
Seseorang yang di kirim aditya untuk memantau istrinya masib setia menunggu sampai jam kelas selesai, tanpa jasmine sadari.
Ia selalu mengirimkan informasi pada aditya bos nya, setiap ada laki laki yang mendekati jasmine, aditya sejujurnya geram mengetahui istrinya banyak di kagumi laki laki lain namun dia tahan. Jika sampai laki laki itu melewati batasan nya ia gak segan segan untuk membunuhnya.
Kelas pun selesai kini jasmine menghubungi aditya bahwa dia sudah pulang , sementara teman teman nya sudah pergi terlebih dahulu entah kemana
Memanggill Mas aditya ...
Tut ..
Tut ..
Tut ..
"Hallo syang" Panggil adit di sebrang sana
"Hallo mas, apa mas jadi menjemput aku pulang?" Tanya jasmine
"Iya aku lagi di jalan menuju kampus kamu"kata aditya
"Kalau gitu aku tunggu di parkiran kampus yaa.."
"Iya sayang" panggilan pun terputus
Kini jasmine sedang menunggu suaminya di parkiran kampus sendiri, tiba tiba ada sebuah motor sport yang parkir di depannya, jasmine pun hanya mengacuhkan nya saja dan sibuk dengan handpone nya.
"Haii..." Panggil si pengemudi motor jasmine pun mau tak mau mendongkak
"Kamu.." Kata jasmine ternyata ia laki laki yang di kantin memberikan dia bunga
"Iya, kamu belum pulang?" Tanya laki laki itu
"Hmm belum masih menunggu jemputan datang" Jasmine pun mencoba mengacuhkan nya namun laki laki itu malah duduk di samping jasmine
"Ohh gitu.. kenalkan nama aku riko" Kata s pemberi bunga
"Hmm.. jasmine" Balas jasmine berusaha seramah mungkin
"Nama yang cantik" Puji riko
"Terimakasih" Tak lama aditya pun sampai di sana dan melihat jasmine sedang duduk bersebelahan dengan laki laki lain jasmine pun berdiri setelah tau adit sudah sampai di sana dan langsung pamit pada riko
"Emm rik aku duluan ya jemputan aku sudah datang bye" Pamit jasmine belum sempat riko jawab jasmine sudah berlari menuju mobil
Aditpun dengan hati yang memanas berusaha mengontrol emosinya, cemburunya itu saat jasmine memasuki mobil wajah aditya sedikit datar.
"Mas kita mau makan siang dimana?" Tanya jasmine belum menyadari perubahan wajah aditya
"Siapa laki laki tadi?" Tanya adit datar
"Laki laki mana mas?" Jasmine bingung
"Laki laki yang tadi duduk di sebelah kamu!"
"Dia riko mas, ee.. aku juga baru kenal dia tadi" Jujur jasmine
"Jadi kamu kenalan sama dia!?" Tekan aditya
"Bukan aku mas, tapi dia nya sendiri yang ngenalin dirinya sendiri" Jelas jasmine
"Tapi kamu kenalan kan sama dia"
"Iya tapi hanya itu aja ko mas, kamu kenapa sih?"
"Mas .. mas kenpa sih? mas marah?" Tanya jasmine lagi
__ADS_1
Adit pun hanya diam tidak menjawab jasmine dan langsung melajukan mobilnya ketempat makan yang akan di tuju.
Sepanjang perjalana adit mau pun jasmine hanya diam tidak ada yang mau membuka pembicara setelah adit mendiamkan jasmine, jamsine pun jadi nggan untuk bertanya lagi.
Di restauran pun adit masih sama mendiamkan jasmine , sebenarnya jamsine tak nyaman dia ingin menangis melihat adit mendiamkan nya seperti ini namun dia tahan dia ga mau terlihat cengeng di depan adit, tidak nafsu makan juga yang tadinya berharap akan menghabiskan waktu bersama dengan bahagia ternyata hanya saling mendiamkan.
Setelah makan siang selesai aditya dan jasmine pun langsung pergi dari sana adit pun masih mendiamkan jasmine membuat jasmine berniat untuk membuka pembicaraan lagi.
"Mas setelah ini kita mau kemana?" Tanya jasmine takut takut
"Pulang" Singkat aditya jasmine pun hanga mengangguk.
Sejujurnya adit tidak mau mendiamkan jasmine tapi karena rasa cemburu dan amarah nya dia mau tak mau berbuat seperti itu, dia kesal ingin memarahi jasmine namun tak tega jadi dia hanya mendiamkan nya.
Dalam perjalanan pulang pun sama tidak ada pembicaraan yang terjadi antara adit dam jasmine , jasmine memilih untuk melihat kearah jendela samping nya sampai tak sadar tertidur saking tak ada pembicaraan dari mereka membuat jasmine mengantuk.
Adit tidak menyadari jasmine tertidur setelah sampai di kediaman Brata.
"Kita sudah sampai" Kata adit tanpa menoleh ke arah jasmine namun jamsine tidak menjawab masih setia di posisinya
"Kita sudah sampai kamu tidak dengar" Kata adit lagi sedikit keras sambil menoleh ke arah jasmine adit oun terdiam
"Apa yang aku lakukan, sampai kamu tertidur aku tak menyadarinya" Kata adit menyesal karena telah mendiamkan jasmine
Adit pun langsung turun dari mobil dan menggendong jasmine yang tertidur menuju kamar nya, tanpa membangunkan jasmine
Saat masuk ke dalam rumah adit bertemu dengan mamah qila
"Adit kamu sudah pulang, loh kenapa jasmine nak" Tanya qila
"Iya adit mau melanjutkan kerjaan adit dirumah saja, jasmine tertidur saat di perjalanan" Jelas adit
"Oh .. ya sudah cepat pergi ke kamar kasian pasti berat kan menggendong jasmine seperti ini" Kata qila
Setelah sampai di kamar adit langsung meletakan jasmine di kasur dengan hati hati, sesaat adit memandangi wajah cantik istrinya yang tertidur dia pun tersenyum dan mengecup kening istrinya lalu pergi menuju kamar mandi.
Sementara jasmine yang tertidur tiba tiba terbangun dari tidurnya dan melihat sekeliling ternyata sudah sampai di rumahnya di kamar pula.
"Ternyata sudah sampai, kapan sampai disini ko mas adit ga bangunin aku" Heran jasmine
"Apa segitu marah nya dia sampai mendiamkan aku seperti ini, aku ga mau di diamkan seperti ini sudah dua kalinya" Sedih jasmine saat sedang memikirkan adit , adit pun keluar dari kamar mandi sudah menganti pakaian nya dan terlihat sudah mandi juga.
Jasmine pun yang melihat adit keluar dari kamar mandi sedikit kaget, pikir dia adit langsung pergi ke kantornya.
"Mas ga ke kantor" Tanya jasmine
"Tidak" Jawab adit singkat ia pun langsung duduk di sofa dan membuka leptopnya
Jasmine pun hanya menghelakan nafasnya berat dia tidak tahu apa yang membuat adit sebegitu marah padanya.
"Aku buat kan teh hangat untuk mas ya" tawar jasmine mencoba mencairkan suasana
"Hmm"hanya itu yang keluar dari mulut adit
Jasmine pun langsung pergi ke dapur membuatkan teh hangat untuk suaminya, saat di dapur jasmine sedikit melamun dan itu terlihat oleh qila.
"Sayang ko ngelamun" Tanya qila
"Ngga ko mam jasmine ga ngelamun" Sakas jasmine
"Mamah tau kamu tadi jelas jelas melamun syang"
"Benarkah terlihat mam" Kata jasmine
"Iya syang ada apa ko sampai ngelamun sih" Tanya qila lagi
__ADS_1
"Sejujur nya mas adit seperti nya marah sama jasmine mam" Jujur jasmine sedih
"Loh kenapa memang nya?"
Jasmine pun menceritakan semua nya dari awal sampai akhir secara detail pada qila, ia pun mendengarkan dan memahami dimana masalahnya dan dia pun mengerti.
"Jadi begitu mam" Akhir jasmine
"Sayang mamah tau suami kamu marah karena apa"
"Karena apa mam, jasmine tau mas adit marah tapi marah kenapa?" Sedih jasmine
"Dia pasti sangat cemburu sama laki laki itu sayang" Jelas qila
"Hah cemburu"kata jasmine
"Iya syang adit itu sedang cemburu berat liat kamu sama laki laki lain, tapi bagus lah sayang itu artinya adit sudah sangat mencintai kamu" Jelas qila lagi
"Apa benar begitu mam tapi aku ga ngapa ngapain sama riko" Kata jasmine
"Iya sayang, coba kamu yang meminta maaf sama adit dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pasti adit akan mengerti" Bujuk qila
"Iya mam makasih sarannya yaa, jasmine ke atas dulu" Kata jasmine
"Oke syang inget pesen mamah syang" kata qila dan jasmine pun mengangguk
Jasmine pun menuju kamarnya sambil membawa teh hangat untuk adit.
Ceklek.. pintu di buka jasmine ia pun langsung masuk dan mendekati adit yang sedang di sofa masih sibuk dengan leptopnya.
"Ini mas teh nya"
"Hmm"
"Mas apa kamu masih sibuk?"
"Iya pekerjaan ku banyak"
"Aku ingin bicara sesuatu"
"Nanti saja"
"Tapi aku ingin sekarang" Kata jasmine sambil menahan air mata nya agar tidak jatuh namun gagal
"Aku sudah bilang aku sibuk" kata adit
"Hanya sebentar mas" Jawab jasmine bergetar karena menangis adit yang mendengar isakan dari jasmine pun langsung menoleh dan merasa bersalah bersamaan
"Kamu kenapa menangis" Kata adit sambil menuntun jasmine duduk di pangkuan nya
"Aku.. aku... hanya mau menjelaskan sesuatu sama kamu mas supaya kamu tidak salah paham" Kata jasmine masih menangis
"Suutttt... sudah jangan menangis lagi syang" Kata adit tidak tega melihat jasmine menangis
"Tapi aku hanya mau menjelaskan semua nya mas supaya kamu ga salah paham sama aku, aku ga mau kamu diamkan seperti ini" Isakan jasmine
"Iya suuuttt sudah jangan sambil menangis aku ga bisa lihat kamu seperti ini"
"Iya tapi kamu harus mendengarkan penjelasan aku dulu"
"Iya aku dengarkan penjelasan kamu sayang" Kata adit melihat jasmine lekat dan menghapus air mata nya lembut
Jasmine pun langsung menjelaskan semua nya pada adit dari awal jamsine bertemu dengan riko sampai pertemuannya tadi secara detail adit pun hanya mendengarkan dengan setia, dia merasa sangat bersalag telah cemburu berlebihan pada jasmine sedangkan jasmine tidak bersalah.
Bersambung..
__ADS_1