
Andre pun masih memperhatikan tasya, lalu berpikir sejenak dan mendiskusikan kembali ide dari jasmine dengan wili.
Lalu wili pun yang tadi hanya diam saja dan hanya berdiskusi dengan andre membuka suaranya.
"Kalau masalah waktu bisa kita pergunakan dengan sebaik mungkin, tidak ada yang tidak mungkin jika kita mengerjakannya dengan serius dan penuh percaya diri"ujar wili memberikan komentarnya.
"Apa yang wili katakan benar, jangan permasalahkan waktu yang kita miliki, jika kalian mempunyai ide yang cukup bagus untuk kita diskusikn tolong berikan masukannya"ucap andre
Tasya yang mendengar jawaban dari wili dan andre pun kembali diam, tak lama rima pun mengangkat tangannya.
"Iya kamu, apa ada masukan?"tunjuk andre melihat rima mengangkat tangannya.
"Ka gimana kalau kita adain game berhadiah saja, dalam acara festival pasti akan banyak orang dari berbagai kalangan yang datangkan"ucap rima mengutarakan idenya
Namun lagi-lagi saat andre akan menjawab tasya memotongnya.
"Haha, yang benar saja kamu rim game berhadiah?game seperti apa yang kamu pikirkan untuk kita tampilakan! ada-ada saja, kamu itu mahasiswa rima bukan anak kemarin sore!"cecar tasya lagi
Rima yang mendengar ucapan tasya pun menunduk malu dengan perkataan tasya yang tasya lontarkan padanya.
__ADS_1
Andre yang melihat tasya selalu memotong ucapannya pun menjadi kesal.
"Cukup tasya, kita ini sedang diskusi bukan untuk mendengar kamu mencerca setiap ide yang rekan kamu berikan!"ucap andre dengan tegas
"Wajar saja jika pemikiran yang lain berbeda karena itu kita adakan diskusi ini, kamu sendiri mencerca ide yang lain apa kamu memiliki ide yang bagus!"ucap andre dengan sedikit tinggi
Sejujurnya andre sudah kesal dan emosi terhadap tasya namun posisinya sebagai senior harus di pertimbangkan, andre tidak ingin memberi contoh tidak baik kepada junior-juniornya maka dari itu ia harus sebijak mungkin dalam segala hal dan sikapnya.
Tasya pun terdiam membisu, mendengar ucapan andre. Ia di buat malu di depan semua orang, karena andre membela mantan teman-temannya.
Sejujurnya ini adalah pertama kalinya tasya bersikap seperti ini, namun apa boleh buat semuanya juga sudah terlanjur terjadi.
"Begitu dong, bukan hanya mencerca ide dari rekan kamu tapi kamu juga harus bisa memberikan masukan ide untuk kita"jawab andre setelah mendengar tasya mengutarakan idenya.
"Saya tampung dulu ide dari kamu, kita dengarkan apa yang lain masih memiliki ide"ucap andre
"Apa ada yang lain?"lanjut andre bertanya pada yang lainnya.
Semua orang pun menggelengkan kepalanya pertanda tidak ada masukan lagi.
__ADS_1
"Oke, kalau begitu saya simpulkan bahwa ada 4 ide yang akan di diskusikan kembali, Kepada kalian yang tadi sudah mengutarakan idenya, saya minta deskripsi konsep dan detailnya seperti apa yang kalian ide kan tadi, apa bisa?"tanya andre
"Bisa ka"jawab mereka bersamaan
"Kalau begitu, setelah semuanya selesai di susun, tolong serahkan kepada saya atau wili rekan saya besok! tidak ada penambahan hari untuk itu"tegas andre
"Apa kalian mengerti?!"
"Mengerti ka!"jawab mereka kompak
Setelah dirasa cukup, andre pun mengakhiri diskusi tersebut dan membersilahkan kepada rekan-rekan yang memiliki ide tadi yang di tunjuk segera mengusun konsepnya seperti apa, agar waktunya tidak terbuang sia-sia.
Jasmine, mika dan rima masih berda di dalam kelas, sedangkan yang lain sudah membubarkan diri entah pergi kemana.
"Aku heran deh sama si tasya ga ada angin, ga ada hujan tiba-tiba dia jauhin kita lalu musuhin kita"ucap rima terheran-heran
"Ia benar tuh, perasaan kita ga pernah punya masalah sama dia"ujar mika
Jasmine yang mendengar itu semua pun merasa amat bersalah kepada mika dan rima, karena dirinya lah tasya jadi ikut memusuhi mika dan rima yang sama sekali tidak bersalah.
__ADS_1
Bersambung..