
Setelah melihat jasmine tertidur pulas adit pun mematikan sambungan vidionya dan segera menyelesikan pekerjaannya lalu pulang, ia sangat cemas apalagi saat melihat wajah jasmine yang terlihat pucat.
Sedangkan di kampus mike sedang uring-uringan senang pasalnya telah bertemu dengan jasmine tadi di supermarket, setelah beberapa hari tidak bertemu di karenakan mike mengutarakan perasaannya pada jasmine tiba-tiba jasmine tidak pernah masuk lagi ke kampus dan itu membuat mike sangat merindukan jasmine.
Setahunya jasmine adalah mahasiswi yang sangat jarang sekali bolos untuk kuliah karena itu juga mike menjadi merasa bersalah mungkin ia penyebab jasmine tidak masuk kuliah walau pun kenyataannya memang seperti itu.
"Ahh.. aku sangat merindukan kamu jasmine"lirih mike tengah memandangi wajah jasmine di ponselnya.
"Kamu makin cantik"ucap mike lagi sambil mengusap wajah jasmine di layar ponselnya
"Tunggu aku, aku akan mengambil kamu dari dia karena kamu hanya milik aku selamanya!"kini ucapan mike berubah menjadi ucapan geram lalu tersenyum devil pasalnya ia belum terima alau jasmine sudah menikah.
Seharusnya jasmine hanya akan menjadi istri mike dan akan menjadi milik mike selamanya begitulah pikiraan mike saat ini, ia sudah merancang rencana untuk merebut jasmine kembali.
Setelah menyelesaikan pekerjaanya di kantor adit pun pulang dengan tergesa-gesa ia ingin secepatnya sampai rumah dan menemui istrinya itu ia sangat khawatir.
Tak lama aditya pun sampai ia pun angsung berlari menuju kamar menghiraukan tasya yang sempat menyapanya.
"Kenapa mas adit kaya gelisah seperti itu"ucap tasya setelah adit melaluinya
Saat adit sudah sampai di kamar, ia langsung mendekat ke arah dimana istrinya tertidur lelap ia pun melepaskan jas ia pakai dan melepaskan sepatu yang ia masih kenakan lalu ikut berbaring di samping istrinya dan menarik tubuh jasmine kedekapannya.
"Sayang kenapa akhir-akhir ini kamu suka sekali pusing seperti ini"ucap adit pelan sambil mengcap rambut jasmine dengan sayang
"Apa kamu lagi banyak pikiran?"
"Aku sangat khawatir melihat wajah kamu saat sudah mengeluh pusing"
"Apa yang kamu sembunyikan dari aku"
Begitulah pertanyaan demi pertanyaan adit untuk jasmine meskipun jasmine tidak merespon pertanyaan aditya tapi adit masih tetap bertanya sampai ia pun ikut terlelap.
Sementara di ruang tamu aditya tasya sedang menerima telpon dari ayahnya..
"Pah aku belum bisa pulang masih ada urusan, paah tenang aja kalau urusan aku sudah selesai aku akan pulang secepatnya ko"ucap tasya
"..."
"Baik pah nanti kalau sempat aku hubungi lagi"sambungan pun terputus
"Iya urusan aku belum selesai pah"ucap tasya sambil memandang lurus dan tersenyum
Sudah lebih dari 1 jam aditya tertidur, jasmine yang merasakan tubuhnya berat pun mau tak mau membuka matanya dan melihat aditya yang memeluknya erat ia pun menyusap wajah aditya yang terlihat lelah mungkin karena harus mengurus perusahan dengan ekstra.
"Sayang pasti kamu sangat lelah di perusahaan"ucap jasmine masih mengucap waja aditya dengan sayang
"Iya aku sangat lelah butuh energi tambahan"jawab aditya tiba-tiba
"Kamu udah bangun mas, ko mata kamu masih merem sih"ucap jasmine gemas
"Aku lagi menikmati sentuhan kamu sayang apa lagi"jawab aditya lalu membuka matanya
"Ada-ada aja kamu, tadi kata kamu butuh energi tambahan kamu mau aku buatan apa?"tanya jasmine adit pun tersenyum
"Ga perlu di buat sayang toh energi yang aku butuhkan sudah di depan mata"ucap aditya lalu mencium jasmine lama
__ADS_1
"Mmmuahh"akhir dari ciuman aditya
"Kamu energi yang aku butuhkan sayang bukan yang lain aku hanya butuh kamu"ucap aditya sambil menyusap pipi jasmine
"Baiklah kalau begitu aku tambahkan energinya untuk kamu"ucap jasmine lalu mencium aditya bukan hanya sekedar ciuman yang jasmine berikan namun ciuman yang sangat dalam adit pun membalasnya.
Setelah ciuman itu terlepas adit mau pun jasmine masih sama-sama terengah wajah mereka pun masih berdekatan, hidung mereka pun masih menempel satu sama lain.
"Sayang aku siapkan dulu air hanyat untuk kamu mandi"ucap jasmien lalu bangkit dari tidurnya namun aditya malah menahannya lagi.
"Nanti saja, apa badan kamu udah enakan?"tanya aditya
"Iya aku udah ngga pusing lagi"jawab jasmine memang wajah jasmine sudah pucat saaat tadi adit menghubunginya
"Aku masih ingin tidur di pelukan kamu sayang"ucap aditya lalu memeluk jasmine dan menempelkan kepalanya tepat di dada jasmine
"Ya sudah kalau begitu"ucap jasmine sambil mengusap rambut aditya dengan sayang
"Sayang tiga hari kedepan aku bakalan sibuk, mungkin akan lembur setelah itu kita langsung pergi honeymoon ya"kata aditya
"Sayang apakah kamu tidak lelah, demi untuk pergi honeymoon kamu harus kerja sangat ekstra di kantor"ucap jasmine khawatir aditya pun mendongkak
"Lelahku akan terbayarkan nanti saat kita honeymoon"ucap aditya mendongkakan kepalanya sambil tersenyum penuh arti
"Iya.. iya.. terserah suamiku yang mesum ini"jawab jasmine meledek karena jasmine tau arti dai senyuman aditya yang ia lontarkan pada dirinya
"Tapi kamu harus minum vitamin yang teratur sayang"ucap jasmine masih merasa khawatir
"Kamu tenang saja aku sudah biasa sayang kerja seperti ini hmm"
"Ternyata ini yang akan aku rasakan setelah menikahi orang yang tepat, di perhatikan dan dicemaskan istriku membuat perasaan aku berbeda"
"Berbeda seperti apa memangnya mas"
"Rasanya hatiku menjadi penuh dengan kebahagian saat di perhatikan kamu, wanita yang aku harapkan sedari dulu"
"Benarkah?"
"Hmm itu benar, Dulu saat aku belum mengenalmu, papah selalu merencanakan kencan buta untukku semua wanita yang papah kenalkana adalah anak rekan bisnis papah namun dari semua wanita yang papah kenalkan semuanya tidak ada yang membuat aku tetarik"
"Kenapa begitu bukannya kalau anak rekan kerja biasanya cantik-cantik ya?"tanya jasmine
"Kamu benar mereka cantik aku tak pungkiri itu, tapi tanpa aku kenal lebih jauh pun dengan mereka aku sudah bisa tau seperti apa mereka, aku sangat hapal sifat mereka semua yang papah kenalkan padaku semuanya bukan wanita baik-baik, terkecuali kamu"
"Aku masih bingung deh kenapa kamu bisa tau sifat seseorang hanya melihatnya satu kali saja?"tanya jasmine masih bingung
"Sayang sangat gampang untuk mengenal seseorang hanya dari matanya saja, ketika aku melihat mata mereka aku bisa lihat tidak ada ketulusan disana di tambah sifat mereka yang di tunjukan membuat semua analisaku memang akurat"
"Kamu memang benar-benar luar bisa mas, lalu apa kesan yang kamu dapat saat pertama kali melihat aku di pertemuan itu?"tanya jasmine penasaran pasalnya aditya yang dulu sangat dingin
"Kesan pertama saat aku melihatmu, adalah kagum saat pertama kali berhadapan aku sudah tau kalau kamu orang yang baik dan aku bisa lihat di mata kamu banyak ketulusan disana"
"Benarkah tapi kenapa yang aku lihat waktu itu kamu sangat dingin dan cuek bicara pun seadanya saja"
"Karena memang begitulah sifatku dari dulu syang terhadap orang asing, lagi pula aku ga tau kalau pertemuan itu adalah perjodohan kita"
__ADS_1
"Jadi saat itu kamu setuju di jodohkan sama aku kamu sudah tau kalau aku orang yang baik, makanya kamu menerimanya"
"Lebih tepatnya baik dan polos"ucap aditya gemas
"Ish dasar, kamu udah menodai aku yang polos ini setelah menikah dengamu"ucap jasmin sambil mecubit hidung aditya yag mancung itu
"Hahaha.. aku sangat senang melihat ekspresi waktu aku menciummu itu sangat menggemaskan"ucap aditya jasmine pun merona merah
"Yaiyalah toh itu kan ciuman pertama aku, lagi pula saat itu kita belum dekat dan tau satu sama lain wajar kalau aku seperti itu"jawab jasmine
"Apa menurutmu itu juga bukan ciuman pertama aku"
"Mungkin"
"Kamu salah sayang, meskipun aku sudah dewasa tapi aku belum pernah punya hubungan dengan wanita mana pun dan waktu itu juga adalah ciuman pertama aku"jujur aditya
"Hah yang benar ko aku ga yakin?"ucap jasmine tidak percaya pasalnya ciuman aditya seperti orang yang sangat ahli
"Ya memang itu faktanya sayang"
"Jadi apa yang kita lakukan semuanya itu adalah hal pertama mas bagimu tentu juga bagiku"
"Iya kamu benar sayang, semua yang kita lakukan termasuk malam panas kita"ucap jasmine sambil mendongkakan kepalanya
"Aku masih ga percaya sama kamu, pasalnya kenapa kamu kaya orang yang sudah ahli"
"Karena aku pria dewasa sayang, hanya mengikuti naluri laki-lakiku saja sudah sangat cukup"
"Ya ampun ko aku jdi panas dingin gini sih kalau bahas ini, ganti topik yang lain"jsmine geli mendengar penjelasan dari suaminya itu
"Hahaha.. kamu ini, kamu yang mancing duluan kamu yang geli sendiri"
"Iya aku juga kan penasaran mas makanya nanya"
"Hmm"
Jasmine pun masih mengucap rambut aditya yang ada di dadanya, mereka bercerita dengan posisi seperti itu membuat keduanya seakan lebih dekat. Pasalnya selama ini mereka jarang sekali bercerita dengan santai seperti itu.
Sesaat mereka hanya diam sibuk dengan pikiran masing-masing, adit yang sedang menikmati dekapan dan usapan jasmine sedangkan jasmine memikirkan sesuatu yang ingin disampaikan untuk suaminya aditya.
"Mas jika aku belum menjadi istri yang baik untukmu, aku hanya ingin kamu bersabar dan selalu membimbingku"ucaop jasmine tiba-tiba aditya pun sontak mendongkak dan jasmine pun melihat kearah aditya
"Kamu sudah menjadi istri yang baik untukku syang, aku selalu salut sama kamu meski pun kamu masih muda kamu bisa langsung menyesuiakan diri kamu sebagai istri untukku, tidak pernah mengeluh dan menolak apa yang aku minta itu sudah cukup untukku"ucap aditya lalu mencium bibi jasmine sekilas
"Terimakasih sayang"Ucap jasmine adit langsung menggelangkan kepalanya
"Bukan kamu yang seharusnya berterima kasih tapi aku, terimakasih sayang karena kamu sudah mau menjadi istriku dan merelakan masa mudamu untuku dan untuk rumah tangga kita"ucap adit
"Hmmm, aku mencintaimu mas"ucap jasmine
"Aku lebih mencintaimu sayang"ucap aditya semakin mengeratkan pelukannya paa jasmine.
Jasmine selalu berdoa untuk kebahagiaan keluarga kecilnya bersama aditya, jasmine selalu berharap kebahagiaannya tidak akan pernah hilang begitu juga dengan aditya, ia selalu bertekad untuk selalu menjaga jasmine dengan sebaik-baiknya dan juga menjaga keluarga kecilny itu.
Bersambung..
__ADS_1