SUAMI IDAMAN WANITA

SUAMI IDAMAN WANITA
BAGIAN 69


__ADS_3

Saat ini jasmine dan aditya sedang menikmati makan malamnya, jasmine makan dengan sangat lahap karena memang tenaganya sudah terkuras habis oleh aditya ia butuh asupan untuk mengembalikan tenaganya.


"Sayang pelan-pelan dong makannya nanti tersedak"Ingat adit pada jasmine


"Aku lapar mas, lagian tadi mas acara minta tambah lagi kan badanku lemas butuh asupan"Jawab jasmine


"Iya maafin mas ya, lagian kamu kan memang bikin nagih"Goda aditya jasmine yang mendengar ucapan adit pun langsung malu


"Ish dasar mesum"Jawab jasmine sambil memalingkan wajahnya


Setelah menyelesaikan makan malamnya di kantor mereka berdua pun kembali ke rumah.


*


Di perjalanan jasmine mengecek ponselnya, ia melihat ada beberapa panggilan masuk dari bima sang kaka yang tidak terjawab.


"Ka bima tumben telpon banyak lagi ada apa ya?"Ucap jasmine adit pun menoleh pada jasmine


"Coba telpon balik sama kamu sayang, siapa tau penting"Saran adit


"Iya mas"jawab jasmine sambil mengangguk


Jasmine pun menelpon bima namun telponnya tidak di angkat sama sekali.


"Ga di angkat mas"Ucap jasmine yang terus menelpon bima


"Mungkin kaka mu sedang sibuk atau ponselnya sedang di sailent"Ucap aditya


"Iya benar mas, mungkin nanti ka bima telpon lagi"ucap jasmine


"Iya sayang"Jawab aditya


Adit pun kembali fokus menyetir, sedang jasmine hanya diam melihat ke samping jendela mobil ia masih memikirkan sang kakak.


Jasmine takut terjadi sesuatu dengan kakaknya itu pasalnya tidak biasanya bima menelpon jasmine begitu banyak.


Jasmine pun memilih menutup matanyanya, menetralkan pikirannya dengan pikiran yang positif.


Ia sadar bahwa ia tidak boleh terlalu setres apa lagi ia sedang hamil muda.


Tak lama mobil aditya sampai di parkiran apartemen meraka yang baru adit pun menoleh ke arah jasmine.


Ia melihat jasmine yang sudah terlelap dengan damai di kursinya ia pun tersenyum.

__ADS_1


"Kamu pasti lelah ya sayang"Ucap adit ia pun keluar dan langsung membawa jasmine dalam gendongannya menuju apartemenya.


*


Saat ini bima sedang berada di kamarnya ia menatap ponselnya yang tadi terus berdering, tertera disana bahwa sang adik menelponya.


"Maafin kaka de, itu balasan dari kaka karena kamu tidak angkat telpon dari kaka tadi"Ucap bima sambil tersenyum jahil


Bima pun keluar dari kamarnya, ia belum bertemu dengan sang mamah apa lagi melihat hari sudah malam pasti sang papah juga sudah berada di rumah.


Dengan tubuh yang gagah dan senyuman yang manis tak luntur dari wajah bima ia menuruni tangga, ia pun melihat mamah dan papahnya sedang duduk di ruang keluarga asyik mengobrol sampai tak sadar keberadaannya.


"Hai mah pah, apa kalian merindukan anak sulung kalian"Ucap bima


Qila dan Brata yang asyik mengobrol pun menoleh ke arah suara yang mereka kenal tentunya dan..


"Astaga sayang kamu sudah pulang"Ucap qila kaget campur kegirangan ia pun menghampiri anak sulungnya itu.


"Iya mah bima pulang lebih cepat dari jadwal semestinya"Jawab bima sambil menciumi tangan dan pipi qila dengan lembut


"Ya ampun sayang syukurlah, mamah senang sekali melihat kamu sehat dan semakin tampan tentunya"Ucap qila yang terus memeluk anak sulungnya


"Iya tentu mah, bima juga senang bisa melihat mamah sehat dan yang paling utama mamah juga semakin cantik, aghh bima rindu sekali"Jawab bima sambil mengeratkan pelukannya


Bima pun melepaskan pelukannya dari sang mamah dan mendekat ke arah brata, mereka pun berpelukan dengan gaya pria sejati pada umumnya.


"Tadi sore bima sampai rumah pah"Jawab bima setelah melepaskan pelukannya dari brata


"Benar apa kata mamamu nak, kamu semakin tampan saja"Puji brata sambil mengamati wajah anaknya


Bima pun tersenyum menanggapi papahnya itu.


"Jelas bima semakin tampan toh buah tidak jauh dari pohonnya"Jawab bima sambil ternyum jahil


"Kamu ini nak, papahmu ini sudah tua mana ada papah makin tampan yang ada papah makin keriput"ucap brata sambil terkekeh


"Loh emang benarkan buah tidak jauh dari pohonnya, bima bisa tampan seperti ini kan ada gen dari papah betul kan mah"Ucap bima sambil menoleh ke arah qila, qila pun langsung mengangguk


"Iya betul sekali apa yang bima katakan pah, meski pun umur papah sudah tidak muda tapi wajah papah masih terlihat tampan, semakin tampan malah"Goda qila


"Kalian ini bisa saja"Jawab brata sambil tersenyum tersanjung dengan ucapan istri dan anaknya


Mereka pun duduk di ruang keluarga, mengobrol santai dengan bima tentunya. Banyak yang mereka obrolkan dari mulai masalah kuliah, pekerjaan, dan pernikahan.

__ADS_1


"Bim apa sampai sekarang kamu masih sendiri?"Tanya qila


Bima pun hanya mengangguk sambil menikmati minumannya yang sudah di siapkan di atas meja.


Qila pun hanya menghela nafas berat dan menoleh ke arah suaminya, brata pun menanggapi tatapan istrinya dengan penuh pengertian.


"Nak apa kamu tidak ingin seperti jasmine, ia saja sudah mau punya anak"Kini brata yang bicara


"Sejujurnya bima juga sudah ingin memiliki keluarga pah, mah tapi untuk saat ini mungkin belum bima akan fokus dulu dengan perusahaan papah"jelas bima


"Ya sudah kalau begitu kamu fokus dulu saja dengan perusahan, masalah pernikahan nanti saja papah carikan jodoh untukmu"Ucap brata


"Tidak usah pah bima bisa cari sendiri calon istri untuk bima"Tolak bima


"Bagaimana kamu akan cari calon istri sedangkan kamu memilih untuk fokus dengan perusahaan"Ucap brata


"Ya bisa kan fokus dengan perusahaan sambil cari calon istri"Ucap bima enteng


"Terserah kamu saja, ngomong-ngomong masalah perusahaan apa kamu sudah siap gantiin papah jadi pemimpin?"tanya brata serius


"Tentu bima sudah siap pah, lagi pula sudah waktunya papah istirahat di rumah sama mamah, kasian mamah pasti kesepian ia kan mah"Ucap bima


"Kamu memang anak mamah sayang"Ucap qila bahagia dan bangga pada bima karena bima begitu menyayangi dirinya.


"Anak papah juga mah"Sela brata meralat ucapan istrinya


"Iya pah maksud mamah anak kita"Jawab qila brata pun mengangguk


"1 minggu lagi kita adakan rapat pengangkatan kamu sebagai pemimpin, untuk saat ini kamu beristirahat lah , papah tau kamu pasti sangat lelah setelah menyelesaikan kuliahmu di sana apalagi kamu memilih percepatan kelulusan"Ucap brata


"Baik pah" jawab bima


"Ngomong-ngomong apa kamu sudah bertemu dengan adikmu?"Tanya brata


"Belum pah, saat bima sampai di bandara bima sudah hubungi jasmine tapi gak di angkat"jawab bima


"Mungkin jasmine sedang istirahat, maklum ia sedang kuliah dengan keadaan hamil akan mudah lelah"Sambung qila


"Kalau begitu temuilah adik mu bim pasti dia sangat merindukanmu"Titah brata


"Iya pah, nanti bima temui jasmine langsung"jawab bima


Mereka pun masih lanjut mengobrol dengan penuh bahagia menumpahkan rasa rindu masing-masing.

__ADS_1


TBC


__ADS_2