
Malam hari selepas Jasmine pulang..
Masih terlihat beberapa mahasiswi sedang sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Begitu juga Mika dan Rima mereka berdua terlihat sangat serius dan juga fokus pada pekerjaan mereka, di tambah pekerjaan jasmine yang mereka berdua hendle di bantu oleh Andre dan juga Wili.
"Ka kalau misalnya persiapan kita ga beres sampai jadwal yang di tentukan bagaimana?"tanya mika membuka suaranya .
Rima yang tadinya fokus pun ikut teralihkan dengan apa yang di tanyakan mika.
"Kamu ga usah khawatir aku yakin semua akan selesai sampai jadwal yang telah di tentukan, makanya kalian semua yang sedang berada disini kalian harus tetap konsisten dan semangat juga jangan lupa kekompakan kalian akan di uji disini"Ucap Andre
Mika yang melihat dan mendengar ucapan andre pun semakin menjadi semangat karena merasa termotivasi dengan semangat andre yang andre tunjukan kepada rekan-rekan yang lain, meski sebenarnya Andre pun merasa lelah dan letih namun Andre tidak menunjukan itu semua.
"Oke kalau begitu kita harus semangat guys..semangat!"ucap mika memberikan semangatnya
Andre pun tersenyum tipis dan mengangguk ia sangat senang melihat mika yang begitu semangat dan tak lepas wajah cantik mika terlihat jelas di depannya, yang membuat jantung Andre berdegup kencang.
Sejujurnya sudah lama sekali Andre memperhatikan mika namun karena andre yang tidak percaya diri untuk berkenalan atau mendekati mika makanya ia selalu urung untuk itu, berbanding terbalik dengan dirinya yang jika menjadi pemimpin dalam kegiatan apapun Andre akan sangat percaya diri dan juga amanah jika dirinya di tunjuk sebagai ketua atau pemimpin.
Untuk masalah percintaan Andre memang bukan fakarnya, karena sedari dulu Andre belum pernah merasakan apa itu jatuh cinta apalagi menjalin hubungan.
Siapa sangka di balik sikap Andre yang ramah dan juga bisa tegas dalam memimpin rekan-rekannya yang lain itu, memiliki sisi yang tidak di ketahui oleh siapapun.
__ADS_1
Termasuk Wili sahabat dekatnya sendiri, tidak tahu sisi lain dari Andre, berbeda dengan wili meskipun wili memiliki sikap cuek dan terkesan jarang bicara namun wili memiliki tingkat percaya diri yang cukup tinggi, mau itu mendampingi andre menjadi pemimpin atau pun itu untuk masalah percintaan.
Dan itu yang membuat mika terpikat olehnya, meskipun begitu wili sama sekali belum ada niatan untuk menjalin kisah asmaranya sampai sekarang.
Baik Andre maupun Wili sedari dulu sama-sama enggan untuk memulai suatu hubungan, mereka berdua masih betah dengan masa lajangnya, mereka belum memikirkan untuk menjalin suatu hubungan dengan wanita mana pun, namun itu dulu untuk Andre berbeda dengan sekarang ternyata hatinya sudah bisa memilih siapa yang Andre inginkan.
Rasa ingin memiliki Mika semakin besar dan kuat, karena adanya kegiatan yang mengharuskan mereka bertemu setiap hari membuat perasaan Andre kian tak menentu.
Ia hanya bisa memendam rasa yang ia miliki untuk mika dengan begitu rapih tanpa orang lain tau.
Dan itu membuat dirinya tersiksa dari dalam, Andre bingung langkah apa yang akan ia lakukan untuk pertama kalinya mendekati mika lebih jauh, apa lagi ia harus menyaksikan bagaimana mika menaruh harap untuk wili sahabatnya membuat Andre semakin cemburu dan sakit hati.
Ia pun dengan berusaha menahan rasa sakit dan cemburu itu seolah-olah dirinya baik-baik saja.
"Mika tolong nanti kamu letakan ini di pojok sana ya"titah Andre membuyarkan hayalan mika terhadap wili
"Oh.. ia ka"jawab mika sambil tersenyum manis ke arah Andre.
Jantung andre pun tak bisa di kontrol"Astaga cantiknya mika kalau sedang senyum seperti itu"ucap Andre dalam hati.
Andre pun langsung pura-pura sibuk dengan apa yang ada di depannya untuk menutupi kegugupannya, mika pun berlalu dari sana.
__ADS_1
Tiba-tiba Wili datang dan mengagetkan Andre.
"Woy lu kenapa An?"tanya wili yang melihat gerak-gerik andre yang aneh menurutnya.
"Gua ga kenapa-napa ko"kilah andre mencoba untuk santai
"Yakin lo, ko gua ga yakin ya"ucap wili masih tidak percaya
"Ya gua yakin, sana lo beresin kerjaan lo ini masih banyak yang harus dikerjain"titah andre agar wili pergi dari hadapannya
"Oh ya udah kalau gitu, iya ini juga gua mau lanjut kerja"jawab wili berlalu
Andre pun dapat bernafas lega saat wili sudah pergi dari hadapannya, ia pun hanya menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandanganya pada mika yang jauh dari posisinya sekarang.
Sementara itu jauh dari kampus berada, Tasya yang masih kesal dengan apa yang terjadi memilih pergi ke club langganannya, di banding membantu teman-temannya yang sedang sibuk mati-matian mengerjakan tugasnya itu.
Sambil terus meminum minumannya, tasya meluapkan seluruh emosinya pada minuman beralkohol tersebut.
Namun tiba-tiba tasya tersenyum misterius lalu menegak habis minuman yang ada di gelasnya.
Bersambung...
__ADS_1