
Setelah tasya mendapat kabar dari jasmine tentang ia bisa tinggal beberapa hari kedepan di apartemennya ia pun bergegas membereskan apa yang perlu ia butuhkan dan pergi meninggalkan rumahnya.
Tak berselang lama tasya pun sampai di apartemen jasmine dan memencet belnya..
Ting tong..
Suara bell berbunyi, mendengar bel berbunyi jasmine pun langsung membuka pintu siapa yang bertamu ke apartemennya.
"Tasya ternyata kamu"ucap jasmine saat tahu siapa yyang datang
"Maaf ya jas aku ngerepotin kamu"sendu tasya
"Ga papa ko sya, ayo masuk"ajak jasmine
Mereka pun masuk, adit yang sedang menonton pun hanya fokus pada tontonannya saja sebenarnya ia tau siapa yang datang karena jasmine berbicara sedikit keras maka dari itu tanpa adit bertanya ia sudah mengetahuinya.
Jasmine dan tasya pun memasuki apartemen, saat masuk pandangan tasya terfokus seseorang yang tengah asyik menonton, siapa lagi kalau bukan aditya.
Deg
Deg
Begitulah suara jantung tasya saat melihat adit tanpa mengedipkan matanya sama sekali melihat laki-laki yang begitu tanpan dan mempesona
"Gilaa gandeng banget ni laki"ucap tasya dalam hai
"Ehem"deheman jasmine saat melihat tasya yang hanya diam melihat aditya suaminya
"Eh maaf jas, siapa dia?"tunjuk tasya pada aditya
"Dia suami aku sya, ayo aku kenalkan sama kamu"ajak jasmine tasya pun hanya mengagguk
"Mas kenalin ini tasya teman aku, dan tasya kenalin ini mas aditt suami aku"ucap jasmine pada adit memperkenalkan tasya adit pun bangun dari duduknya dan hanya melihat pada tasya sekilas dan mengangguk
"Maaf sya"ucap jasmine tidak enak karena respon adit saat cuek
"Ga papa ko jas"ucap tasya memaklumi
__ADS_1
"Sayang aku ke ruang kerja dulu ya ada pekerjaan yang harus aku selesaikan"ucap adit pamit pada jasmine dan mengecup kening jasmine dengan mesra di depan tasya ia pun berlalu begitu saja.
"Maaf ya sya aku jadi ga enak sama kamu, suami aku emang kaya gitu sama orang yang baru di kenalnya sedikit cuek"jelas jasmine
"Ia tenang aja jas aku ga papa ko"jawab tasya
"Ya sudah kalau gitu aku antar ke kamar kamu ya"ajak jasmine melihat kamar yang akan di tempati tasya ia pun mengangguk
Jasmine pun membawa tasya ke kamar tamu yang ada di lantai satu, setelah sampai mereka berdua pun duduk di atas ranjang bersantai dan mengobrol banyak yang tasya tanyakan pada jasmine namun yang tasya tanyakan hanya seputar aditya saja.
"Gila jas suami kamu ganteng banget"kagum tasya
"Biasa tuh sya"
"Ngomog-ngomong ko bisa kamu menikah dengan mas adit?"tanya tasya penasran
"Kan aku sudah bilang aku di jodohkan tasya kamu mendadak amesia ya"ucap jasmine tasya pun hanya terkekeh
"Abisnya limitid sih hehe"
Tasya pun menceritakan masalah keluarganya pada jasmine dengan jelas dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Beberapa lama mereka mengobrol jasmine pun pamit pada tasya untuk menemui suaminya karena mereka sudah terlalu lama mengobrol, jasmine pun langsung menghampiri aditya tak lupa sebelum menuju ruang kerja jasmine membuatkan kopi hitam tanpa gula kesuakaan aditya, jasmine pun masuk ke ruang kerja aditya padangannya tertuju pada aditya yang sibuk dengan semua doumennya.
"Sayang masih sibuk?"tanya jasmine sambil meletakan kopi di dekat aditya
"Iya sayang, dan makasih kopinya"ucap adit tersenyum manis pada istrinya
Jasmine pun duduk di pangkuan adit tiba-tiba dengan saling berhadapan, adit yang melihat jasmine duduk tiba-tiba pun sedikit kaget lalu tersenyum.
"Kenapa istriku ini hemm, mas masih banyak pekerjaan loh"ucap adit gemas sambil mengusap rambut jasmine pelan
"Apa kamu ngga lelah mas?"tanya jasmine
"Lelah sih tapi mas harus segera selesaikan pekerjaan mas secepatnya"jelas adit
"Ya sudah kalau gitu, tapi aku mau temenin kamu boleh"pinta jasmine
__ADS_1
"Tentu tidak ada yang melarangnya sayangku"ucap adit sambil mengecup pipi jasmine
"Oke kalau gitu"ucap jasmine langsung memeluk leher aditya
"Sayang apa kamu tidak sadar dengan posisimu saat ini membuat aku gila aghh"ucap adit dalam hati dan frustasi juga
"Ugh"tanpa sengaja adit sedikit mendesah
"Mas kamu kenapa?"tanya jasmine poloos
"Ga papa ko syang,bukankah kamu mau menemani mas bekerja bisakah kamu turun sekrang dari pangkuan mas dulu"ucap adit
"Tapi aku ga mu turun mas"cemberut jasmine
"Mati aku"ucap adit dalam hatinya ia pun sekuat tenaga menahan sesuatu pada dirinya karena jika pekerjaan ini tidak penting ia bisa mengerjakannya nanti, namun sayang pekerjaannya kali ini sangat penting tidak bisa di tunda lagi.
"Baiklah kalau itu mau kamu tapi.."
"Tapi apa mas?"
"Beri aku ciuman"ucap aditya dengan senyum nakal
"Ish mesum!!!"ucap jasmine sambil memukul dada adit pelan namun ia tetap menuruti permintaan adit untuk meminta ciumn darinya.
Mereka pun berciuman cukup lama, serasa nafas keduanya sudah hampir habis mereka pun menyudahinya.
"Mas kerja dulu yaa"ucap aditya langsung melanjutkan pekerjaannya dengan jasmine di pangkuannya.
Sementara tasya yang sedang di kamarnya sedang memikirkan nasib jasmine yang tiba-tiba ia dikabarkan sudah menikah sedangkan selama ini jasmine sangat anti di dekati laki-laki mana pun.
"Beruntungnya kamu jas menikah dengan laki-laki seperti aditya, sudah tampan,gagah,seksi dan mapan pula beruntung banget tapi sayang datar cuek pula"ucap tasya mendeskripsikan suami jasmine
Saat sedang sibuk dengan pikirannya tiba-tiba kantuk mendatangi tasya dan tasya pun tertidur dengan sangat pulas.
Sementara aditya yang mati-matian menahan diri karena jasmine berada di atas pangkuannya tepat di bagian itu, membuatnya beberapa kali tidak fokus pada pekerjaannya, namun jasmine yang berada di pangkuannya hanya cuek malah sudah tertidur pulas tanpa beban sedikit pun.
Bersambung...
__ADS_1