SUAMI IDAMAN WANITA

SUAMI IDAMAN WANITA
BAGIAN 65


__ADS_3

Satu minggu berlalu...


Tak terasa waktu sudah 1 minggu berlalu, selama satu minggu penuh jasmine sudah mulai menyesuaikan dirinya yang tertinggal di kampus.


Kini ia tidak harus mengulang kembali semua pelajaran yang tertinggal karena ia sudah menyelesaikannya dengan cepat.


Adit sangat kagum dengan jasmine istri kecilnya itu, tidak hanya cantik dan mempesona jasmine juga memiliki otak yang sangat cerdas dan pintar, seperti dirinya.


Adit begitu bangga memiliki jasmine, sebagai wanita jasmine adalah paket komplit menurutnya.


*


Di kampus


Hari ini adalah jadwal mike untuk mengajar di kelas jasmine, ia sangat antusias dan bersemangat apa lagi ia akan bertemu sang pujaan hatinya.


Berbeda dengan jasmine, ia sebisa mungkin bersikap biasa seperti biasanya. Meski ia sedikit enggan mengikuti pelajaran mike namun pelajaran yang di pegang mike adalah salah satu pelajaran yang inti atau penting dalam jurusannya.


Mau tak mau jasmine harus mengenyampingkan egonya demi masa depannya.


Beberapa menit kemudian dengan gagah dan tampannya mike masuk ke dalam kelas, dengan penuh wibawa seorang dosen.


Sekilas mike memperhatikan jasmine yang sibuk dengan kegiatannya, ia pun tersenyum dalam hati.


"Cantik"puji mike dalam hati melihat penampilan jasmine saat ini


"Selamat siang semuanya"Sapa mike sambil menduduki kursinya


"Selamat siang pak"Jawab para mahasiswa dengan kompak


"Kita mulai pembelajaranya, diharap kepada mahasiswa yang sedang sibuk dengan urusan yang bukan pelajaran saya atau sangkut paut dengan saya di harap hanya fokus dalam pembelajaran saya yang akan berlangsung tidak dengan yang lain"ucap mike menyindir para mahasiswa tentunya untuk jasmine juga agar ia bisa fokus hanya kepadanya saat ini tidak ada yang lain.


"Baik pak.."jawab para mahasiswa dengan kompak mereka pun belajar dengan fokus dan tenang.


Dua jam pun sudah berlalu, akhirnya jasmine dapat bernafas lega pasalnya ia sudah tidak bisa fokus dengan materi yang di berikan mike, di setiap ada kesempaan mike selalu mencoba mendekatinya.

__ADS_1


Entah itu memintanya menjelaskan atau memintanya untuk menjawab petanyaannya.


Dulu saat jasmine belum tahu tentang perasaan mike padanya semua itu biasa baginya malah dia tiak canggung seperti sekarang, karena jasmine memang menganggap mike sama seperti dosen lainnya tidak lebih.


Namun semuanya sudah berbeda, dulu tatapan mata mike padanya masih biasa saja namun kini tatapan mike seakan terang-terangan menyiratkan bahwa ia sangat mendambakan dirinya.


Dan itu membuatnya tidak nyaman berada di dekat mike terlalu lama itu juga membuatnya risih.


Jasmine tahu tentang itu pasalnya bukan hanya mike saja yang memliki tatapan mata seperti itu laki-laki lain pun yang terang-terangan mengngungkapkan perasaannya pada jasmine tentu memiliki tatapan seperti itu.


Saat ini jasmine hanya perlu bersabar sedikit lagi, sebelum ia menggajukan percepatan kuliahnya ia ingin kuliahnya di percepat dan bisa lulus tahun ini juga.


Meski pun nanti ia akan sangat sibuk kedepannya dan juga tenaganya akan sangat amat terkuras juga itu tidak masalah baginya demi untuk kebaikan dirinya kedepannya jasmine harus berkorban.


Jasmine pun keluar dari kelas bersama rima dan mika, mereka akan pergi ke kantin karena perut jasmine sudah sangat lapar.


Mungkin ini panggilan dari calon babynya, minta segera diisi. Tidak heran lagi untuk jasmine karena memang semenjak ia tahu bahwa dirinya hamil ***** makan jasmine semakin meningkat dari biasanya dan itu jasmine rasakan sudah beberapa minggu yang lalu bukan hari ini saja.


Mereka bertiga pun duduk di kursi yang kosong setelah memesan makanan mereka.


"Apa yang mau kamu bicarakan jas, ko kaya serius amat"tanya mika


"Begini mik,rim sejujurnya aku udah planing dari lama untuk membuat keputusan ini hanya saja baru sekarang aku mantap dan yakin atas apa yang udah aku pikirkan"jelas jasmine berbelit belit


"Maksudnya planing apa jas, apa yang kamu udah pikirkan selama itu?"tanya rima bingung akan arah pembicaraan jasmine.


"Aku akan mengambil percepatan kuliah aku rim, mik aku akan mempercepat kuliah aku dan kalau semua nya lancar aku ingin lulus tahun ini"jelas jasmine membuat rima dan mika bengong


"What?!!"jawab rima dan mika bersama dengan perasaan kaget tentunya


Jasmine pun hanya memandang teman-temannya yang terilihat sangat kaget dengan keputusannya jasmimne pun sudah memprediksi bahwa teman-temannya akan seperti itu.


Mungkin yang rima dan mika pikirkan jika jasmine mengambil pecepatan kuliah mereka tidak akan bersama-sama lagi pastinya.


Apa lagi mimpi mereka dulu mereka ingin lulus sama-sama di tahun yang sama pula.

__ADS_1


"Apa kamu yakin?tapi apa alasannya kamu ingin mempercepat kuliah kamu jas itu akan sangat berat dan menguras tenaga juga apa kamu sanggup"tanya rima


"Ya aku sudah yakin, alasan aku mengambil keputusan itu karena suami dan papah aku butuh aku untuk membantu perusahaan mereka, meski mereka tidak meminta secara langsung padaku tapi aku tidak bisa melihat mereka selalu terlihat lelah sedangkan aku yang mampu membantu mereka tidak bertindak apa-apa"jelas jasmine


"Tapi kamu kan sedang hamil jas, apa tidak apa-apa?"tanya mika


"Ingsa allah aku akan baik-baik saja, lagi pula ada mas adit yang akan bantu aku kalian jangan khawatir"ucap jasmine sambil tersenyum agar rima dan mika tidak sedihh lagi


"Ya sudah jika itu keputusan kamu, kita hanya bisa menoakan agar semuanya berjalan dengan lancar jas"ucap rima lirih dan sedih


"Iya semoga kamu selalu sehat juga, ingat jangan terlalu memaksakan jika tidak sanggup"ucap mika


"Iya pasti, makasih ya kalian selalu dukung aku"ucap jasmine bahagia memiliki teman seperti rima dan mika yang masih setia dengannya.


"Jas.."panggil mika


"Iya ada apa mik?"tanya jasmine


"Apa setelah kamu memulai percepatan kuliah kamu, kamu akan meninggalkan kita?"tanya mika tiba-tiba


"Hah? bagaimana mungkin aku meninggalkan kalian kamu ada-ada saja mik"jawab jasmine


"Aku hanya takut kamu seperti tasya yang menjauhi kita begitu saja tanpa sebab, beda nya kamu sudah memberi tahu kita terlebih dahulu"jawab mika


"Tidak akan pernah dan tidak akan pernah terjadi, meskipun aku tidak lulus bersama kalian, kalian tetap akan menjadi teman, dan sahabat dekat ku mik"ucap jasmine penuh haru


"Benarkah?"tanya mika kembali


"Hem tentu kita masih akan berhubungan, jika pun nanti aku akan sibuk dengan duniaku aku akan sempatkan selalu berkumpul dengan kalian berdua"


"Terimakasih jas, kamu memang yang terbaik" ucap mika langsung memeluk jasmine erat begitu pun rima ia pun ikut memeluk kedua teman-temannya dengan lebeh erat seakan ia tak ingin pertemanan dan persahabatan mereka sirna sampai kapan pun.


Pelukan mereka pun terlepas setelah makanan yang tadi mereka pesan sudah datang, mereka pun berlanjut mengobrol dan bercerita satu sama lain tanpa beban sedikit pun.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2