
Setelah perjalanan yang panjang akhirnya bima sampai di kediaman orang tuanya.
Ia menatap bangunan rumah yang selalu ia rindukan saat menimba ilmu di London, akhirnya ia akan kembali menetap di rumah ini rumah yang memiliki banyak kenangan manis dengan kedua orang tuanya, keluarga maupun dengan sang adik kecilnya.
Mungkin suatu saat nanti rumah ini juga akan melukis kisahnya dengan sang calon istri, mungkin namun ntah kapan itu terjadi sedangkan dirinya sendiri pun tidak memiliki kekasih.
Bima pun mamasuki rumahnya dengan hati-hati, saat ia masuk ia tidak melihat siapapun di sana.
Ia pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya terlebih dahulu setelah itu ia akan mencari sang mamah.
Nanum saat hendak menaiki tangga ia di kejutkan oleh asisten rumah tangganya.
"Tuan sudah pulang?"tanyanya tidak percaya kepada bima
"Eh bi iya, apa mamah tidak ada dirumah ko sepi sekali?"tanya bima
"Nyonya ada di rumah mungkin sedang di halaman belakang tuan"jawab asisten itu
"Kalau begitu saya mau ke atas dulu, tapi ingat ya bi jangan bilang sama mamah dulu kalau saya sudah pulang, saya ingin kasih kejutan"Jelas bima
"Baik tuan muda kalau begitu bibi permisi mau lanjutkan pekerjaan bibi"pamitnya
"Ya sudah bi"jawab bima
Bima pun langsung pergi ke kamarnya, ia ingin sekali mandi untuk menyegarkan tubuhnya karena terasa lelah setelah beberapa jam perjalanan dari London.
**
Sedangkan di kantor aditya...
Kedua pasangan suami istri itu masih betah di bawah gulungan selimut tebalnya, untuk sekedar membersihkan badannya pun enggan setelah kegiatan panas tadi.
__ADS_1
Mereka masih nyaman dengan posisinya masing-masing, namun suara perut jasmine menggangu tidur lelapnya.
"Emmm lapar."lirih jasmine berbicara tanpa membuka matanya
Adit yang mendengar suara lirih jasmine pun membuka matanya dan melihat jam sudah hampir menjelang malam.
"Sayang bangun yu"ucap adit membangunkan jasmine dengan lembut
"Masih pengen tidur mas, tapi perut aku laper"lirih jasmine masih betah dengan tidurnya
"Kamu sudah tidur dari tadi tidak pusingkah?"tanya adit sambil mengelus rambut jasmine dengan sayang.
Pasalnya jasmine sudah tertidur di saat ia masih sibuk dengan pekerjannya, dan tertidur lagi saat adit sudah meminta hak adik kecilnyaa.
Jamsine pun hanya menggelengkan kepalanya, untuk menjawab pertanyaan aditya.
"Nanti kita lanjut lagi tidurnya, sekarang kita mandi, makan lalu kembali ke rumah"Ucap adit dengan lembut
"Tapi aku lemas mas.."Jawab jasmine manja
Jasmine pun langsung membuka matanya, melihat dirinya sudah berada dalam gendongan adit dan dalam ke adaan masih polos tentunya, dan itu masih membuat dirinya malu, meskipun sudah sering seperti ini.
Ia pun langsung mengalungkan tangannya di leher adit lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang adit.
Adit yang melihat jasmine malu-malu pun tersenyum gemas melihat tingkah istrinya itu.
Tak lama mereka berdua pun sampai di kamar mandi, adit pun menurunkan jasmine di bawah shower lalu menyalakannya, jasmine pun langsung memunggungi adit untuk menghindari tatapan tajam yang penuh cinta itu.
Air yang jatuh dari shower pun perlahan membasahi tubuh polos mereka berdua, dengan posisi jasmine memunggungi adit.
Dengan perlahan tangan kokoh adit mengusapkan tubuh jasmine dengan perlahan , jasmine pun tanpa sadar langsung memejamkan matanya meresapi usapan tangan adit di tubuhnya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba
"Sayang.."Ucap aditya parau seakan sedang menahan sesuatu pada dirinya
Jasmine yang mengetahui situasi ini pun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa pasrah toh ini memang kewajiban dirinya sebagai istri aditya.
"Iya mas.."Jawan jasmine pelan
"One more time.."ucap aditya
"Tapi.."
"Serius sayang hanya satu kali lagi"Ucap aditya makin parau
Meskipun niat hati jasmine ingin menolak keinginan suaminya, karena alasan lapar ia pun merasa tak tega dan tak enak hati menolaknya.
Toh meski jasmine menolak adit akan tetap membujuknya sampai jasmine luluh akan percuma saja.
"Ya sudah mas, janji hanya sekali"Pasrah jasmine memberi izin untuk suaminya itu
"Iya janji sayang"Jawab adit bahagia
Setelah mendapat izin dari istrinya adit pun tak menyia-nyiakannya, ia pun langsung melakukan kegiatan panas tadi dalam keadaan shower masih menyala.
Adit seakan lupa dengan tujuannya tadi, melihat tubuh jasmine yang sangat menggoda di bawah kucuran air tidak bisa menggalihkan pikirannya untuk tidak menyentuh jasmine.
Salahkan istrinya sendiri kenapa tubuh jasmine begitu sangat menggoda sampai ia tidak bisa melewatkan untuk tidak melakukan lagi.
Dan lagi kamar mandi adalah tempat favorit aditya ketika melakukan kegiatan panas dengan jasmine.
Ada kesan tersendiri untuk aditya saat melakukannya di kamar mandi, apa lagi selain di kamar mandi ia pun pernah melakukannya di dapur, di ruang tamu atau pun di meja kantornya.
__ADS_1
Namun tetap kamar mandi masih menjadi tempat favorit aditya sampai saat ini.
TBC.