
Selepas jasmine meninggalkan mike disana sendiri, mike hanya bisa melihat punggung jasmnie sampai benar-benar menghilang dari pandangannya. Ia pun bingung dengan perasaannya, ia tidak terima bahwa jasmine sudah di miliki orang lain bahkan sampai menikah itu sangat mengganggu pikirannya.
Karena waktu menunjukan untuk mike kembali ke kampus ia pun pergi ke kampus dengan suasana hati yang buruk.
Di perjalanan perasaan jasmine sedikit lega bebannya satu persatu hilang tinggal menunggu kapan ia dan aditya akan berbaikan, ia pun memilih untuk tidak ke kampus untuk sementar waktu, namun saat setengah perjalanan menuju apartemen tiba-tiba kepalanya mendadak pusing kembali ia pun menahannya sampai ia tiba di apartemen
"Kenapa akhir-akhir ini kepalaku selalu pusing"ucap jasmine ketika memasuki apartemen
Ia melihat ke arah meja makan sarapan yang ia buat untuk adit ternyata sudah abis jasmine pun tersenyum senang dan membersihkan sisa piring kotor ke dapur lalu pergi ke kamarnya.
"Bagaimana memulai berbicara pada mas adit, bertatapanya saja aku masih takut"lirih jasmine
"Aghh!! kepalaku pusing kembali padahal hari ini aku tidak melakukan hal yang berat dan melelahkan"ucap jasmine membaringkan tubuhnya ia pun memejamkan matanya lalu tertidur
Di Kantor
"Bagaimana apa jasmine sudah menemuinya?"tanya aditya pada suruhannya
"...."
"Apa yang jasmine katakan?"
"..."
"Benarkah jasmine melakukan itu, aghs sial seharusnya aku mendengarkan penjelasannya terlebih dulu sebelum aku memakinya"sesal aditya
"..."
"Baiklah kerja yang bagus untuk hai ini, tapi kemana jasmine sekarang?"tanya aditya
"..."
"Oke kau bisa istirahat untuk beberapa hari kedepan"ucap adit sambungan pun terputus
"Sayang mafkan aku, aku benar-benar menyesal telah membntakmu"penyesalan aditya
Adit pun mengambil kunci mobilnya berniat untuk meminta maaf pada jasmine hari itu juga, ia pun menyusul jasmine ke apartemen karena menurut suruhannya jasmine tidak masuk kelas dan pulang ke apartemen.
Tak lama adit pun sampai dan mencari jasmine ke kamar, ia pun bergegas sampai di kamar ia melihat jasmine yang sedang tertidur pulas. Adit pun berjongkok di samping jasmine dan mengelus pipinya dengan lembut.
"Sayang aku minta maaf sudah tidak percaya sama kamu"lirih aditya merasa tidurnya terganggu jasmine pun bangun dan melihat aditya yang tengah menatapnya
"Mas kamu sudah pulang?"tanya jasmine dengan suara lemah
"Sayang apa kamu sakit?"adit tidak menjawab malah balik menanyakan kadan jasmine yang terlihat lemah
"Aku ga papa ko mas, cuma pusing saja"ucap jasmine
"Benarkah? apa kita pergi ke dokter saja"tawar adit jasmine pun menggelengkan kepalanya
"Tidak usah istirahat saja sudah cukup mas"tolak jasmine jasmine pun bangkit dari tidurnya menyenderkan tubuhnya dan menepuk sebelah tempat tidur agar adit duduk di sampingnya adit pun mengerti maksud jasmine dan langsung duduk disana.
"Apa kamu yakin sayang tidak mau ke dokter?"tanya adit lagi cemas melihat jasmine yang pucat
"Iya mas aku ga papah ko, apa mas sudah tidak marah sama aku?"tanya jasmine
"Aku sudah tidak marah, malahan sekarang mas merasa bersalah sudah membentak kamu kemarin"tunduk adit saat selesai bicara
"Aku tau mas kamu pasti takut aku menghianati kamu, aku maklum itu dan aku cuma mau bilang aku sudah tidak lagi menjadi asisten dosen untuknya dan memutuskan hubungan dengannya maafkan aku mas yang sempat tidak percaya bahwa dia benar menyukaiku"jelas jasmine
"Ia aku sudah tau semuanya sayang tanpa kamu bilang aku sudah tau"ucap adit langsung memeluk jasmine erat
"Kenapa aku tidak pernah sadar selalu di awasi oleh kamu mas"kekeh jasmine
__ADS_1
"Aku hanya ingin menjaga kamu agar kamu baik-baik saja apalagi banyak laki-laki di luaran sana yang menyukaimu"
"Kamu ga usah khawatir meskipun banyak laki-laki diluaran sana yang lebih dari kamu aku tetap memilih kamu sampai akhir hayatku"ucap jasmine
"Terimakasih syang terimaksih, karena kamu sudah mau meneima aku yang pemarah ini aku sayang mencintai kamu"ucap aditya melepaskan pelukannya dan..
Cup
Cup
Adit mencium kening dan bibir jasmine sekilas, jasminie pun membalasnya.
"Aku lebih-lebih mencintai kamu sayang"ucap jasmine
"Apa kepala kamu masih pusig sayang?"tanya aditya jasmine pun mengangguk
"Ya sudah ayo aku temani kamu istirahat"ajak aditya merebahkan tubuhnya
"Memangnya kamu tidak ada kerjaan di kantor mas, ini kan masih jam kantor"
"Kamu ga usah pikirin itu, aku kan bos nya"ucap adit sombong menarik tubuh jasmine agar tertidur di sampinnya
"Tidurlah sayang.."titah aditya melihat jasmine masih memperhatikannya
"Sejujurnya dari tadi aku mikirin bagaimana caranya aku bicara sama kamu, ngeliat kamu kemarin marah besar sama aku"
"Apa kamu takut sayang?"tanya aditya
"Hmm... wanita mana yang tidak takut di betak seperti itu"cembertut jasmine adit pun langsung mencium bibir jasmine
"Maafkan aku sayang, aku janji tidak akan membentakmu lagi semarah apapun aku nanti"janji aditya
"Janji"
Mereka pun tertidur dengan saling berpelukan semua masalah telah terselesaikan dan itu membuat jasmine dan adit merasa tenang, hubungannya kembali membaik dengan jasmine.
*
2 jam mereka tertidur lelap namun tiba-tiba jasmine merasakan perutnya tidak nyaman ia pun bergegas pergi ke kamar mandi untuk memuntahkannya, aditya yang mlihat jasmine tiba-tiba ke kamar mandi pun merasa khawatir ia pun menyusul nya.
uweukk
uweukk
uweukk
"Sayang kamu kanapa?"tanya adit sambil memijit leher belakang jasmine jasmine pun hanya menggelengkan kepalanya dan terus mengeluarkan isi perutnya meski hanya cairan saja yang keluar.
"Apa kita kedokter saja sayang"ucap adit makin khawatir
"Aku ga papa ko mas mungkin masuk angin saja"ucap jasmine setelah membersihkan mulutnya
Mereka pun kembali ke tempat tidur, jasmine yang melihat adit masih memakai pakaian kantor memutuskan untuk mengambil baju ganti untukknya.
"Kamu mau kemana syang?"tanya adit ketika jasmine pergi
"Aku mau ambilkan baju ganti untuk kamu sayang"ucap jasmine
"Ohh baiklah"ucap adit jasmine pun pergi mengambil baju untuk adit
Saat memilih baju untuk aditya jasmine tak sengaja melihat stok pembalut miliknya belum terpakai sama sekali ia pun merasa heran, dan kembali mencari baju ganti untuk aditya.
Setelah menemukan baju dan celana untuk adit iapun kembali menghampiri aditya yang menunggunya.
__ADS_1
"Sayang sini aku bantu gantiin bajunya"tawar jasmine
"Baiklah sesuka kamu saja sayang.."jawab aditya tersenyum
Jasmine pun mulai membuka kancing aditya dengan pelahan dan melepaskan kemejanya, melihat jasmine yang pelan-pelan membuka kemejanya membuat ia gemas sendiri. Ia pun menarik jasmine agar lebih merapat pada tubuhnya yang tanpa pakaian itu.
"Mass..."rengek jasmine karena tiba-tiba adit menariknya
"Sayang kamu menggemaskan sekali"ucap adit langsung menarik dagu jasmine dan menciumnya dengan lama
Merasa sudah kehabisan nafas jasmine pun memukul dada adit pelan adit pun melepaskan ciumannya.
"Manis"ucap adit sambil menyeka sisa ciumannya jasmine pun tersipu malu
Jasmine pun memakaikan kembali baju untuk aditya setelah selesai ia pun beralih ke aah celana sujujurnya dia ragu dan gugup hingga akhirnya.
"Nih mas yang satu ini kamu pakai sendiri saja"ucap jasmine menyerahkan celana untuk adit
"Loh kenapa tadi kamu bilang mau bantu aku menggantinya"ucap adit sambil tersenyum nakal
"Aku kan cuma bilang baju ya bukan semuanya"ngeles jasmine
"Tapi aku pengen semuanya kamu yang pakaikan"kekeh aditya
"Ga mau kamu pake aja sendiri"tolak jasmine
"Iya-iya deh"ucap adit mengalah ia pun langsung membuka celana yang ia pakai begitu saja di hadapan jasmine, jasmine pun hanya melongo melihat itu meski tidak semua yang dilepas tapi itu membuat jasmine malu.
Dan dengan santainya adit memakai celana yang di bawa jasmine untuknya di hadapannya, seditik kemudia jasmine pun baru tersadar dari terkejutannya.
"Ish massss..."teriak jasmine menutup wajahnya
"Telat sayang harusnya detik pertama kamu berteriak haha"kekeh adit lalu melepaskan tangan jasmine yang menutupi wajahnya
"Kamu ga malu memangnya"tanya jasmine
"Kenapa mesti malu kita sudah sering melihatnya satu sama lain bukan"jawab jasmine
"Tapikan tetap saja, aghh sudahlah jangan di bahas"ucap jasmine aditpun hanya tertawa melihat ekspresi istrinya itu
"Mas aku lapar"ucap jasmine pelan saat mereka sudah duduk di tempat tidur adit pun melihat ke arah jam masih belum jam makan siang
"Tumben kamu lapar jam segini, jangan-jangan kamu tidak sarapn tadi?"tanya adit langsung membulatkan matanya
"Aku tidak sempat, karena terburu-buru"
"Ya ampun sayang, ya sudah aku buatkan makanan kamu mau makan apa?"tanya adit
"Aku ingin sapageti chesee"jawab jasmine sambil tersenyum manis
"Baiklah mas buatkan dulu ya, mau tunggu di sini apa ikut ke dapur"
"Ikut.."
"Ayoo"ucap adit bangkit dari duduknya
"Gendong"rengek jasmine manja aditpun hanya menggelengkan kepalanya gemas
"Manjanya"ucap adit sambil menggendong jasmine dari depan jamsine pun meetakkan kepalanya di bahu aditya
Mereka pun ke dapur bersama dengan jasmine yang ada di gendongan aditya, aditya yang terus tersenyum bahagia bisa bermersaan kembali dengan istrinya setelah beberapa hari lalu bertengkar.
Bersambung...
__ADS_1