
Jasmine yang melihat sikap aditya yang sudah dalam mode diam pun semakin geihat dan takut, dia bingung harus memulai dari mana memberi alasan yang masuk akal dan berbicara sejujurnya.
"Mas.." Panggil jamsine pelan adit tetap diam
Jasmine pun mesakin memberanikan dirinya semakin mendekat aditya.
"Mass..."panggil jasmine kini dia memegang tangan aditya berharap aditya akan menoleh kearahnya
Namun tetap sama ditya masih diam seribu bahasa degan posisinya.
"Mas.. maafkan aku"Lirih jasmine menahan air matanya
"Maafkan aku karena tidak sempat bilang sama kamu dan izin kalau aku diajak sama teman-teman aku pergi ke mall makanya aku pulang telat .. maafkan aku mass"jelas jasmine
"Apa kamu tahu aku sangat mengkhawatirkan kamu!!"Ucap aditya dalam hati
__ADS_1
"Tadinya aku juga mau langsung pulang, tapi teman-teman aku memaksa untuk aku ikut karena memang sudah lama juga aku tidak menghbiskan waktu bersama teman-teman aku aku pikir tidak salahnya, saat aku sudah sampai di mall aku lupa kabarin kamu karena teman-temanku yang sibuk mengajak aku berbelanja di sana"
"Sungguh mas aku tidak bohong kalau kamu tidak percaya kamu bisa telpon semua teman-temanku"jelas jasmine
"Mas.. dengarkan apa yang aku jelaskan tadi, jawab dong jangan diamkan aku begini aku..ga mau mass kamu diamkan aku kaya gini"Lirih jasmine
"Kalau aku salah aku ikhlas untuk dihukum apapun itu, aku akan terima resikonya tapi jangan diamkan aku seperti ini"
Aditya pun menoleh kearah jasmine yang sudah menangis tersendu-sendu, sebenarnya dia tidak ingin membuat jasmine menangis seperti ini namun jasmine tetap salah.
Aditya menatap jasmine sangat dalam dalam diam sedangkan jamsine menunduk menyembunyikan air matanya.
"Aku mau bertanya serius sama kamu?"ucap aditya akhirnya bersuara setelah berdiam diri
Jasmine yang mendengar aditya bersuara pun mendongkakkan kepalanya ke arah suara aditya.
"Iya apapun yang kamu tanyakan aku kan menjawabnya dengan sejujur-jujurnya mas"jawab jasmine merasa lega karena aditya akhirnya berbicara padanya
"Sebenarnya apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini di kampus jawab aku!!"tanya aditya dingin
"A-ku.."jasmine berpikir apa aditya mengetahui kalau dirinya akhir-akhir ini sibuk menjadi asisten dosen untuk mike
"Sejujurnya aku sibuk di kampus karena menerima tawaran dosen mike untuk menjadi asisten dosennya"ucap jasmine
"Apa!! kamu bilang apa aku tidak salah dengar?!"kata aditya membentak
"Sebenarnya aku ingin bilang sama kamu waktu itu tapi, selalu tidak sempat karena kamu sibuk akhirnya tertunda dan tertunda dan aku lupa"jelas jasmine hanya bisa menunduk tidak berani menatap wajah aditya yang tengah marah.
"Kalau kamu sedang mengobrol dengan orang tatap wajahnya jangan selalu menunduk seperti itu!"Jamine pun mendongakan wajah nya menatap wajah aditya
"Sudah berapa lama kamu menerima tawaran dosen itu?!"
"Dosen mike menawari menjadi asisten dosennya sebelum aku kenal sama kamu dan sebelum aku menikah sama kamu, saat itu aku bilang sama papah kalau aku ditawari profesi ini dan papah bilang asal aku tidak terbebani itu tidak masalah, tapi saat itu aku belum menerimanya sampai sebulan kita menikah dan beberapa waktu lalu dia menanyakan lagi perihal ini, karena aku tidak enak untuk menolak makanya aku menerimanya dan berniat untuk memebei tahu kamu tapi sayangnya belum sempat aku bilang kau sudah mengetahuinya"
"Jadi selama itu kamu selalu menghabisakan waktu bersamanya dan hanya berdua?!"
"Kita memang berdua saja tapi aku berani sumpah tidak penah melewati batasan aku yang sudah bersetatus istri mas, aku hanya melaksanakan tugas yang di berikan itu saja.."ucap jasmine adit pun melihat dari mata jasmine bahwa tidak ada keraguan disana tapi adit masih belum terima kebenaran dari jasmine
"Apa dosen itu tahu kalau kamu sudah menikah?!"tanya aditya lagi jasmine pun hany menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"Heh! apa kamu tahu? kalau dosen itu menyukai kamu jasmine!! dia itu menyukai kamu! makanya dia berinisiatif untuk menjadikan kamu asistennya dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati kamu!"ucap aditya
Jasmine pun tiba-tiba teringat saat mike menghibunginya nya pagi hari hanya menanyakan kabarnya yang terlihat khawatir tapi jasmine tidak pernah berpikiran hal lain-lain karena menurutnya tidak penting.
"Apa benar kata mas adit"ucap jasmine dalam hati
Jasmine pun hanya diam tidak menjawab,.
"Kenapa diam?apa kamu teringat sesuatu?!"tanya adit
"Aku minta maaf mas aku salah benar-benar salah"ucap jasmine meminta maaf karena tidak ingin masalah bertambah panjang
"Entah lah aku masih kecewa sama kamu"
"Aku harus bagaimana supaya kamu memaafkan aku dan percaya sama aku mas"ucap jasmine ferustasi
"Apa kamu berani bilang sama dosen itu kalau kamu sudah menikah, dan kamu berhenti menjadi asistennya karena aku tidak mengizinkan!!"
Jasmine pun tampak berpikir sejenak aditya yang melihat respon jasmine pun bertambah kecewa karna seakan dia melihat jasmine keberatan atas permintaanya.
Aditya pun memutuskan pergi ke kamar meninggalkan jasmine dengan pemikirannya sendiri, saat adit melangkah menjauh.
"Baik jika itu bisa membuat kamu memaafkan aku dan pecaya sama aku mas aku akan lakukan itu"putus jamsine
"Buktikan!"jawab aditya dan melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Saat aditya sudah tidak ada di ruang kerja jamsine pun langsung terduduk lemas dan menangis sejadi-jadi, ia menyesal karena niat baiknyaa untuk membantu malah menjadi bumerang di dalam rumah tangganya.
Ia pun berjanji setelah kejadian ini da tidak akan melalukan suatu hal tanpa berdiskusi dengan suaminya agar tidak akan jadi kesalahpahaman seperti ini.
Jasmine pun teringat kalau aditya belum makan sama sekali, ia pun bangkit dan menghapus air matanya agar orang tuanya tidak khawatir.
Dia pun pun pergi mencuci wajahnya dan pergi kedapur untuk menyiapkan makanan untuk aditya.
Bersambung..
*Jangan lupa mampir di karya author yang lainnya ya teman-teman semoga kalian selalu sehat.
__ADS_1