
Selepas Mike mengikuti Jasmine mike pun bergegas untuk pulang, di perjalanan pulang selintas mike melihat tasya yang sedang asik mengobrol dengan seseorang entah itu siapa.
Mike tidak menghiraukannya ia memilih untuk melanjutkan perjalanannya agar ia cepat sampai di rumah.
Beberapa menit pun berlalu akhirnya mike pun sampai di rumah, saat hendak memasuki rumah terdengar ada keramaian di ruang tamu, mike pun membuka pintu utama rumah terlihat adiknya mike sedang berkumpul dengan teman-temannya. Mereka yang tadinya sedang asyik pun langsung terdiam ,semua pandangan mereka tertuju kepada mike yang berada tepat di tengah pintu utama.
"Eh sutt lihat tuh kakanya ... ganteng banget"ucap salah satu dari mereka sambil berbisik pada teman di dekatnya
"Iya bener, yang gua tahu ya dia itu dosen muda single lagi"ucapnya
"Wuih bisa dong gua deketin, ganteng gitu mana gua nolak"ucap salah satunya dengan pedenya
"Mana mau dia sama lo ya, sadar diri aja deh lu kan jomblo abadi"ujar teman satu nya menimpal
Sementara itu adik nya mike menghampiri mike yang mematung di tempatnya.
"Ka"panggil adiknya pelan
"De ini apa maksud nya"ucap mike sambil mempertanyakan keadaan dirumahnya saat ini.
"Maafin aku ya ka ga bilang-bilang dulu sama kaka kalau aku akan bawa teman-teman kerumah abisnya mereka maksa pengen datang"ujar adik nya mike sambil tertunduk
Mike pun menghela nafasnya berat sambil memijat kepalanya.
"Kenapa ga kabarin kaka dulu ge, kalau tahu gitu kakak ga akan pulang kesini"jawab mike
"Kamu tahu sendiri kan kaka ga suka kalau rumah kakak ramai"lanjut mike
"Aku lupa kabarin kaka, terus gimana dong masa aku harus suruh mereka pulang"ucap adik mike dengan pelan sambil memegangi kemeja yang ia pakai.
Teman-teman adiknya mike pun hanya dapat memperhatikan dari jauh, mereka tidak mendengar apa yang mike dan adiknya biacarakan.
"Ya sudah kalau udah gini kan mau gimana lagi, kakak izinkan tapi jangan sampai larut malam ya kumpul disini nya, kamu tahu sendiri kaka ga suka rumah kita ramai"ujar mike akhirnya memilih mengizinkan adiknya berkumpul bersama teman-temannya di rumah.
"Yey makasih ya ka, dan maaf juga ade janji ga akan larut komereka pulangnya"ujar adik nya mike dengan senang.
Sejujurnya dia sangat takut kalau kakaknya akan mengusir teman-temannya,ia sangat tahu bagaimana sikap asli kakaknya.
Ia juga ga mau kalau sampai teman-temannya kena marah kakanya, ia tahu mike sangat tidak suka ada keramaian di rumah maka dari itu ia sangat jarang membawa teman-temannya apa lagi sampai banyak seperti ini.
Namun mau bagaimana lagi ia sudah janji akan mengajak teman-temannya berkunjung kerumahnya dan sedikit menentang kakaknya.
"Ya sudah lebih baik kamu bawa semua teman-teman kamu main di dalam kamar, kaka lagi banyak kerjaan"ucap mike
__ADS_1
"Baik ka"jawab adik mike menurut dan mengerti apa maksud kakanya
Mike pun memilih memasuki kamarnya dan mengulas sedikit senyum kepada semua teman-teman adiknya tanpa menyapa mereka semua.
Mereka semua pun hanya melongok dan membalas senyuman mike.
Setelah melihat mike masuk kedalam kamarnya, merek pun meminta penjelasan dari adiknya mike.
"Maaf ya guys kakak aku emang gitu orangnya, dia ga suka rumah itu ramai makanya respon dia kaya gitu"ucap adiknya mike merasa tidak enak
"What alasan apa itu ga masuk akal banget deh, setahu ku dia kan dosen masa dia ga suka tempat ramai sih"protes salah satu temannya
"Mungkin kakak aku udah lelah bekerja ingin suasana di rumah tenang makanya kaya gitu, ya udah yu masuk ke kamar aku aja aku takut kakak aku keburu keluar lagi"ujar adiknya mike
Mereka pun menurut dan memasuki kamar yang telah di tunjuk tadi oleh adiknya mike.
"Tau gitu gua tadi ga mau di ajak kesini"keluh salah satunya
"Yaudah sih nikmati aja, toh kita udah terlanjur disini juga"jawab yang satu nya.
Adik nya mike pun sangat tidak enak hati dengan semua teman-temannya namun ini memang sudah resikonya.
Sedangkan mike yang sedang merebahkan tubuhnya yang lelah, ia masih kepikiran perihal jasmine yang mendadak pindah rumah itu.
Sambil mengingat-ingat perubahan jasmine dari waktu ke waktu dan mike mulai menyadari sesuatu.
"Astaga apa benar jasmine sudah hamil dan sedang mengandung anaknya aditya!"ucap mike lagi dengan cemburu buta nya
"Jika benar jasmine sudah hamil, pantas sekarang kamu banyak sekali perubahan, sedang hamil pun kamu semakin cantik jasmine"ucap mike gemas.
sambil membayangkan jasmine dalam benaknya, mike pun menutup matanya berniat untuk beristirahat, mengistirahatkan semua beban pikirannya yang sangat banyak itu.
**
Sementara di apartemen Jasmine
Jasmine sedari tadi hanya cemberut ia pun membalikan tubuhnya membelakangi aditya, saat ini mood jasmine sedang buruk sebab aditya melanggar janjinya pada jasmine.
"Sayang udah dong jangan cemberut gitu, udah jangan marah"Ucap aditya ikut berbaring di samping jasmine
Sambil mengelus perut jasmine yang buncit, aditya terus membujuk jasmine agar memaafkannya.
Jasmine hanya diam tanpa ada niatan ingin menjawab aditya.
__ADS_1
"Ok.. Ok mas yang salah maafin mas dong, kamu kan tau sendiri mas mana bisa kalau sekali"Ujar aditya memberi pembelaannya
"Sayang udah dong jangan marah masa kamu tega cuekin mas kaya gini"Bujuk aditya lagi
Detik kemudian jasmine membalikan tubuhnya menghadap aditya, dengan air mata yang sudah membasahi pipi cubby nya.
"Loh sayang ko nangis, apa ada yang sakit apa aku menyakiti kamu?"Tanya aditya khawatir dan juga kaget melihat jasmine yang sudah menangis itu.
Dengan pelan jasmine memukul dada bidang aditya, adit pun hanya menikmati pukulan jasmine yang tidak seberapa itu.
Ia tahu jasmine pasti kesal pada dirinya, namun mana boleh buat memang kenyataan nya aditya tidak akan cukup jika harus melakukannya satu kali.
"Apa ada yang sakit sayang?"Tanya aditya lagi
Jasmine pun mengangguk
"Apanya yang sakit kalau gitu ayo ke rumah sakit kita periksa"Ujar aditya hendak bangun ingin memakai pakaiannya.
namun jasmine menahan aditya, ia menuntun tangan aditya pada pinggangnya. Adit pun hanya menurut mengikuti arahan jasmine.
"Yang ini sakit?"tanya aditya
Jasmine mengangguk
"Pijatin saja"Ucap jasmine dengan sangat pelan dan serak
Aditya pun hanya bisa tersenyum dan kembali tenang, ternyata sakit yang jasmine maksud bukan sakit yang aditya pikirkan.
"Ya sudah sini mas pijatin, apa yakin cuman ini yang sakit?"Ujar aditya masih penasaran
Jasmine pun hanya mengangguk tanpa menjawab, adit pun sangat memaklumi jika jasmine marah atau badmood padanya ia terima toh ini memang kesalahannya.
Dengan telaten aditya memijat pinggal jasmine, entah karena nyaman atau memang kelelahan jasmine pun tidur di sela pijatan aditya.
"Maafin mas ya sayang"ucap aditya sambil mengecup kening jasmine
"I love you"bisiknya lagi
Dirasa jasmine sudah lelap aditya pun menghentikan pijatannya, ia pun membenarkan selimbut pada jasmine lalu ia bangkit dan mengambil bajunya yang berserakan di lantai lalu memakainya.
Adit pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan jasmine.
Bersambung...
__ADS_1