
Entah apa yang renaldy pikirkan namun saat ini ia tidak ingin kembali ke rumahnya, melainkan pergi ke apartemen pribadinya sendiri.
Melihat kondisi tubuhnya yang sangat aneh renaldy sekuat tenaga menahannya.
Tak lama mereka pun sampai di aprtemen yang renaldy sebutkan tadi.
Bella dengan telaten membantu renaldy berjalan sampai ke dalam apartemennya.
"Dimana kamarnya?"tanya bella
"Disana"Tunjuk renaldy
Bela pun membatu membaringkan renaldy di tempat tidurnya, saat sudah selesai bella pun berniat pergi dari sana namun..
"Mau kemana?"Tanya renaldy memegang tangan bella dan itu membuat apa yang ada di dalam tubuhnya bereaksi tanpa di minta
"Aku mau pulang"Jawab bella
"Siapa namumu?"Tanya renaldy lagi
"Namaku bella ka"jawab bella dengan sedikit ketakutan
"Bell"Ucap renaldy bangun dari tidurnya
"Tolong aku, aku sangat tersiksa"ucap renaldy lagi
"Apa yang harus bella tolong, apa perlu bela panggilkan dokter"tawar bela
"Tidak perlu, yang aku perlukan bukan itu aku sudah tidak tahan menahan ini"ucap renaldy menuntun bella duduk di tempat tidur
"Apa yang harus bella bantu ka?"Tanya bella entah hilang kemana rasa takut bella yang tadi sempat hadir
Bella bisa melihat kalau renaldy adalah laki-laki yang baik, maka dari itu ia sebisa mungkin ingin membantu renaldy.
"Aku butuh kamu, tolong aku bella"Ucap renaldy semakin tersiksa
"Tapi bella harus apa?"Tanya bella tidak mengerti
"Bella aku janji akan bertanggung jawab, dengan semua yang telah terjadi nanti aku mohon bantu aku"Ucap renaldy sambil mendekatkan tubuhnya dengan bella
__ADS_1
"Tapi ka aku benar-benar tidak mengerti bella harus bantu apa?"ucap bella lagi
Namun renaldy dengat tiba-tiba mengecup bibir bella, bella yang mendapat perlakuan dari renaldy pun memberontak.
"Bell pliss i need you"ucap lirih renaldy
Namun bella yang notabenya gadis polos, tidak mengerti apa yang renaldy ingin kan yang dia tau bahwa renaldy akan melecehkannya.
Detik kemudian renaldy pun kembali mencium bibir tipis bela dengan penuh gairah.
Efek obat yang masih bekerja semakin bereaksi, renaldy dengan segala insting kelakiannya menuntun bella untuk melakukan apa yang dia butuhkan.
Bella yang tidak ingin seperti ini terjadi pun terus memberontak, menolak setiap sentuhan renlady pada dirinya namun karena efek obat, dan tenaga renaldy yang kuat renaldy tidak memperdulikan kondisi bella yang menolaknya, ia terus menyentuk bella.
Sampai dimana mereka berdua dengan keadaan sama-sama polos, tentunya renaldy yang merobek semua baju yang ada pada bella dan membuangnya entah kemana.
Hingga tiba dimana penyatuan mereka terjadi renaldy melihat bella yang berada di bawah kukungannya terkagum-kagum tubuh bella begitu indah ini pertama kalinya renaldy melihat tubuh gadis dalam keadaan polos seperti ini dan itu perbuatannya.
"Agh sakit ka, tolong jangan seperti ini"Teriak bella saat renaldy menyatukan miliknya.
Namun renaldy tidak menghiraukan bella yang kesakitan, dalam pikirannya ia hanya mencari puncak pelepasannya.
Pagi pun datang, bella yang semalaman menangis dan memberontak pun akhirnya pingsan karena kelelahan, renaldy yang terus menerus melakukan penyatuan tanpa henti membuat seluruh tubuh bella sakit dan remuk.
Bella pun bangun dari tidurnya, ia melihat renaldy yang masih pulas tertidur di sampingnya sambil memeluk tubuhnya erat.
Bella memperhatikan setiap inci wajah renaldy, wajah tampan renaldy terpangpang jelas di mata bella.
Bella pun memutuskan membersihkan tubuhnya, sebelum renaldy bangun ia tidak ingin bertatapan dengan renaldy secara langsung itu membuat hatinya sakit merasa sudah tidak ada harga dirinya sama sekali.
Seperginya bella ke kamar mandi, renaldy pun bangun ia pun memijat kepalanya yang masih pusing dan mengingat-ngingat apa yang telah terjadi semalam.
Tanpa sengaja renaldy pun melihat bekas noda darah di tempat tidurnya.
"Astaga apa yang sudah aku lakukan"Ucap renaldy mengingat setiap kejadian kemarin malam
Renaldy pun bangun dan mencari keberadaan bella, ia pun mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi.
Ia pun memilih menunggu sampai bella keluar, namun sudah 2 jam bela berada di kamar mandi tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan keluar.
__ADS_1
Renaldy pun khawatir dan memilih mengetuk pintu kamar mandi, sedangkan bella sedari tadi hanya terduduk di bawah guyuran air yang membasi tubuh polosnya sambil menangis.
Kenapa ia harus mengalami seperti ini niat dia baik ingin menolong orang namun apa yang ia dapatkan, kesalahan terfatalnya dalam hidup dilecehkan laki-laki yang jelas tidak ia kenal sama sekali.
Saat bella masih sibuk dengan pikirannya, renaldy membuka pintu kamar mandi ternyata pintu kamar mandi tidak di kunci sama sekali.
"Astaga bella apa yang kamu lakukan"Ucap renaldy menghampiri bela yang sudah pucat di bawah guyuran shower
"Jangan mendekat!"Ucap bela ketakutan
Tapi renaldy tidak menghiraukan perintah bella ia pun mengambil handuk dan membungkus bela dengan handuk setelah itu ia menggendong bela dengan penuh pengertian.
Bella hanya diam dan melamun, ia juga hanya bisa menurut saat renaldy memakaikan baju untuknya.
Sedangkan renaldy, tidak ada pilihan melihat bella yang dari tadi diam untuk membatu ia memakaikan baju untuk bella.
"Bella"Panggil renaldy bella mun mendongakkan kepalanya kearah renaldy dan hanya terdiam.
Tiba-tiba bella pun kembali menangis renaldy yang melihat itu pun sangat mengerti ini terjadi semua salahnya bukan salah bella.
"Suttt jangan menangis, kamu tidak perlu khawatir aku akan bertanggung jawab aku sudah janji sebelumnya, ini sepenuhnya kesalahanku sutt jangan menangis"Ucap renaldy sambil memeluk bella
Bella pun menangis di dalam pelukan renaldy, pelukan renaldy begitu hangat membuat dirinya tidak takut seperti tadi.
"Apa yang nanti bella katakan sama mamah papah"Ucap bella sesegukan
"Sebelumnya, berapa umur kamu bella?"Tanya renaldy
"Umurku baru 18thn"Jawab bella
Renaldy pun terdiam, umur bella masih begitu kecil dan ia sudah merusak masa depan bella.
"Kamu tidak perlu memikirkan apa pun serahkan semuanya padaku"ucap reynaldy
"Kaka bella ga mau semua ini terjadi"Ucap bella kembali menangis
"Aku tidak bisa merubah yang sudah terjadi bella, tapi kamu harus yakin semua akan baik-baik saja aku janji, aku janji"Ucap reynaldi sambil meneteskan air matanya tanpa bella sadari
BERSAMBUNG...
__ADS_1