
Rey membawa bella ke kampus karena ada urusan mendadak yang harus ia selesaikan.
Sedangkan bella hanya menurut mengikuti kemana pun Rey pergi membawanya, tanpa menanyakan dengan jelas padahal jika ingin dia pun akan bertanya kepada Rey tanpa di minta namun ia memilih diam dan menurut.
Sesampai di kampus Rey pun langsung mengajak bella untuk masuk bersamanya, di perjalanan tak sengaja ia bertemu dengan teman-temannya.
"Bro baru datang?"Tanya Miko
"Iya nih gue lupa kalau harus ke kampus"Ujar Rey sambil terus menggenggam tangan Bella sedang ia hanya menunduk tidak melihat ke arah teman-teman Rey.
Mereka bertiga pun langsung saling pandang satu sama lain dengan penuh tanya dan penasaran, siapakah yang Rey genggam dan diajak ke kampus itu apalagi dia masih memakai seragam sekolah lagi.
Semenjak mengenal Bella, Rey memang tidak pernah mengenalkan Bella pada mereka, menurutnya ini belum saatnya yang tepat, jika waktunya memang sudah tepat pasti Rey akan memperkenalkan Bella kepada mereka.
"Bro?"Ujar Dimas menunjuk ke arah Bella dengan kode kepala
"Nanti gue kenalin dia, saat ini belum saatnya, gue harus ke kantor dekan ada perlu. Gue tinggal dulu"Elak Rey sambil berjalan meninggalkan mereka bertiga.
"Yah, payah lu Rey"Ujar Dimas kesal karena Rey tidak memperkenalkan Bella padanya dan juga pada yang lainnya.
"Gue penasaran siapa yang Rey gandeng tadi,cantik juga"Celetuk Miko
"Selera lo turun Ko!Ke anak SMA"Ejek Angga
"Rese lu angga!"Jawab Miko
"Ya kali selera lo turun"Sambungnya
"Terserah lo aja, yok ke kantin gue lapar pacar gue juga udah nungguin gue disana"Ujar Miko
Angga dan Dimas pun mengangguk, dan mereka bertiga pun pergi ke kantin sedangkan Rey menuju kantor dekan.
"Ka yang tadi ngobrol sama kakak siapa?"Tanya Bella
"Teman-teman kaka, kamu jangan terlalu akrab sama mereka ya,kaka ga suka!"Peringatan Rey untuk Bella
"Mau akrab gimana, aku aja belum kenal mereka, dasar aneh"Jawab Bella
"Hehe"Rey pun hanya tertawa
"Kaka mau ngapain ke sini?ngomong-ngomong Kampus kaka besar juga ya"Ujar Bella begitu takjub kampus Rey memang Kampus yang Elite.
Suasana di kampus Rey sedikit sepi karena ini memang waktunya jam mata kuliah di mulai, karena Rey tidak ada kelas hari ini makanya dia tidak ke kampus melainkan pergi ke kantornya.
"Kaka ada urusan sama dekan kampus, kamu gapapa tunggu kaka sebentar?"Tanya Rey
"Iya gapapa ko, santai aja"Jawab Bella
__ADS_1
"Kalau gitu kaka masuk dulu, kamu tunggu disini jangan kemana-mana!"Titah Rey
"Siap!"Jawab Bella tegas
"Good!"Ujar Rey sambil tersenyum lalu masuk kedalam kantor dekan
Selepas Rey masuk, Mariska yang melihat Bella yang terlihat asing pun menghampirinya.
"De mau daftar mahasiswa baru?"Tanya mariska yang sudah di depan Bella
"Ngga ka, saya lagi nunggu seseorang"Jawab Bella seadaanya
"Oh kirain mau daftar di kampus ini, kalau mau daftar aku bisa antar kamu ke ruang daftarnya"Ucap Mariska begitu pengertian ia belum tahu saja siapa Bella sebenarnya.
Jika ia mengetahui siapa Bella yang sebenarnya, mana mungkin dia sudi menawarkan hal semacam itu.
Namun jauh sebelum Mariska kenal Rey sifat Mariska memang tidak sejahat seperti sekarang, ia mahasiswa yang terbilang pintar dan juga baik namun memang terkesan sedikit sombong saja dan keras kepala.
"Kalau gitu kakak tinggal ya"Pamit Mariska pada Bella
"Iya ka silahkan"Jawab Bella dengan senyum manisnya
Mariska pun pergi meninggalkan Bella sendirian.
**
Keadaan di Ruang Dekan
"Karena kamu memang memiliki potensi ini dan kamu memang pantas mewakili kampus ini Rey, Bapak yakin sama kamu hanya 2 tahun Rey setelah itu kamu bisa pulang dan selesaikan wisuda kamu"Ucap Dekan kampus dengan panjang lebar
"Tapi saya sudah pernah menyarankan agar Dimas dan Miko saja yang berangkat tapi kenapa malah tetap saya yang harus pergi Pak!"
"Mereka tidak sebaik kamu Rey, apa yang kamu miliki dan kamu punya dalam diri kamu tidak dimiliki Miko dan Dimas"
"Kenapa kamu begitu menolak ini, ini sudah keputusan bersama dan semua setuju kamu yang pergi Rey"
"Tapi saya belum siap pak!"
"Saya yakin kamu siap dan kamu bisa"Kekeh Dekan
Rey semakin bingung dengan pembahasan ini, dan itu membuat kepalanya pusing.
"Saya minta waktu pak"
"Baik saya akan beri kamu waktu 3 bulan untuk menyiapkan diri kamu dengan matang"
"Baik pak kalau begitu saya permisi"Pamit Rey lalu keluar dari ruangan dekan.
__ADS_1
Bella yang mendengar pintu terbuka pun langsung menoleh kearah pintu lalu tersenyum.
Rey yang melihat senyuman bella pun merasa semakin bimbang dan bingung dengan apa yang harus ia pilih.
Bella yang melihat Rey murung pun bertanya-tanya apakah ada masalah pada dirinya.
"Apa kaka baik-baik saja?"Tanya bella
"Kaka baik-baik saja ko, ayo kita pergi dari sini"Jawab Rey langsung menggandeng tangan Bella menuju parkiran.
Bella masih bingung dengan keadaan saat ini, setelah keluar dari ruangan Dekan raut wajah Rey berubah drastis begitu kusut tidak bergairah.
Setiba di dalam mobil Bella pun menarik tangan Rey agar melihat ke arahnya.
"Apa ada masalah ka?"Tanya Bella sungguh-sungguh.
"Ngga ada ko, kaka baik-baik saja cuman sedikit pusing saja"Ucap Rey enggan memberitahu Bella apa yang terjadi,ia memilih bungkam.
"Yakin cuman pusing saja?"
Rey pun mengangguk, Bella pun menyentuh dahi Rey sedikit panas.
"Kalau begitu langsung pulang saja ka, kaka harus istirahat"Ujar Bella
Rey yang melihat Bella begitu perhatian dengannya merasa terharu dan bahagia.
"Tapi kamu belum makan, kita makan dulu habis itu kaka antar kamu pulang"
"Ngga usah ka, nanti kaka turunin aku di halte aja biar papah yang jemput"
"Ngga!"Tolak Rey
"Kenapa?"
"Kamu harus pulang sama kaka!"Tegas Rey
"Tapikan.."
"Kalau kamu begitu khawatir kita mampir ke apartemen kaka dulu, kita istirahat disana lalu habis itu kaka antar kamu pulang"Usul Rey Bella pun nampak menimbang tawaran Rey
"Ya sudah kalau begitu, tapi kaka istirahat ya"Ucap bella
"Iya kaka istirahat"
"Ya sudah kita ke apartemen kaka saja"Ucap Bella tanpa basa basi
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan mereka menuju apartemen yang Rey miliki, apartemen yang memiliki sejarah yang tidak terlupakan sampai kapan pun.
__ADS_1
Sejarah dan awal dimana mereka berdua menjadi kenal dan dekat seperti saat ini, meski pertemuan mereka di awali dengan hal yang begitu buruk namun takdir tidak ada yang tahu.
*.