
Jasmine menangis di pelukan mika dan rima, sebagai sahabat yang baik mereka pun menenangkan Jasmine.
"Sudah jangan menangis lagi, kasian loh baby dalam perut kamu nanti dia juga ikutan sedih liat mommy nya menangis seperti ini"Ucap mika khawatir
"Tapi, aku ga mau ini terjadi sama kalian, cukup aku yang tasya jauhi dan musuhi kalian sama sekali tidak punya salah apa pun"jawab Jasmine
"Dengar Jasmine, kita sama sekali idak keberatan jika memang si penghianat itu ikut memusuhi kita karena kita dekat dengan kamu"ucap rima
"Iya benar apa kata rima jas, kita ga keberatan sama sekali"timpal mika
"Itu hak dia sendiri, kita akan memilih bersama kamu Jasmine di banding dengan si penghianat itu, males banget!"ucap rima geram
"Apa lagi semuanya juga sudah terlanjur, si penghianat itu sudah mengibarkan bendera permusuhan sama kita, secara terang-teranganan!"timpal mika lagi
"Emang ga tahu diri dan ga tahu di untung ya dia, sudah di kasih hati malah minta jantung dasar!"ujar rima semakin geram
Mika pun mengangguk setuju dengan ucapan rima, ia pun mengepal kan tangannya seakan tasya ada di dalam genggamannya dengan penuh emosi.
"Kalian yakin tidak keberatan dengan semua itu?"tanya Jasmine sesegukan
"Ia kita yakin 100% malahan tidak keberatan sama sekali, kamu ga usah khawatir oke"jawab rima
"Itu benar apa kata rima, kamu ga usah khawatir kita akan selalu bersama dan akan tetap menjadi sahabat"ucap mika
Jasmine yang mendengar ucapan dari kedua sahabat nya itu pun merasa terharu, dan juga bahagia.
__ADS_1
"Terimakasih ya, kalian berdua memang sahabat terbaikku pokoknya"ucap Jasmine dan kembali memeluk mika dan rima dengan erat.
"Iya sama-sama"jawab mika dan rima bersamaan
Tak lama Jasmine pun melepaskan pelukannya dari mika dan rima, mereka bertiga pun kembali mengobrol seperti biasa dengan tenang.
Sambil berdiskusi tentang tugas yang diberikan andre pada mereka bertiga, dan melupakan masalah yang tadi dengan begitu saja.
Seolah-olah tidak terjadi apa pun di beberapa menit yang lalu, padahal sebelumnya mereka bertiga sempat merasakan emosi, dan juga sedih dalam bersamaan.
Namun itu lah Jasmine, mika dan rima selalu mencontoh perbuatan Jasmine yang baik, salah satunya selalu melupakan masalah tanpa harus memperpanjang masalah tersebut dan membiarkan itu semua dengan begitu saja.
Itu lah kebesaran hati Jasmine dari seribu kebaikan yang Jasmine miliki, maka tidak heran kalau mika dan rima lebih memilih persahabatannya dengan Jasmine di banding dengan tasya.
Jasmine hanya bisa mendoakan tasya, agar dia bisa kembali lagi kejalan yang benar dan menjadi tasya dengan versi dirinya yang lebih baik, seperti sebelumnya.
Dan tidak pernah mengusik kembali rumah tangga Jasmine bersama Aditya.
*
Setelah urusan Jasmine selesai di kampus, Jasmine pun menghubungin Aditya agar menjemputnya di kampus.
Percakapan Aditya❤️Jasmine📞
"Hallo mas"sapa Jasmine
__ADS_1
"Iya sayang kenapa?"tanya Aditya
"Aku sudah selesai di kampus, kamu bisa jemput aku sekarang"ucap Jasmine
Saat ini Aditya sedang berada di ruang rapat dan sedang memimpin rapat tersebut.
"Sekarang ya sayang?"tanya Aditya
Melihat kondisi Aditya yang sedang rapat dan rapat ini harus ia yang turun tangan sendiri, ia pun mengalah dan memilih untuk mengirim kan sopir untuk menjemput Jasmine.
"Sayang aku minta maaf sekarang aku sedang meminpin rapat, aku kirim sopir untuk menjemput kamu tidak apa-apakan?"tanya Aditya dengan hati-hati
"Oh kamu masih sibuk ya, ya sudah gapapa jemput sama pa Diman saja"jawab Jasmine
"Aku minta maaf ya, ya sudah nanti mas suruh pa Diman untuk menjemput kamu hati-hati di jalan ya"ucap Aditya
"Iya sayang pasti, maaf loh aku udah ganggu kamu"jawab Jasmine
"Ga masalah sayan, Kalau begitu mas tutup ya, dah sayang mas tunggu di kantor love you😘"Ucap Aditya
"Iya-iya sayang dah love you too😘"jawab Jasmine
Panggilan telpon pun berakhir..
Bersambung..
__ADS_1