
Sementara itu di Gedung seni...
Andre dan Wily berkeliling mengontrol dan mengecek semua persiapan.
"Kayanya semua sudah 100% deh"Ucap Wily pada andre
"Syukur deh kalau semua nya sudah 100%"Jawab Andre
Mata Andre tak lepas memperhatikan Mika yang sedang duduk di ujung ruangan bersama Rima dan juga beberapa orang lainnya.
Hati kecil Andre sangat ingin menghampiri Mika namun ia tidak memiliki keberanian sebesar itu.
Ia hanya mampu memperhatikan dalam diam, Wily tak sengaja melihat Andre yang sedang menatap kearah Mika begitu intens.
"Samperin aja bro"ujar Wily sambil menyiku Andre
"Hah,E.. samperin siapa?"Jawab Andre pura-pura tidak mengerti dan sedikit gagap
"Ya samperin dialah"Jawab Wily
Sambil menunjuk ke arah Mika dan Rima
Sejujur nya Wily belum tau pasti siapa yang Andre perhatikan Mika kah atau Rima, atau bisa juga wanita lain karena di sana bukan hanya Mika dan Rima ada beberapa wanita di sana juga.
"Ngaco lu Wil, nyamperin siapa coba gua cuma mengecek ulang keadaan di sana"Elak Andre dengan santai dan memberi alasan yang masuk akal
"Iya kali lu mau nyamperin cewe yang ada di sana"Jawab Wily santai
"Gua kira semuanya udah beres, kita ke aula sekarang acara sebentar lagi di mulai"Ajak Andre pada Wily mencoba mengalihkan obrolan Wily.
Wily pun hanya bisa mengiyakan ajakan Andre, dan membuntutinya.
**
Sementara itu di tempat lain Tasya dan seseorang pria tak di kenal sedang berbicara serius.
"Pokonya lo harus bener-bener buat dia trauma dan buat semua orang benci dia!"Ucap Tasya begitu sinis
"Oke siap, asal bayarannya sesuai aja lu ga usah khawatir semua kerjaan yang kita sepakati sesuai harga"Ucap pria itu begitu yakin
"Soal bayaran lu ga usah khawatir gua udah transfer semuanya sisanya liat kinerja lu kalau sukses gua bayar 2 kali lipat"Jawab Tasya dengan tegas
"Oke sip deh"ujar pria itu
"Gua tunggu kabar baik dari lu"Ucap Tasya lalu berlalu dari sana dengan senyum penuh arti.
Pria yang tadi pun pergi dari sana dan ikut berbaur dengan yang lainnya, seakan dirinya ingin menikmati acara festival hari ini.
"Jasmine nikmatilah hari terakhir kebahagian mu, dan bersiaplah menerima takdir bahwa Aditya akan menjadi milikku dan bukan lagi milik kamu!"Gumam Tasya begitu bahagia dan juga geram secara bersamaan.
Dengan penuh percaya diri Tasya pun melangkah kakinya ke gedung aula kampus, karena acara pembukaan dan penyambutan akan di laksanakan.
Kembali ke aula kampus
__ADS_1
Dari hari kemarin sejujurnya perasaan Adit tidak menentu, hatinya begitu gelisah entah apa yang membuat hatinya gelisah ia pun tak mengerti ia pikir itu hanya perasaannya saja, maka dari itu ia seolah mengabaikan rasa gelisah nya di hadapan istrinya.
"Semoga saja ini hanya perasaan ku saja"Ujar Aditya
Jasmine yang mendengar gumaman Aditya namun tak jelas itu pun menoleh ke arah Adit.
"Apa yang kamu ucapkan tadi mas, aku ga dengar maaf"Ucap Jasmine
"Engga ko sayang, bukan apa-apa"Jawab adit pelan
"Yakin mas, aku tadi dengar kamu bicara tapi aku ga dengar kamu bicara apa"Tanya Jasmine lagi
"Iya benar sayang, aku ga bilang apa-apa mungkin hanya perasaan kamu saja"Ucap Aditya sedikit mengelak
"Yasudah kalau begitu mas"Ucap Jasmine akhirnya tak bertanya lagi
Namun perasaan Adit semakin tak menentu ia pun berpasrah kepada tuhan dan berdoa, agar acara hari ini bisa berjalan dengan lancar.
**
"Mah ko bang bima ga datang?"Tanya Jasmine pada Qila
"Abang mu lagi perjalanan dinas keluar kota sayang, karena papah ga bisa ke luar kota untuk saat ini makanya abang mu yang wakilkan"Jelas Qila
"Emang udal lama mah di sana, udah lama Jasmine belum ketemu abang"Keluh Jasmine
"Lumayan sayang, kan mamah waktu itu pernah bilang sama kamu, apa kamu lupa"Ujar Qila
"Dari saat itu abang belum pulang"ucap Jasmine
Qila pun mengangguk, lalu Brata menambahkan
"Kalau urusan di sana beres pasti abang kamu pulang sayang, kamu ga usah khawatir nanti papah suruh abang mu temui kamu pertama kali jika sudah sampai rumah"ucap Brata menenangkan perasaan jasmine ia sangat tau bahwa jasmine saat ini sedang merindukan Bima abangnya.
Adit yang hanya menjadi pendengar pun sedikit cemburu karena mendengar istrinya yang manja sedang merindukan laki-laki lain selain dirinya meskipun itu abangnya, mungkin itu bawaan bayi itu pikiran Adit saat ini Adit mencoba bersabar untuk itu.
"Iya pah, ga tau kenapa Jasmine ingin ketemu bang bima"Ujar Jasmine sambil mengusap perutnya
"Mungkin baby yang ingin ketemu uncle nya"Ucap Qila menjawab ucapan jasmine sambil berbisik
Jasmine pun mengangguk dengan wajah sedih.
"Sabar ya nanti uncle kamu pulang"Bisik Qila lagi sambil mengelus perut nya
"Iya sabar ya sayang"Timpal Brata sambil mengelus kepala Jasmine dengan sayang.
Tak lama Rima dan Mika baru masuk ke gedung aula, di sana ia melihat Jasmine yang sedang berkumpul dengan keluarganya mereka pun menghampirinya.
"Halo om, tante, mas adit"sapa mika dan rima berbarengan sambil menyalami satu persatu
Brata dan Adit hanya tersenyum ramah dan menjawab seadanya berbeda dengan Qila.
"Eh sayang ia halo, apa kabar kalian ya ampun?"Tanya Qila girang melihat teman" Jasmine
__ADS_1
"Kabar kami berdua baik tante"Jawab rima
"Iya kabar kami baik tan"Timpal Mika
"Syukur deh kalau begitu"ucap Qila begitu ramah
"Gimana kabar tante, kita udah lama ga ketemu ya tan"Ucap Rima
"Sama kabar tante juga baik, kalian bisa lihat sendiri kan"Jawab Qila sambil menunjukan badannya yang sehat bugar.
"Alhamdulilah kalau tante baik, ia tante makin cantik aja"Puji Mika
"Kalian juga cantik-cantik sekali lebih cantik berkali-kali lipat pokonya"Puji Qila melihat penampilan Mika dan Rima.
"Ah tante bisa saja, suka minder deh di bilang cantik sama yang lebih cantik"Canda Mika tersipu
"Iya tante bisa saja, tante jauh lebih cantik"Ujar Rima tersipu juga mendengar Qila memuji dirinya.
"Ngomong-ngomong mamah dan papah kalian dimana? sudah datang kan"Tanya Qila
"Mamah sama papah kita di sebelah sana tan ini kita juga mau ke sana sekalian lewat tadi ga senagaja ketemu tante dan om makanya kita kesini dulu"Jelas Rima
"Yah lumayan jauh ya, padahal tante ingin ngobrol banyak sama orang tua kalian"Ujar Qila sedih melihat tempat duduk orang tua Mika dan rima begitu jauh dari tempat duduk yang ia tempati.
"Iya tan, nanti kita bicara sama mamah dan papah kalau tante ingin ketemu"jawab mika
"Kalau begitu terimakasih ya sayang, tante tunggu. Eh tunggu ngomong-ngomong dimana teman kalian satu lagi setahu tante kalian berempat kan?"Tanya Qila tiba-tiba
Karena Qila dan Brata tidak mengetahui masalah yang di hadapi jasmine makanya wajar jika qila menanyakan Tasya, yang setahunya mereka selalu bersama-sama.
"Eh maksud tante Tasya"Jawab Mika hati-hati
"Oh iya Tasya, kemana dia tumben kalian ngga barengan?"Tanya qila
"Tasya lagi sibuk tante, kita juga belum ketemu"Ucap Rima memberi alasan klasik nya
"Oh begitu ya padahal tante juga ingin ketemu sama Tasya, ya sudah kalau begitu lain kali saja"Ujar Qila
"Iya tante, kalau begitu kita permisi dulu takut mamah sama papah nunggu lama"Pamit Rima
"Iya tan nanti kita ngobrol lagi, kita pamit dulu"Pamit Mika
"Iya mah kasian orang tua mereka pasti nungguin lama"timpal jasmine
"Loh ko buru-buru sekali"Jawab qila heran
Namun Mereka pamit kepada keluarga jasmine, Jasmine sendiri pun sangat mengerti kenapa teman-temannya tiba-tiba pamit mungkin karena mereka takut kedua orang tua nya menanyakan tasya lebih jauh dan mereka bingung mau jawab seperti apa, jasmine pun memberi respon baik dan menyuruh mereka pamit.
"Gawat aku tadi takut banget salah ucap pas di tanya tante qila"Ujar Mika sambil berbisik pada rima
"Kamu kira cuma kamu aja aku juga sama tau"Timpal rima
"Untung Jasmine mengerti sekali keadaan kita"Ujar Mika
__ADS_1
Mereka pun menghampiri kedua orang tua mereka, dengan tergesa - gesa sampai Andre dan Wily ada di antara mereka pun ikut terabaikan oleh Mika dan Rima mereka melewati Andre dan Wily begitu saja , sampai Andre dan Wily ikut heran melihat mereka berdua seperti itu tidak biasanya.
Bersambung...