SUAMI IDAMAN WANITA

SUAMI IDAMAN WANITA
BAGIAN 43


__ADS_3

Pagi pun datang, adit dan jasmine masih bergulung dengan selimbut mereka sambil berpelukan. Jasmine pun membuka matanya dan melihat adit masih tertidur ia pun mengecup bibir aditya pelan.


"Morning my hendsome"ucap jasmine pelan


"Morning too my littel wife"jawab adit tiba-tiba


"Udah bangun sayang, ayo mandi kamukan harus ke kantor"titah jasmine


"Hmm.. mandiin sayang"ucap adit manja


"Uduh manjanya.. ga inget sama umur"uucap jasmine sambil terkekeh


"Apa salahnya minta di mandiin sama istri sendiri ko"


"Iya iya ga salah ko kalau gitu aku siapkan dulu airnnya"ucap jasmine bangun dari tidurnya namun di tahan oleh adit


"Ada apa sayang"tanya jasmine namun adit malah memanyunkan bibirnya jasmine yang seakan mengerti maksud suaminya itu pun langsung mencium adit, saat akan di lepas lagi-lagi adit menahan malah memperdalam ciumannya.


Saat ciuman itu terlepas jasmne pun langsung cemberut malu, ia malu karena belum menggosok gigi tapi adit malah sudah menciumnya seperti itu.


"Manis"ucap adit sambil tersenyum


"Manis dari mana"ucap jasmine cemberut


"Ko cemberut sih"ucap adit sambil mendudukan jasmine di pangkuannya


"Akukan malu belum gosok gigi, terus kamu bilang manis manis dari mana"jawab jasmine


"Aku memang ga bohong sayang, bibir kamu memang manis"jujur aditya karena memang benar bibir jasmine manis


"Bohong"kekeh jasmine


"Beneran sayang, apa mau di coba lagi"ucap adit menggoda jasmine


"NGGA!"tolak jasmine cepat


"Ko ngga kan ga percaya, ayo kita coba lagi"goda adit lagi namun jasmine tiba-tiba bangkit dari pangkuan adit


"Aku mau siapin dulu air buat kamu mandi, nanti kamu terlambat ke kantor"ucap jasmine langsung pergi ke kamar mandi adit pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepanya


Begitulah hal rutin yang terjadi di pagi hari adit akan selalu meminta morning kissnya, dan menggoda jasmine itu membuat harinya sangat manis dan berwarna.


Kini adit sudah siap dengan setelan kantornya, dan jasmine sedang memasangkan dasi di leher adit karena adit memang sangat tinggi maka jasmine melakukannya dengan dengan berjinjit, atau adit yang menundukan kepalanya atau juga jasmine menaiki tempat tidurnya tergantung moodnya bagaimana.


"Mas nanti makan siang mau disini apa di kantor"tanya jasmine disela memasangkan dasi pada adit


"Bagaimana kalau kamu saja yang ke kanto"usul adit


"Oke nanti aku ke kantor bawa makan siang, kamu mau di bawain makan apa?"tanya jasmine lagi


"Hmm.. apa kamu bisa masak bistik, mas pengen makan bistik nantik"pinta adit


"Tentu nanti aku masakin kamu bistik yang enak"


"Makasih ya sayang, aku tunggu kamu nanti siang di kantor"ucap adit sambil mengecup kening jasmine

__ADS_1


Setelah semuanya siap adit dan jasmine pun turun ke bawah untuk sarapan, jasmine berniat untuk membuat sarapan setelah siap membantu adit bersiap karena ia ingin membuat roti panggang untuk adit.


Namun saat sampai di meja makan jasmine dan adit melihat meja itu sudah tersiap sarapan pagi untuk mereka, dan benar tasyalah yang membuat sarapan itu.


"Eh kalian sudah turun"ucap tasya sambil meletakkan susu di meja makan


"Iya sya, kau yang bikin sarapa ini sya?"tanya jasmine


"Iya jas, abisnya aku ga enak numpang disini ga ngelakuin apa-apa"jawab tasya lalu melirik adit dalam hati tasya"TAMPAN" .


"Ga usah repot-repot begini sya aku kan jadi ga enak sama kamu"


"Ga usah di pikirkan aku duduk, kita sarapan"ajak tasya lalu meletakkan susu di dekat aditya


"Sayang tolong buatkan teh buat mas"ucap adit saat memduduki kursi


"Iyaa mas"jawab jasmine


"Biar aku aja jas"ucap tasya mencegah jasmine


"Biarkan istriku yang membuatnya, kamu tidak tau seleraku"ucap adit pada tasya lalu


"Sayang tolong ya"pinta adit pada jasmine sambil tersenyum


"Benar sya yang di bilang mas adit, aku saja yang buatkan"ucap jasmine lalu pegi menyiapkan teh untuk aditya


Tasya pun mengangguk lalu duduk di kursinya, ia melirik adit yang sibuk dengan ponselnya lalu ia melirik susu yang ada disampingnya,


Tak lama jasmine punn meletakan teh pesanan adit di sampinya, adit pun menoleh dan tersenyum.


Saat tengah memakan sarapan yang di siapkan tasya ia pun melirik jasmine yang sarapan dengan tenang lalu melirik aditya yang sama sarapan dengan tenang.


"Bagaimana jas sarapannya nya?"tanya tasya memecahkan keheningan di meja makan itu


Jasmine pun menoleh pada tasya


"Enak ko sya, iya kan mas"ucap jasmine sambil melirik aditya , adit pun melirik jasmine


"Iya sarapannya enak"jawab adit datar


Tasya yang mendapat pujian dari adit pun entah mengapa merasa sangat senang meskipun adit menjawab dengan muka datarnya tapi tetap membuat tasya senang.


"Kalau begitu setiap sarapan aku yang akan siapkan"ucap tasya sambil tersenyum amnis


"Tidak usah biarkan istri saya saja yang menyiapkan itu"jawab adit langsung


"Tapi ga papa ko mas, lagian aku ga enak menginap disini tidak melakukan apa-apa"kekeh tasya


"Benar yang di ucapkan mas adit sya biar aku saja yang menyiapkan sarapan, kamu kan tamu disni"ucap jasmine menimpal


"T-api.."belum sempat tasya melanjutkan ucapannya adit pun langsung meletakan sendok yang ia pakai sedikit keras di piring


"Saya tidak suka kalau sedang berada di meja makan banyak mengobrol, apa kamu tidak di ajarkan orang tua kamu tatarama saat di meja makan dan saat makan bersama orang lain"ucap aditya dingin itu membuat tasya takut


"Mas sudah jangan seperti itu"ucap jasmine menenangkan aditya yang sedang marah

__ADS_1


Jasmine tau aditya sangat tidak suka kalau saat meraka makan banyak mengobrol karena itu membuat moodnya tidak baik, maka dari itu jasmine dan adit selalu makan dengan keadaan yang tenang dan akan mengobrol saat makan sudah selesai itulah kebiasaannya.


Namun saat ini jasmine memaklumi tasya, karena setiap manusia berbeda dalam setiap kebiasannya. Tasya belum mengetahui aturan di dalam keluarga jasmine dan aditya maka dari itu ia melakukannya, tasya yang mendengar adit marah pun hanya diam tanpa mennjawab.


"Maaf ya sya, kamu lanjutkan saja sarapannya"titah jasmine tasya pun mengangguk


Mereka pun melanjutkan sarapan dengan tenang, meski wajah adit yang sedang marah terukir disana, jasmine akan berbicara nanti setelah sarapan selesai.


"Sayang mas sudah selesai"ucap aditya


"Iya mas , ayo aku antar sampai depan"jawab jasmine


"Ayo"ucap aditya merangkul jasmine lalu pergi tanpa berpamitan ada tasya,


Setelah mengantarkan aditya sampai pintu apartemen, jasmine pun kembali ke meja makan lalu duduk di samping tasya yang masih terdiam.


"Sya aku minta maaf atas perlakuan suami aku pada kamu, mas adit memang seperti itu sifatnya memang dingin dan tegas kalau menyangkut orang asing baginya. Aku harap kamu memakluminya"jelas jasmine


"Aku ga papa ko jas, aku maklum hanya saja sifatnya yang seperti itu aku masih sedikit sakit hati.."ucap tasya


"Wajar kamu sakit hati, sifat mas adit memang seperti itu dulu saat kita petama ketemu wajah mas adit malah lebih dari itu, dingin datar pokonya nyeremin"


"Terus kenapa kamu mau menerima perjodohan itu?"tanya tasya


"Karena aku ga mau mama sama papa kecewa sya sama aku, maka dari itu aku memantapkan diriku untuk menerimanya dan tanpa di duka mas adit yang lebih dulu menyetujuinya aku juga awalnya kaget karena aku pikir dia menolaknya karena dari wajahnya saja terlihat tidak ada ketertarikan sama aku"


"Benarkah seperti itu, tapi sekarang aku lihat mas adit tidak ada datar datarnya sama kamu jas malah lebih hangat"jawab tasya


"Kamu tidak tau aja dulu, saat jadwal pernikahan kita sudah di tetapkan di hari itu mas adit sama sekali tidak pernah menghubungiku, apalagi mencoba untuk mengenalku lebih dulu pokonya kita belum mengenal lebih saat akan menikah dulu"


"Terus kenapa sekarang kelihatannya kalian sangat saling mencintai, bahkan ketika mendengar cerita kamu aku sempat ga pecaya"


"Aku juga ga tau sya, saat mas adit mengucapkan ijbab qobul bersama papah aku sangat tersentuh mas adit bahkan mengucapkanya dengan hanya satu tarikan nafas saja dan itu membuat aku meyakinkan diriku bahwa mas adit adalah jodohku dan aku berjanji pada diriku bahwa aku akan menjadi istri yang baik untuk mas adit dan akan selalu menjaga rumah tanggaku dengan baikk, dan saat acara pernikahan kita sudah selesai mas adit bilang padaku bahwa dia tidak ingin pernikahan yang sudah ia jalankan berakhir begitu saja, maka dari itu perlahan-lahan mas adit mengubah sifatnya yang dulu lebih perhatian dan hangat ia juga sudah mengakui perasaannya sama aku saat pernikahan kita usianya baru beberapa hari"


"Benarkah secepat itu, dan apakah kamu sudah mencintai mas adit saat pernikahan kamu berlangsung?"tanya tasya jasmine pun menggelengkan kepalanya


"Lalu kapan kamu mulai mencintai mas adit?"


"Aku lupa tepat kapannya yang jelas saat itu usia pernikahanku kurang dari 1 bulan"


"Secepat itu jas"


"Aku juga ga tau mungkin memang takdirnya sudah begitu, dan sekarang hubungan aku dengan mas adit sudah jauh lebih dekat"


"Beruntung sekali ya kamu jas, belum sama sekali mengenal laki-laki sekali kenal langsung di ajak menikah dan langsung saling mencintai pula"ucap tasya


"Semua sudah ada yang mengatur sya, kamu juga nanti akan dapat laki-laki yang kamu mau"ucap jasmine


"Semoga saja aku juga sangat iri melihat kalian"


"Jadi apakah kamu tidak marah sekarang?"tanya jasmine dan tasya pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada jasmine


Jasmine pun merasa lega karena tasya dapat memaafkan suaminya itu, mereka pun mengobrol bersama dengan santai di sana.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2